Maaf,typo bertebaran!!!
Happy reading:-)
Revan tak menyangka pernikahannya dengan dini akan sebahagia ini.pafahal dulu mereka adalah dua orang manusia yang tak saling mencintai bahkan hanya untuk berkenalan saja tak pernah terpikirkan oleh kedua.
Melihat dini tertidur dipelukannya adalah hal paling dia nantikan setiap malam.dini sekarang sudah menjadi sosok istri dan ibu yang sempurna untuknya.
Kekurangannya sudah tertutupi dengan kelebihan Revan, begitupun sebaliknya.dulu dini sangat hobi menghancurkan dapurnya,karena kejadian itu,sekarang dini tak pernah lagi masuk ke dapur untuk memasak.cukup dengan mengurusnya dan baby Arkana itu saja sudah membuat Revan bahagia.
Dini mulai menggeliat dalam tidur, matanya perlahan terbuka.dia menutupi sebagian wajahnya dengan selimut, karena malu di perhatikan oleh suaminya, apalagi mengingat kejadian panas mereka semalam.
"Gimana tidurnya semalam nyenyak?"tanya Revan lembut.
Dini yang ditanya pun memilih tak menjawab dan menenggelamkan wajahnya di dada Revan.
"Kenapa,masih malu?"goda Revan.
Wajah dini sudah seperti kepiting rebus, Revan memang suka sekali menggodanya.
"Mas!!!jangan di tanya lagi.."Rajuk dini membuat Revan gemas.
Kadang Revan bingung sendiri dengan tingkah dini.mereka sudah menikah hampir dua tahun, bahkan sudah ada Arkana jagoan mereka.tapi dini masih malu-malu kalau dalam hal yang satu itu.padahal mereka sudah sering melihat tubuh polos masing-masing tapi memang dininya saja yang selalu bisa membuat Revan gemas setiap kali mereka melakukan hubungan suami istri.
Sekarang mereka sudah bersiap menuju rumah bunda Rita. mereka mau menitipkan Arkana selama dua hari,karena Revan ada seminar di puncak,jadi dia sekalian mengajak dini untuk berlibur.
Bunda Rita menyambut antusias kedatangan cucunya itu.
"Kalau gitu Revan pergi dulu yaa ma,jangan lupa jagain tu cucunya."pesan Revan pada bundanya.
"Tenang aja, Arkana aman sama bunda."ucap bunda Rita dan heralih ke dini."sayang... jangan lupa buatkan cucu perempuan untuk bunda ya, yang cantik seperti kamu."goda bunda Rita dengan suara lirih,tapi dini dapat mendengar dengan jelas.
Wajah dini merekah mendengar godaan mertuanya.dan itu membuat Revan bertanya-tanya,apa yang dikatakan bunda pada istrinya.
Dalam perjalanan ke puncak Revan bertanya pada dini.
"Tadi bunda ngomong apa sama kamu ?"
Mendengar pertanyaan Revan membuat dini mengingat permintaan mertuanya tadi.
"Bunda minta cucu perempuan."jawab dini dengan wajah merah penuh malunya.
Revan yang mendengar itupun terkekeh,pasti tadi istrinya malu sekali.
"Emang mas mau nambah punya anak?"tanya dini hati-hati.
Revan menoleh ke arah dini sebentar dan kembali fokus mengemudikan mobilnya.
"Mas sih mau-mau aja,tapi semua keputusan mas serahin ke kamu.karena yang ngerasain sakit melahirkan itu kan kamu."
"Sewaktu Arkana lahir mas sampai frustasi ngelihat perjuangan kamu lahirin anak kita.jadi semuanya mas serahin ke kamu,"ucap Revan bijak.
Dini tersenyum bahagia,Revan sudah menjadi imam yang baik untuknya.dia juga sangat bertanggungjawab,jadi apa yang harus di takutkan?
"Okay,kita nambah satu lagi ya mas,biar bunda dan mama gak rebutan cucu."putus dini sambil mencairkan suasana serius yang tercipta tadi.
"Okay,mas ikut kamu aja sayang.karena cuma bisa bantu nanam benih aja."ucap Revan tertawa dengan ucapan frontal nya.
