Chapter 24

2.8K 380 27
                                        


Jangan lupa vote dan komen💜

Jangan lupa vote dan komen💜

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Anyeong 💜 Nyongan💜

Taehyung melepaskan pelukan Irene, ia menatap Irene, "tapi itu dulu."ucap Taehyung.

"Sekarang kau tidak sayang padaku Tae? Apa secepat itu?"tanya Irene.

"Tidak. Bagiku semuanya sudah berakhir. Kau masalalu ku, dan sekaligus masa-masa kelam dalam hidupku. Aku tidak mungkin melupakan kejadian itu begitu saja."jawab Taehyung.

"Tae semuanya sudah berlalu, apa tidak ada kesempatan untukku? Aku sangat mencintaimu Tae. Aku sudah berubah!"kata Irene.

"Rene, kau harusnya sudah mengenalku. Aku paling tidak suka dikhianati dan dibohongi dan kau telah melakukan keduanya padaku. Apa pantas kau mendapatkan kesempatan kedua? Bagiku tidak. Karna seorang penghianat akan terus menjadi penghianat."ucap Taehyung.

"Aku tau aku memang penghianat tapi aku akan berubah Tae, percayalah."

Taehyung menggeleng, "pergilah dari ruangan ku Rene."

"Tapi tae aku mohon,"

"Cinta tidak bisa dipaksakan Irene! Aku sudah tidak mencintaimu camkan itu!"ucap Taehyung penuh penekanan.

Irene langsung mengambil tasnya dan keluar dari ruangan Taehyung, gadis itu kesal sekaligus marah karna usahanya tetap sama, tidak merubah apapun. Taehyung baik padanya karna Taehyung kasian dengan penyakit pura-pura Irene. Irene menyerah?  Tentu tidak. Bahkan Irene akan memikirkan cara lain agar Taehyung kembali ke pelukannya.

Taehyung mengusap rambutnya gusar, ia keluar dari ruangannya melihat kearah kanan  diatas tempat sampah ada paperback warna ungu. Taehyung mengangkat alisnya bingung.

"Siapa yang menyimpan paperback disini?"tanya Taehyung.

Taehyung memanggil Ji-yoon lalu Ji-yoon menghampiri Taehyung.

"Ada apa tuan?"tanya Ji-yoon.

"Kau tau siapa yang menyimpan paperback disini?"tanya Taehyung.

"Tidak tuan, tadi saya baru saja dari toilet."jawab Ji-yoon.

"Kau bawalah paperback ini, dan ambil juga paperback yang ada diruanganku. Semua itu untuk mu."ucap Taehyung.

"Baik tuan, terimakasih."

Taehyung mengangguk, laki-laki harus cepat bergegas menemui ketiga temannya untuk membicarakan kerjasama mereka.

***

Jisoo duduk lemas diatas atap gedung, entah kenapa gadis itu ingin duduk diatas Gedung. Apakah Jisoo akan bunuh diri? Tentu saja tidak. Jisoo hanya butuh ketenangan untuk meredakan sakit hatinya.

Banyak sekali pertanyaan yang bersarang dipikirannya apakah ia harus keluar dari rumah Taehyung?  Jadi selama ini Taehyung menganggap nya apa?  Apakah Jisoo hanya pelampiasan Taehyung?  Jisoo mengacak rambutnya gusar.

Playing With Fire (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang