Typo bertebaran!!!
Happy reading :-)
"Gimana sah?"tanya pak penghulu.
"Sah!!!"
"Sah!!!"seru semua orang yang datang pada pernikahannya.
"Alhamdulillah."lirih Revan.
Setelah membaca doa,Revan bangkit menuju ke kamar dini untuk menjemput istrinya.
Mendengar kata istri membuat hati Revan membuncah.dengan cepat Revan menaiki tangga menjemput dini,tak sabar ingin bertemu dengan kekasih halalnya.
Saat ini Dini sedang menunggu Revan menjemputnya.bersama dengan ketiga sahabatnya yang sedari tadi menemani dirinya.
Mendengar suara lantang Revan mengucap ijab kabul,dini tersenyum bahagia sampai menitikkan air mata.Tak jarang rosa dan dira menggodanya dengan candaan tentang malam pertama yang membuat dini malu.
Saat terdengar suara ketukan pintu disusul dengan salam dini semakin gugup.ana pun bangkit membuka pintu dengan dini di sampingnya yang menjawab salam Revan.
Setelah membuka pintu ana,dira dan rosa pun bergegas keluar,mereka tidak ingin mengganggu pasangan yang baru saja halal itu.
Sekarang hanya tinggal mereka berdua yang sama-sama gugup.Dini mencium tangan Revan disusul Revan yang membacakan doa di ubun-ubun dini serta mencium keningnya lama.Revan menatap lekat wajah istrinya,dia tersenyum lembut dan meraih dini masuk dalam dekapannya.
"Terima kasih sudah mau menjadi istri mas."ujar Revan,dia sangat bahagia bisa memeluk dini dengan bebas seperti saat ini.
"Terima kasih juga sudah mau menjadi suami dini."balas dini tersenyum lembut.mereka sedang berpelukan sambil merasai detak jantung masing-masing yang berdetak cepat.
"Kita keluar sekarang"ajak Revan sambil menggandeng tangan dini menuruni tangga.Dini pun mengangguk sebagai jawabannya.
Di bawah semua orang telah menantikan kedatangan mereka.Setelah menandatangani buku nikah mereka langsung menuju ke arah kedua orangtua untuk sungkeman.tangis haru mewarnai proses sungkeman,saat sampai pada kedua orangtua dini,Revan di beri beberapa petuah oleh papa dini untuk lebih bersabar menghadapi dini.yang di iya kan langsung oleh Revan.begitupun dengan dini,saat sampai di depan mertuanya dini bersalaman dengan haru,setelah itu bunda Revan juga memberikan beberapa nasehat pada menantu kesayangannya.
Setelah ritual sungkeman selesai,mereka pun menyambut tangan para tamu yang memberikan ucapan selamat.Tak banyak orang yang di undang,hanya kerabat dekat dan beberapa tetangga saja.
Acara pun selesai pada siang hari.Setelah shalat zhuhur dini merebahkan diri di tempat tidurnya.kenyamanan pun membawanya terlelap dalam tidurnya.
Revan yang baru saja pulang dari masjid pun heran,sedari tadi mengetuk pintu kamar tetapi tak ada jawaban dari dalam.karena lelah menunggu Revan memberanikan diri untuk masuk ke kamar dini.baru saja masuk Revan langsung disuguhi dengan pemandangan dini yang terlelap.dia tersenyum lembut melihat istri cantiknya itu.Revan berjalan perlahan menuju ranjang dini dan duduk di tepi ranjangnya.perlahan membangunkan dini untuk makan siang,karena sejak pagi tadi dini belum memakan apapun.
"Dini...din...sayang....bangun dulu kita makan yaa..."
Hanya suara lengguhan yang terdengar."din...bangun Sayang kamu belum makan apapun sejak pagi.kita makan dulu yaa."
Ucap Revan lagi.
Sekarang dini sudah membuka matanya,
Dengan mulut yang masih menguap dini melihat sekelilingnya,"perasaan gue dirumah sendiri deh,kok ada pak Revan yaa,"gumam dini dalam hatinya.
Tiba-tiba dini mengumpat pelan."shit!!!"sekarang kan dia sudah menjadi istri orang.Dini pun menepuk kepalanya pelan,seraya meringis melihat Revan yang masih memperhatikannya.
Revan yang mendengar umpatan pelan dini pun terkejut."apa dini lupa kalau dirinya sudah bersuami?"tanya Revan dalam hati.
"Dini...kamu baik-baik saja."ujar Revan khawatir."Sekarang kita turun ya makan,mama bilang kamu belum makan apapun sejak tadi pagi."lanjut Revan membujuk dini untuk segera turun kebawah.
