--------------------------------------------------
Sorry for typos and happy reading.
--------------------------------------------------
- 26 -
Kim Hye Eun sudah merasa pusing dari tadi sore, dia mencoba menahan hingga akhirnya menyerah. Sekarang, dia berada di dapur, baru saja selesai menelan sebutir pil sakit kepala yang ia ambil dari kotak obat. Wanita paruh baya tersebut baru selesai melakukan itu ketika menangkap sosok Suzy baru pulang.
"Ibu." Anaknya itu tersenyum manis, mendekati Hye Eun dengan langkah kaki besar. Dia langsung memeluk sang ibu ketika posisi mereka semakin dekat. Kini benar-benar tanpa jarak.
Hye Eun tentu saja heran, kenapa Suzy tiba-tiba memeluknya; seerat ini.
Namun, dia menahan rasa penasarannya. Alih-alih bertanya ada apa, dia memeluk sang putri sematawayang semakin erat. Bahkan mengusap punggungnya turun naik. Suzy tampak nyaman, terbukti dengan pelukan mereka yang semakin erat.
Helaan napas berat Suzy dapat ditangkap oleh Hye Eun dengan jelas, dia masih tidak bertanya, terus mengusap punggung.
"Ibu," Suzy memanggil lembut, "aku baru saja melakukan hal yang sangat memalukan." Alasan Hye Eun tidak bertanya adalah karena dia tau Suzy pasti akan bercerita sendiri jika memang hal itu bisa dibagi. Dia tidak pernah memaksa Suzy untuk bercerita, apapun itu. Tidak ingin membuat Suzy semakin tertekan, sang anak perempuan sudah cukup tertekan karena masalah pekerjaan.
"Aku tidak tau kenapa aku melakukannya.'" Hye Eun melonggarkan pelukan, dia menyentuh kedua sisi samping bahu Suzy dengan kedua tangannya. Wanita paruh baya itu menatap sang anak, "itu sangat memalukan sekali." Suzy lanjut bicara, menatap sang ibu dengan wajah yang terlihat menyesal. Seketika Hye Eun penasaran, hal memalukan apa yang sang anak lakukan hingga dia begini?
"Ibu." Suzy kembali memeluk sang ibu, dia memeluk tubuh hangat itu semakin erat. Ketika ia memejamkan mata, entah kenapa malah wajah Myungsoo yang muncul di benak. Suzy meringis malu, dia seharusnya tidak meminta Myungsoo memeluknya. Kalau sudah begini, bagaimana dia bisa bertemu dengan Myungsoo lagi?
Setelah pelukan mereka terlepas dan keduanya kembali ke mobil, Suzy mencoba untuk bersikap setenang mungkin, sebiasa yang ia bisa. Dan― dia benar-benar bisa melakukan itu meski batinnya memberontak penuh penyesalan. Kenapa dia meminta di peluk? Dia pasti sudah gila! Ayahnya akan melempar pot bunga hias di ruang baca kalau saja ia tahu.
Mati aku.
-oOo-
Jika biasanya Tae Oh yang mengunjungi ruangan Myungsoo di pagi hari, sekarang malah sebaliknya. Myungsoo memasuki ruang Tae Oh, menyalakan mesin kopi pria itu dan membuat secangkir kopi. Kurang ajar karena dia membuat satu, padahal ada yang punya ruangan di sana.
"Agh, aku ada rapat tentang kasus penting sebentar lagi, tapi malah tidak tidur nyenyak tadi malam." Pria Kim itu mengeluh bahkan ketika Tae Oh tidak bertanya. Pria bermarga Kang yang sudah lama menjadi teman Myungsoo itu duduk di kursi kerjanya, menatap nanar Myungsoo yang dengan seenak jidat duduk santai di sofa dengan kaki terangkat.
"Ini cangkir kopi ketigaku pagi ini, aduh, kepalaku pusing." Dia masih mengeluh, sesekali menyesap kopi membuat Tae Oh menghela napas kecil. Akhirnya pria Kang itu berdiri dari kursi kekuasaan, dia mendekati sofa dan menatap Myungsoo.
"Dari kalimatmu tadi― kau bilang tidak tidur nyenyak, itu artinya bukan tentang pekerjaan." Tae Oh bicara seakan dia adalah seorang detektif yang sedang membuat penilaian tentang pelaku. "Kalau masalah pekerjaan, kau pasti tidak akan tidur. Kalau kau sudah mencoba tidur―" mata Tae Oh menyipit, "kau buat masalah apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Complete Me [END]
FanficBae Suzy merasa telah memiliki segalanya, latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, pekerjaan sampai penampilan, dia tidak pernah merasa kurang. Sedangkan Kim Myungsoo, dia bisa memiliki segala yang ia inginkan, uang, teman, wanita. Tapi―...
![Complete Me [END]](https://img.wattpad.com/cover/258505404-64-k92720.jpg)