Aaron segera membawa Aeleen menjauh dari tempat keluarga kaisar. Walau begitu bukan berarti mereka pergi cukup jauh dari keluarga kaisar.
Aaron tidak ingin keluarga kaisar merusak atau mengambil sesuatu di rumah kaca ini saja kok. Ia hanya waspada walau kemungkinan itu terjadi bahkan hampir tidak mungkin.
"Kenapa kau menghentikan ku Aaron?" Tanya Aeleen kebingungan dengan tingkah kakaknya.
"Aku tau kita memang ingin menendang mereka. Tapi jangan katakan hal seperti itu kepada mereka Aeleen."
Aeleen masih menatap bingung sang kakak, "kenapa? Tatapan mata mereka memang minta di tendang kan? Kakak juga pasti ingin melakukannya kan?"
Aaron menghela nafas sebelum menepuk puncak kepala Aeleen beberapa kali, "Aeleen. Jangan katakan itu saat seperti ini ... Kalau nanti mereka marah dan merusak rumah kaca kita bagaimana?"
Tik
Tik
Tik
"... Kau memang kakak ku~" ucap Aeleen dengan ekspresi sangat bahagia yang membuat Aaron menghela nafas.
"Jangan mengatakan hal-hal yang bisa merusak rumah ini ya?"
"Siap!!"
Melihat pose hormat Aeleen membuat Aaron speechless seketika. Ia menghela nafas dan kembali menarik Aeleen untuk kembali ketempat mereka tadi.
"Habis..." Gumam Aeleen begitu melihat cemilan yang mereka sajikan sudah habis.
Aaron juga ikut melihat piring kosong itu sebelum menoleh ke arah seorang pemuda berambut pirang yang tengah memakan kue terakhir.
"...."
Aeleen dan Aaron saling bertatapan sebelum akhirnya Aaron memberikan isyarat kearah Tia untuk membawa cemilan lagi.
"Sepertinya anda sangat menyukai cemilan nya pangeran kedua." Aeleen mengatakan itu dengan senyum formal di wajahnya.
Sementara Austyn yang mendengar itu cukup tersentak namun ia berhasil untuk tidak tersedak.
"Ya ....kue nya bisa dimakan ... Ta-tapi masih kalah dengan kue-kue yang aku sajikan." Austyn mengatakan itu dengan memandang kearah lain.
Aeleen menatapnya bingung dan dengan mata polosnya ia bertanya, "maksudnya kue nya gak enak ya. Lalu kenapa pangeran menghabiskan kuenya kalau tidak enak?"
Austyn gelagapan, "karena itu sayang kalau kue gagal itu di buang."
"Eh, tapi saat (name) mencobanya katanya kue nya sangat enak. Aaron, mungkin lain kali kita tidak usah membuat cemilan itu lagi untuk keluarga kaisar. Selera mereka berbeda dengan kita."
Aaron yang mendengar itu kebingungan, sejak kapan adiknya bisa berakting seperti anak polos yang licik ini?
"Ya, kita bisa membuat kue itu untuk (•name•) dan yang lainya." Walau begitu, Aaron tetap mengikuti alur yang di buat oleh Aeleen.
"Ka-kalian yang membuatnya?" Tanya Ayla yang diangguki oleh Aeleen.
"Iya, walau di bantu sih."
("Akting yang bagus Aeleen.")
("Hehehe, terimakasih")
Aeleen mengangkat alisnya saat melihat keluarga kaisar terdiam kaku. Ia melirik Aaron sebentar sebelum kembali melihat kearah keluarga kaisar.
"... Katakan saja." Aaron berujar tiba-tiba yang membuat semua perhatian terarah kepadanya.
"Katakan apa?" Tanya kaisar sedikit mengernyit mendengar nadà suara Aaron yang tampak bosan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Si Kembar Antagonis || The Antagonistic Twins
Fantasykedua anak kembar yang baru berusia 16 tahun tiba-tiba mati secara misterius dan terlempar ke dunia dimana hal yang pertama kali mereka lihat adalah sebuah hutan. apakah keduanya bisa keluar dari hutan itu? dan apa yang akan terjadi jika mereka ber...
