Cover: pinterest
SUDAH TAMAT DAN PART MASIH LENGKAP:)
Kisah ini menceritakan tentang ambisi besar seorang wanita bernama Bae irene yang mengejar seorang pria bernama Kim Taehyung mantan kekasihnya yang telah ia selingkuhi 4 tahun yang lalu. Karna...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Taehyung mengerjabkan matanya berkali-kali, matanya mencoba menetralisir cahaya disekitarnya, kepala nya sangat pusing sekali.
"Taehyung gwenchana?"tanya Jimin.
Taehyung memijit pelan dahinya, laki-laki itu bangun dan menyandarkan kepalanya dikepala sofa.
"Jimin? Sejak kapan kau disini?"tanya Taehyung.
"Sejak kau pingsan,"jawab Jimin.
Tak lama Jisoo masuk dengan segelas air putih, gadis itu memberikan gelasnya pada tuannya.
"Minum dulu tuan."ucap Jisoo,bodoamat dengan Taehyung-ssi.
Taehyung meneguk sedikit air putih yang diberikan Jisoo, "terimakasih." Jisoo tersenyum.
"Tuan tidak apa-apa?"tanya Jisoo.
"Aku baik-baik saja."jawab Taehyung.
"Tae ada yang ingin kau ceritakan padaku? Kau tadi sangat ketakutan dan panik, aku khawatir padamu tae."ucap Jimin.
"Aku tidak apa-apa Jimin, hanya saja-aku kau pasti tau kenapa aku seperti itu,"lirih Taehyung.
Jimin duduk disamping Taehyung, Jimin menatap Jisoo dengan kode " Tinggalkan kami berdua" Jisoo mengerti dan langsung saja keluar dari ruangan Taehyung.
"Tae kau pasti merasa bersalah pada Sehun, jadi kau seperti ini ketakutan dan panik saat kau ingat tentangnya. Aku mengerti, kata dokter kalau kau ingin menghilangkan rasa serangan panik mu, kau harus ke psikiater."ucap Jimin.
"Psikiater?"tanya Taehyung.
"Iya tae, hanya itu pengobatan satu-satunya yang bisa kau jalani. Setidaknya kau harus coba pergi ke psikiater."jawab Jimin.
"Tapi Jim-aku tidak gila."kata Taehyung.
"Tae tidak semua yang mengunjungi psikiater itu gila, kau hanya perlu ke psikiater ceritakan apa yang kau rasakan, semoga memang ini jalanmu untuk sembuh dari traumamu."ucap Jimin mencoba untuk meyakinkan sahabatnya. Jujur Jimin juga tidak tega melihat sahabatnya seperti ini, bahkan sampai harus ke psikiater.
"Baiklah aku akan pikirkan dulu."ucap Taehyung.
Jimin mengusap pundak Taehyung,"Tadinya aku kesini ingin membicarakan kerjasama kita, tapi melihatmu seperti ini aku tidak tega, lain kali saja kita bicarakan,"ucap Jimin.
"Mianhae Jimin."
"Tak apa, kau sudah baik-baik saja kan? Aku ada janji dengan Rose siang ini maaf tidak bisa menemanimu."ucap Jimin.
"Tak apa Jimin-ah terimakasih sudah datang diwaktu yang tepat."ucap Taehyung.
Jimin mengangguk lalu memeluk Taehyung apa laki-laki.