Bab I

3K 399 81
                                        

--------------------------------------------------

Sorry for typos and happy reading.

--------------------------------------------------

- 1 -

Bae Suzy duduk tenang di atas kursi sofa di sudut kamar, memegang sebuah buku tebal dengan mata tertuju pada halaman yang terbuka. Secangkir teh melati menemani, helai demi helai halaman terlewati membuat teh yang awalnya hangat berubah menjadi dingin. Meski demikian, sang pemilik masih enggan berpaling dari apa yang ia baca.

Tok.

Tok.

Tok.

Bunyi ketukan di pintu kayu akhirnya berhasil membuat ia tak lagi menatap buku. Kepala wanita itu terangkat, melihat ke arah pintu tanpa benar-benar bergerak sama sekali.

Ketukan kembali terdengar, kali ini hanya satu ketukan, kemudian pintu terbuka, menampilkan seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan.

Saat pelayan itu melangkah melewati daun pintu yang terbuka, Suzy menutup buku tapi masih diam di posisi. "Tuan meminta nona menemuinya di ruang baca." Pelayan itu bicara sopan dengan postur yang sedikit membungkuk.

"Begitu?" Cangkir teh itu akhirnya mempunyai teman, Suzy meletakkan buku bacaannya di sana sembari berdiri.

"Aku akan turun sebentar lagi." Saat Suzy bicara demikian, pelayan itu melangkah mundur, kembali melewati daun pintu dan menutupnya teramat pelan.

Ditinggal pergi pelayan, Suzy meraih jubah tidurnya yang berbahan satin, melingkupi tubuh dengan itu lalu mengikat tali tidak terlalu erat. Sang ayah memanggilnya selarut ini, sudah pasti ada hal yang mendesak.

Ayah Suzy ―Bae Hyun Joo― adalah pendiri Naver Corporation, sekarang dia telah pensiun, tapi tetap menjadi pemilik serta investor terbesar. Suzy mengikuti jejak ayahnya setelah menamatkan pendidikan S2 beberapa tahun lalu, dia bekerja di Naver sebagai CEO. Meski masih terbilang cukup muda, Suzy membuktikan kinerja baiknya dengan berhasil ditunjuk sebagai CEO oleh Dewan Komisaris.

-oOo-

"K&K? Law firm?"

Kartu nama itu berhasil sampai di tangan Suzy, di baca oleh wanita itu dengan kening yang agak berkerut. Dia tidak mengerti kenapa ayahnya memberikan kartu nama itu sesampainya ia di ruang baca yang ada di lantai satu.

"Myungsoo Kim." Suzy lanjut membaca, menyebutkan sebuah nama yang menjadi pemilik kartu nama di tangannya sekarang. Suzy menatap ayahnya kemudian, masih tidak mengerti. Apakah mereka terkena suatu kasus hingga membutuhkan bantuan seseorang dari firma hukum?

"Kau ingat paman Yun Seok?"

Suzy berpikir sebentar, lalu mengangguk. Kim Yun Seok adalah teman dekat ayahnya dulu, seorang hakim tapi sekarang Suzy tidak tau apa kegiatannya karena tidak pernah lagi bertemu.

"Myungsoo adalah anak paman Kim." Suzy melihat kartu nama itu lagi, "beberapa minggu yang lalu ayah bertemu dengannya, dan hari ini dia mengirimkan proposal."

Kening Suzy kembali berkerut, kali ini tidak menatap ayahnya, melainkan sang ibu. Mereka bertiga di ruang baca sang ayah, di larut malam dengan pakaian tidur.

"Proposal?" Suzy beralih menatap sang ayah.

"Mereka mengajukan proposal pernikahan."

"Untukku?" Suzy kembali menatap sang ibu, ibunya mengangguk. Saat Suzy kembali beralih menatap sang ayah, pria itu menyondorkan sesuatu padanya.

Complete Me [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang