--------------------------------------------------
Sorry for typos and happy reading.
--------------------------------------------------
- 3 -
Suzy berakhir di bar bersama dengan Myungsoo. Pria yang tampak kesal setelah perbincangan singkat mereka itu mengajaknya untuk minum di bar yang berada di lantai dasar gedung restoran tempat mereka tadi makan malam. Suzy yang merasa ini adalah terakhirnya dia berhubungan dengan Myungsoo jelas mengiyakan, tidak sopan menolak setelah membuat pria itu menahan kesal; setidaknya dia harus menemani Myungsoo minum. Segelas atau dua gelas.
"Sudah kuduga ini tidak akan berjalan baik. Seharusnya aku tidak datang." Suzy hanya memainkan bibir gelas miliknya ketika Myungsoo meneguk isi gelas untuk yang kedua kalinya setelah mereka berhasil duduk di kursi bar.
"Bagaimana mungkin aku membiarkan seorang wanita merendahkan aku seperti tadi, benar-benar keterlaluan." Myungsoo mengomel tentang Suzy di depan orangnya langsung, "apa kau tau?" Myungsoo menatap Suzy setelah mengisi gelas kosongnya, "aku benar-benar tersinggung dengan kalimatmu. Semua kalimatmu."
Suzy mengangguk, dia jelas tau bahwa Myungsoo tersinggung dan merasa kesal karenanya.
"Memangnya kenapa kalau aku banyak dekat dengan wanita?" Myungsoo menarik kursinya agar semakin dekat dengan Suzy, tapi wanita Bae itu tidak takut, dia tetap duduk tenang meski jarak diantara mereka agak menipis.
"Dekat dengan main-main itu berbeda, sangat berbeda."
"Siapa bilang aku main-main?"
Suzy menatap Myungsoo, "jadi kau tidak main-main?"
"Tentu saja tidak."
"Kalau begitu kau serius dengan banyak wanita diwaktu yang hampir bersamaan? Wow, amazing." Meskipun kalimatnya terdengar memuji, tapi wajah Suzy tidak menggambarkan itu sama sekali, wanita Bae itu masih belum menyentuh minumannya meski sudah terisi sedari tadi.
"Kau benar-benar merendahkanku, ya?" Myungsoo semakin menatap lekat Suzy, berharap bisa membuat Suzy salah tingkah dengan tatapan tajamnya tapi tidak kejadian. Suzy terlihat biasa.
"Tidak juga."
Myungsoo tidak merespon, tapi tetap menatap dalam.
"Aku tidak berhak menilai hidup orang lain apa lagi merendahkannya, itu jalan hidupmu, aku mengatakannya bukan untuk mengkritik, tapi hanya menjawab dengan jujur orang seperti apa kau dimataku. Kau sendiri yang bertanya."
Saat Myungsoo menenggak gelas ketiganya, Suzy lanjut berucap― "melihat dari banyaknya rumor yang beredar tentangmu, aku pikir kau tidak peduli dengan apa pendapat orang. Tapi sepertinya aku salah, kau baru saja tersinggung karena ucapanku, artinya kau peduli tentang pendapat orang lain tentangmu."
Myungsoo menatap Suzy lagi, "aku sebenarnya tidak peduli. Tapi ini pertama kalinya seseorang mengatakan hal itu secara langsung padaku, tepat di depan batang hidungku." Dia menunjuk hidung mancungnya berulang, lalu menghela napas.
Ya― Myungsoo tau dia hidup dengan bebas, bermain dengan teman-temannya, pesta tanpa henti dan terus di temani wanita yang berbeda setiap saat. Rumor jelek tentangnya banyak beredar dan dia tidak peduli tentang itu, teman-temannya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Tapi, hari ini, seorang wanita yang baru dia kenal menyinggung masalah itu, menekankan 'kebebasannya' dalam konotasi yang agak negatif mungkin membuat hatinya tersentil.
"Aku rasa orangtuamu pasti pernah mengatakan itu secara langsung seperti yang aku katakan, apakah tidak?"
Untuk kesekian kalinya wanita itu menyerangnya dengan fakta lain yang tak ia sadari. Orangtuanya jelas mengatakan hal itu secara langsung di hadapannya, sang ibu bahkan melemparinya garam agar menghilangkan nasib buruk, tapi kenapa itu tidak masuk hitungan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Complete Me [END]
FanfictionBae Suzy merasa telah memiliki segalanya, latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, pekerjaan sampai penampilan, dia tidak pernah merasa kurang. Sedangkan Kim Myungsoo, dia bisa memiliki segala yang ia inginkan, uang, teman, wanita. Tapi―...
![Complete Me [END]](https://img.wattpad.com/cover/258505404-64-k92720.jpg)