"Yaa..kita Turun sekarang,tapi aku mau cuci muka dulu."ucap dini bergegas ke kamar mandi dengan berlari kecil.
Revan yang melihat dini berlari pun tertawa kecil.betapa lucunya wajah dini tadi,pasti dia lupa kalau sekarang dia sudah bersuami.sambil menunggu dini siap Revan pun memperhatikan sekeliling ruangan yang menjadi tempat ternyaman istrinya untuk beristirahat.
Setelah membereskan piring bekas makan,dini duduk bersama para sepupunya.mereka saling menceritakan pengalaman mereka berumah tangga dengan wajah yang bersemu merah.Tak jarang mereka menggoda dini dan sepupu yang juga belum menikah.Sedangkan para lelaki,mereka lebih memilih bertukar pikiran tentang bisnis atau pun tentang saham perusahaan.mereka juga kagum pada Revan yang memilih menjadi dosen sekaligus ceo untuk mengurusi perusahaan papanya.
Dini sedang membereskan bajunya di koper.sore tadi Revan mengatakan kalau besok dini akan tinggal bersamanya.mereka pindah ke apartemen Revan,dan keluarganya pun telah menyetujui permintaan Revan.
Tak dapat dipungkiri,dini merasa sedih karena akan meninggalkan keluarganya secepat ini.walaupun masih di kota yang sama tapi dini sudah merasa terbiasa dengan keadaan rumahnya yang selalu ramai akan ocehan bang Dino,dan juga mamanya.
Melihat dini muram,Revan pun menghampirinya."kenapa sayang? Apa terjadi sesuatu?"Revan bertanya dengan nada khawatir.
Menggelengkan kepala dini menjawab" gak ada apa-apa kok mas.Dini hanya sedih aja harus ninggalin mama,papa dan bang Dino secepat ini."
Revan pun duduk menyamai diri dengan dini.menggenggam tangan dini Revan berkata,"maaf, tapi apartemen mas lebih dekat kalau mas harus ke sekolah mengajar ataupun ke perusahaan dalam waktu yang bersamaan.kamu ngerti kan?"Jelas Revan sambil meminta pengertian dini.
"Iya dini ngerti kok,maaf kalau jawaban dini membuat mas gak nyaman."
"gak papa sayang,mas senang karena kamu mau jujur.mas janji kita akan sering-sering mengunjungi mama disini."janji Revan yang membuat dini tersenyum sumringah.
"Beneran mas??"tanya dini antusias.
"Iya Sayang,mas janji.jadi jangan sedih lagi yaa."ujar Revan sambil menepuk pundak dini beberapa kali.
Dini pun tersenyum bahagia,dengan semangat dia melanjutkan menyusun baju masuk ke dalam kopernya dan tak lupa Revan juga turut membantu dini mengemas barang yang akan dibawanya.
Dini masuk ke dalam kamarnya dengan membawa dua mug coklat hangat.satu dia berikan pada Revan,dan mengajak Revan untuk pindah duduk dari sofa ke balkon kamarnya.
Di balkon juga terdapat satu sofa yang muat jika diisikan dua orang.dan juga ada sebuah meja mini di sampingnya untuk menaru minuman.mereka duduk berdampingan dengan tangan saling menggenggam.
"Mau honeymoon kemana?"
Dini terkejut mendengar pertanyaan Revan.dia sampai tersedak coklat hangat yang baru saja di teguknya.Melihat itu Revan mengambil tisu dan menepuk punggungnya pelan.
"Apa mas mau jadi duda dalam waktu pernikahan yang belum sampai satu hari?"dini bertanya dengan wajah kesal.
Revan meringis melihat dini yang tampak kesal karena ulah pertanyaannya."maaf...mas Gak sengaja."ungkap Revan dengan suara lembut dan penuh penyesalan."jangan bicara seperti itu lagi,mas gak sanggup kehilangan kamu."lanjut Revan memeluk dini erat sambil mencium kepalanya lembut.Dini sendiri jangan ditanya lagi,dia langsung membalas pelukan Revan tak kalah erat.
Jangan lupa pencet bintang dan comment yang membangun!!!
Trims :-)
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband,my Teachers (End)
Genç Kurgu(Cover di ambil di pinterest) "dijodohin ma,tp aku kan masih sekolah ma,masa aku nikah sekarang seh,belum lagi kuliah".Dini berusaha untuk menolak rencana perjodohan ini. "ini sudah menjadi keputusan mama dan papa,dan gak bisa d ganggu gugat".kekeh...
