06

3.6K 242 2
                                        

Maaf typo bertebaran!!!
Selamat membaca...

Revan prov

     Saat ini Revan sedang bersiap untuk bertemu dengan Radini calon istrinya.tadi saat di kantor bunda rita menghubunginya,bundanya ingin membicarakan rencana perjodohan sekaligus makan malam.

     Membayangkan bertemu dengan Radini calon istrinya,Revan tersenyum lebar.tak menyangka,kalau murid yang beberapa minggu ini diperhatikan akan menjadi istrinya.

     Revan sangat berharap dini mau menerima perjodohan ini.dia sudah terjerat pesona seorang Radini.perempuan incaran semua laki-laki di sekolahnya.
Prov end.

     "Revan...kamu sudah siap?"bunda rita membuka pintu kamar anak semata wayangnya.

     "Sudah bun,yuk kita berangkat"Revan menggandeng tangan bundanya ikut turun bersiap untuk berangkat.

     "Lho...Kok kamu gandeng bunda sih Revan.bunda tu seharusnya gandengan sama ayah"ucap vano ayahnya Revan mengambil alih tangan bundanya.

     "Makanya Revan nanti kamu harus yakini calon istri kamu.biar cepet dapat gandengan"goda bundanya,yang membuat wajah Revan memerah karena malu.

      Mereka pun berangkat ke restoran pilihan Revan.tadi bundanya menyuruhnya untuk reservasi restoran yang akan dijadikan tempat berkumpul dua keluarga tersebut.

     Sesampainya di restoran semua orang terpesona dengan kehadiran Revan.malam ini Revan terlihat sangat tampan dengan memakai tuxedo semi formal.

     Tak lama mereka duduk diruangan privasi itu,suara salam terdengar.rupanya keluarga calon istrinya sudah datang.ayah bunda dan Revan langsung bersalaman dengan papa mama dan dino sahabatnya.yaa Revan bersahabat dengan dino semenjak kelas X.mereka tetap berhubungan baik walaupun lama tidak pernah bertemu.

     Saat mendengar suara teguran dari mama ira untuk dini,Revan tersenyum samar,rupanya calon istrinya itu sedang melamun.apalagi saat salah tingkah karena salah penyebutan panggilan.ada-ada saja kelakuan orangtuanya.

     Tak lama Revan melihat tangan Radini terulur di depannya,revan memperhatikan dini yang memakai gaun berwarna pink dengan panjang tangan sampai siku,dan rambutnya yang lurus bergelombang dibiarkan tergerai indah,CANTIK adalah satu kata yang bisa diucapkan didalam hatinya. disusul dengan suara teriakan yang menggemaskan.

     "Kok pak Revan ada disini!!!"

     Revan melihat wajah merona dini yang ditegur oleh dino abangnya.rona merah itu membuat dini semakin terlihat cantik.Revan menyambut uluran tangan dini.

     "Revan Atmadja,calon suami kamu"ucap Revan menekankan kata calon suami.

     Dan lihat sekarang mulut dini terbuka,sepertinya dia shock.Dini terlihat sangat lucu dimata Revan.

     Ingin Revan tertawa melihat wajah calon istrinya itu.Tapi Revan menahan diri supaya tidak mempermalukan dirinya sendiri.wajahnya langsung dibuat datar lagi.

     "Baiklah berhubung kedua keluarga sudah berkumpul,kita mulai saja pembicaraan ini"ayah Revan memulai pembicaraan.

     Semua langsung berdiam diri,mendengar lanjutan kata dari vano,ayah Revan.

     "Ananda Radini,ayah mewakili Revan ingin melamar kamu untuk menjadi istri Revan,apa ananda bersedia?"tanya ayah vano.

     Dini hanya bisa terdiam menundukkan wajahnya.tangannya memilin sisi gaun yang melekat ditubuhnya.

     Mama ira cemas menunggu jawaban dini.tapi dini hanya terdiam,dia bingung harus memberi jawaban seperti apa.

     Satu sisi dia ingin membahagiakan orangtuanya,tp di sisi lain dia juga ingin menikah dengan orang yang dicintainya.