Lain lagi dengan dini yang refleks mencubit lengan suaminya itu.
MaLam ini Revan bermaksud untuk membuat kejutan candle dinner.revan sudah memesan ruang privat di restoran ternama.dia ingin berdua saja dengan istri cantiknya itu.
Dalam perjalanan Revan tak bisa untuk tidak melirik istrinya,malam ini dini terlihat sangat cantik dengan gaun malamnya yang berwarna pastel, warna yang sangat cocok untuk kulitnya yang putih.
Dini sejak tadi risih dengan lirikan Revan,dalam hati dia bertanya apa ada yang salah dengan dandanannya.
"Mas dandanan aku jelek yaa?"tanya dini dengan suara pelannya.
"Ah...gak kok."jawab Revan sekenanya.
"Tapi kok dari tadi mas ngelirik aku terus sih,sambil senyum-senyum lagi."dini menatap Revan tajam.
"Karena malam ini kamu terlihat cantik sekali.mas sampai gak percaya yang ada di sebelah mas ini istri mas."kekeh Revan.
"Jadi selama ini aku tu gak cantik?malam ini aja aku cantik?"ucap dini bersedih.
"Gak gitu sayang,kamu selalu cantik tapi malam ini cantiknya berlipat ganda."jawab Revan lembut.
Sampai di tujuan dini terperangah melihat ruangan yang sudah di hias dengan sangat cantik.
"Mas cantik banget!!!"seru dini."ini ide mas semua?"lanjut dini bertanya.
"Iya sayang,ini kejutan buat kamu."jawab Revan sambil memberikan sebuah buket bunga mawar merah kesukaannya.
"Makasih mas,ini cantik banget."dini berhambur memeluk suaminya.
Setelah itu mereka memulai makan malamnya sambil bercengkrama mesra.saat sedang memakan dessert dini merasakan benda keras di dalam dessert tersebut.penasaran dia pun melihat sebuah cincin bermatakan berlian,itu indah sekali.dini mengambilnya dan melihat Revan yang sedang tersenyum manis sekali.
"Apa ini juga kejutan?"tanya dini pada Revan sambil memperlihatkan cincin tersebut.
Revan menganggukkan kepalanya."mas pakaikan ya!!"
"Iya.."jawabnya dengan antusias.
Revan mengambil cincin tersebut dan mengajak dini berdiri berhadapan dengannya.
"Terimakasih karena sudah menyempurnakan hidup mas, memberikan cinta dan kasih sayang buat mas dan Arkana putra pertama kita.menjadi istri dan ibu yang baik untuk mas dan anak-anak kita nanti.mas bahagia bisa menjadi bagian dari hidup kamu.dan mas mohon jangan pernah berubah dan terus mencintai dan menyayangi kami semuanya."ucap Revan sambil memasukkan cincin di jari dini dan tak lupa satu kecupan hangat mendarat di keningnya.
Dini terharu bahagia sampai menitikkan air mata.
"Terimakasih juga untuk mas Revan yang udah sabar membimbing aku sampai aku jadi seperti sekarang.aku gak nyangka guruku bisa menjadi suamiku.tapi aku bahagia karena yang menjadi suami aku,kamu mas.terus bimbing aku dan jangan pernah bosan mendengar segala keluh kesah aku.ksmu suami dan ayah terhebat untukku dan Arkana juga anak-anak kita nanti."balas dini sambil memeluk erat suaminya itu.
Malam ini menjadi malam yang paling membahagiakan untuk mereka...
The end
Terimakasih buat semua yang udah mau membaca cerita ini.
Mohon maaf kalau endingnya kurang memuaskan!!
Jangan lupa pencet bintang dan coment yang membangun!!
Trims:-)
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband,my Teachers (End)
Teen Fiction(Cover di ambil di pinterest) "dijodohin ma,tp aku kan masih sekolah ma,masa aku nikah sekarang seh,belum lagi kuliah".Dini berusaha untuk menolak rencana perjodohan ini. "ini sudah menjadi keputusan mama dan papa,dan gak bisa d ganggu gugat".kekeh...
