--------------------------------------------------
Sorry for typos and happy reading.
--------------------------------------------------
- 5 -
Myungsoo hidup terpisah dari kedua orangtuanya. Alih-alih tinggal di rumah besar keluarga Kim, dia sudah lama pindah ke sebuah apartemen yang terletak tidak jauh dari kantor tempat ia berkerja. Jarak hanyalah alasan yang ia buat agar bisa hidup mandiri.
Sepulangnya dari club yang di kelola oleh salah satu teman; Jang Dongwoo, Myungsoo langsung menjatuhkan dirinya ke ranjang, tanpa membersihkan diri terlebih dahulu. Pria itu menghela napas pelan dengan tangan yang menutupi mata, dia memikirkan kejadian yang belum lama terjadi.
"Benar-benar aneh, kenapa aku tiba-tiba memikirkannya?" Dia masih heran dengan apa yang terjadi, saat suara Suzy terlintas dan mengganggu momen yang berusaha dia ciptakan. Myungsoo biasanya tidak memberi ruang untuk kritik orang lain terhadap kehidupan pribadinya.
Myungsoo bangkit, "aku pasti terlalu marah pada wanita itu, makanya hal seperti tadi terjadi." Dia mencoba untuk menenangkan diri dengan hipotesa yang ia susun sendiri.
"Benar, pasti begitu." Sang pria mengepalkan tangan, sudah sangat puas dengan pemikirannya barusan. "Baiklah, itu bukan apa-apa Myungsoo." Dia memang biasa bicara sendiri, "sekarang mandi, saatnya memenangkan diri dan pergi tidur." Senyuman kembali terbit di wajah yang sebelumnya tampak lemah. Dia akhirnya bisa mengontrol emosinya sendiri.
-oOo-
Pagi itu suasana hati Myungsoo sudah membaik, dia tersenyum penuh pesona seperti biasanya di sepanjang jalan menuju ruangan. Namun suasana hati yang bagus tersebut langsung berubah ketika Kang Tae Oh menyebutkan nama Suzy dengan santai ketika mereka bertemu.
"Kapan kau akan bertemu dengan Bae Suzy lagi?"
Ekspresi wajah Myungsoo langsung berubah mendung, "aku tidak akan pernah bertemu dengan wanita itu lagi." Menjawab dengan judes membuat Tae Oh yang sedang melihat cairan kopi di dalam gelasnya langsung berpaling, "kenapa? Bukannya semalam kalian bertemu? Kau jadi pergi menemuinya, kan?"
Myungsoo menghela napas, "aku yakin dia akan melajang seumur hidupnya. Siapa yang mau menikah dengan wanita kolot sepertinya." Berkomentar dengan wajah yang benar-benar judes, pria itu malah terkesan sedang menyumpahi Bae Suzy.
"Ada apa denganmu?" Tae Oh heran, kenapa Myungsoo sangat sensitif?
"Terjadi sesuatu lagi semalam?"
"Pokoknya, jangan sebut namanya lagi. Aku tidak akan bertemu dengannya, dan pertemuan kami sebelum ini anggap saja tidak pernah terjadi." Myungsoo meletakkan gelas kopinya ke atas meja, lalu pria itu bergerak menuju meja kerjanya, pertanda bahwa dia tak ingin membahas hal itu lagi bersama Tae Oh.
Berbanding terbalik dengan Myungsoo yang berubah serius, Tae Oh malah terkekeh― "entah apa yang terjadi padamu di pertemuan kalian, tapi bagiku Suzy pasti mengatakan hal yang benar adanya hingga kau ingin melupakan itu semua."
Myungsoo mengerling, mengabaikan berkasnya dan menatap Tae Oh.
"Jika sesuatu itu benar dan kau tidak ingin mengakuinya, saat itu lah kau terpengaruh. Begitulah Kim Myungsoo yang aku kenal." Tambah Tae Oh, menunjuk Myungsoo dengan wajah yakin. Dia kenal Myungsoo dari kecil, meskipun keduanya memiliki banyak perbedaan, pertemanan mereka berlangsung sangat lama.
"Kau ini bicara apa?" Myungsoo berdecih, tak setuju.
"Sudahlah kalau tidak mau dengar, aku keluar."
KAMU SEDANG MEMBACA
Complete Me [END]
FanfictionBae Suzy merasa telah memiliki segalanya, latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, pekerjaan sampai penampilan, dia tidak pernah merasa kurang. Sedangkan Kim Myungsoo, dia bisa memiliki segala yang ia inginkan, uang, teman, wanita. Tapi―...
![Complete Me [END]](https://img.wattpad.com/cover/258505404-64-k92720.jpg)