     Tiba-tiba Revan bersuara."Maaf semuanya,apa boleh Revan berbincang sebentar dengan Radini?"tanya Revan.

     "Tentu saja.silahkan nak Revan"jawab mama ira.

     Revan berdiri disusul oleh dini,mereka berjalan menuju taman restoran.disana mereka duduk dibangku panjang menghadap ke arah air mancur yang terlihat sangat indah.

     "Apa yang kamu pikirkan sekarang?"tanya Revan.

     "Entahlah,saya bingung.disatu sisi saya ingin membahagiakan keluarga saya,tapi disisi lain saya ingin menikah dengan orang yang saya cintai".jawab dini setelah lama terdiam.

     "Apa ada seseorang yang kamu cintai saat ini?"tanya Revan lagi.
"Atau ada seseorang yang kamu tunggu,mungkin masa lalu kamu?"lanjutnya.

     "Tidak ada.saya tidak pernah pacaran atau sedang menunggu seseorang.dan sampai saat ini saya tidak pernah jatuh cinta pada siapapun"jawab dini lagi.

     "Jadi sekarang,apa yang kamu inginkan,atau kamu ingin menolak perjodohan ini?"

     "Apa tidak apa-apa jika saya menolaknya,kenapa tidak bapak saja yang membatalkan perjodohan ini?"tanya dini agak kesal dengan pertanyaan gurunya.

     "Saya tidak ingin mengecewakan orangtua saya"jawab Revan tegas.

     "Apa bapak tidak ingin menikah dengan orang yang bapak cintai?"tanya dini lagi.

     "Saya sama seperti kamu,saya tidak pernah pacaran atau jatuh cinta sama siapa pun".

     Setelah terdiam beberapa saat"bagaimana kalau kita mencobanya?"Revan memulai peruntungannya.

    Dini bingung dengan pertanyaan gurunya tersebut.
"Maksud bapak kita menerima perjodohan ini?"

     "Ya...kita bisa sama-sama berjuang untuk saling jatuh cinta.Saya yakin itu pasti tidak akan sulit"jelas Revan.

     "Apa bapak yakin?"tanya dini
"Maksudnya,saya tidak ingin bapak menyesal di kemudian hari,karena saya tidak bisa memasak,beberes rumah dan saya juga tidak pernah mencuci pakaian"lanjutnya.

     Revan tersenyum lembut,membuat dini terpana.seorang Revan Atmadja bisa tersenyum.pasti rosa dan dira akan terkejut.

     "Saya menikahi kamu untuk menjadi istri saya bukan untuk menjadi pembantu di rumah saya,lagi pula itu bukan masalah buat saya.karena dari kecil saya sudah biasa di layani oleh bibi yang ada di rumah"jelas Revan.

     "Apa yang bisa bapak janjikan untuk saya,kalau saya menerima perjodohan ini?"

     "Saya tidak bisa menjanjikan apapun,tapi saya akan berusaha untuk selalu membahagiakan kamu.Saya harap kamu juga melakukan hal yang sama".

     Dini terdiam memikirkan ucapan pak Revan,tidak ada salahnya jika dia mencobanya,lagipula dia juga ingin membahagiakan orangtuanya.

     Melihat pak Revan di luar sekolah,dini tidak bisa berbohong,pak Revan terlihat sangat tampan dengan pakaian semi formal yang melekat ditubuhnya.senyumnya tadi membuktikan bahwa pak Revan adalah sosok yang baik dan ramah.

     "Baiklah,mari kita sama-sama berjuang untuk saling jatuh cinta"ucap dini cepat dengan wajah yang merah merona.

    Dini dengan cepat menundukkan wajahnya.semburat merah itu membuat Revan semakin terpukau dengan kecantikan dini.

     "Bagaimana dia bisa menolak pesona seorang Radini,yang ada dia semakin jatuh ke dalam pesanannya.mungkin kalau sudah menjadi istrinya,Revan akan menyekap dini hanya untuk dirinya seorang"gumam Revan dalam hati.

     Revan jadi tidak sabar menunggu hari dimana dini menjadi istrinya.





Terima kasih sudah mampir di ceritanya aku.

Jangan lupa pencet bintang dan comment yang membangun.

    

    



    

My Husband,my Teachers (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang