Bab II

1.8K 392 104
                                        

--------------------------------------------------

Sorry for typos and happy reading.

--------------------------------------------------

- 2 -

Sejak kecil, Bae Suzy hidup dalam aturan. Apa yang harus dia pelajari, siapa yang harus menjadi temannya, tempat yang pantas dia datangi sampai apa yang boleh ia makan; ada aturan untuk semua itu. Karena itu, Suzy tak terlalu terkejut jika dia dijodohkan dengan seseorang, dia sudah yakin bahwa pasangannya pun pasti akan ditentukan oleh sang ayah. Namun― satu hal yang membuat Suzy terkejut adalah kandidat yang ayahnya pilih.

"Memangnya dia kenapa?" Stephanie Lee yang mengunjungi Suzy siang itu menaikkan sebelah alisnya ketika Suzy bercerita tentang kandidat orang yang akan menjadi lelaki masa depannya tersebut.

"Bukannya kau sudah lama menunggu pria yang akan ditunjuk olehnya untukmu?"

Suzy menyilangkan kaki, menindih kaki kiri dengan kaki kanan. Memang benar bahwa dia sudah lama menunggu pria yang dipilihkan oleh sang ayah untuknya, Suzy percaya apapun pilihan ayahnya untuk dirinya adalah yang terbaik. Pilihan sang ayah tidak pernah salah sampai sekarang, karena sang ayahlah dia bisa sesukses sekarang di usia muda. Suzy percaya ayahnya seratus persen, lebih dari apapun.

"Kau sampai tidak pernah berkencan menunggu pria pilihan ayahmu." Tambah Stephanie kemudian, dia salut dengan Suzy yang selalu mematuhi sang ayah. Bagi Suzy ayahnya adalah aturan yang paling mutlak.

"Aku tau," dia mengangguk singkat, "hanya saja ini tidak seperti yang aku harapkan." Suzy mengangkat kedua bahunya tak paham, untuk pertama kalinya dia meragukan pilihan sang ayah. Kim Myungsoo, pria itu tidak seperti apa yang ia bayangkan. Sesuatu terasa salah tentang pria itu.

"Memangnya dia kenapa?" Tanya Stephanie lagi, Suzy belum menjelaskan kenapa dia ragu akan Kim Myungsoo. Setau Stephanie K&K adalah firma hukum terbaik di Korea, pria Kim itu tampaknya sukses dibidang yang ia geluti.

"Hanya tidak sesuai harapanku."

Jawaban sekenanya dari Suzy membuat Stephanie tertawa kecil, "kenapa? Kau mengharapkan seseorang seperti CTO Nam Joo Hyuk?" goda wanita Lee itu, membuat senyuman kecil terbit di wajah Suzy.

"Berhenti menggodaku."

"Kenapa? Senyumanmu mencurigakan."

Suzy tertawa, "kau hanya akan membuat orang-orang bergosip."

"Tenang saja." Stephanie menepuk lutut Suzy, "tidak ada yang tau bahwa kau tertarik padanya, atau dia yang juga tertarik padamu."

"Ugh, stop it."

Putaran mata Suzy membuat Stephanie tertawa lepas, dia suka menggoda wanita Bae itu. Sebagai satu-satunya teman dekat Suzy, tentu saja dia berharap Suzy tidak hanya fokus pada pekerjaan dan hanya pekerjaan, wanita itu perlu berkencan.

-oOo-

Kang Tae Oh menatap tak percaya Myungsoo, "maksudmu Suzy? Bae Suzy dari Naver?" dia mengulangi kalimat tanya itu sebanyak dua kali, tidak percaya dengan pendengarannya sendiri. Myungsoo baru saja mengatakan bahwa dia akan makan malam dengan wanita pilihan keluarganya dan wanita itu adalah Bae Suzy.

Myungsoo tidak tau nama wanita Bae itu cukup familiar di telinga orang-orang sekitar, aneh rasanya dia baru tau tentang wanita itu sekarang di saat teman-temannya sudah kenal. Kenapa bisa begitu?

"Hahaha, wajahmu lucu sekali." Myungsoo malah mengejek Tae Oh yang memasang wajah terkejut. Siapa yang tidak terkejut, Bae Suzy adalah CEO muda dari Naver Corporation; portal web terbaik di Korea.

Complete Me [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang