13: pertandingan antar dua pangeran

2K 286 6
                                        

Aaron pov.

2 Minggu terlewati. Kini aku sedang berjalan menuju kearah taman dimana pertandingan akan diadakan.

Tak lupa dengan Aeleen yang terus menggenggam tanganku dengan sangat erat. Dia benar-benar tidak ingin mengizinkan ku untuk datang ke taman itu.

Aeolabi dan (•name•) juga mengikuti kami. Sementara Aoi dan Akari tiba-tiba menghilang entah kemana tadi pagi.

Kata (•name•), mereka berdua masuk kedalam kami. Entah masuk dalam artian bersembunyi di bayangan kami atau alam bawah sadar kami.

Aku tidak tau. Tapi aku takut Aoi akan keluar dan menyerang pangeran kedua.

Sebenarnya aku tidak keberatan ia menyerang pangeran kedua. Hanya saja itu akan membawaku ke kekalahan dan aku tidak menginginkan itu.

"Aeleen, jangan takut. Aku akan baik-baik saja." Aku berusaha menghiburnya dan membuatnya percaya kepada ku.

Tapi itu semua tidak berhasil sama sekali.

"Aku tau. Tapi aku takut kau-"

Aku hanya tersenyum kearahnya, "aku akan baik-baik saja. Kau percaya pada ku kan?" Tanya ku sambil mengeratkan genggaman tangan ku padanya.

"... Berhati-hatilah."

"Tentu."

Saat sampai, kami disuguhkan dengan Padang rumput hijau yang sangat luas. Aku melihat sekitar dan menemukan bahwa bukan hanya keluarga kerajaan saja yang hadir. Melainkan beberapa bangsawan juga ikut hadir dalam acara ini.

Jumlah bangsawan ini lebih banyak dari yang aku ingat dalam cerita. Dan entah kenapa aku yakin ini sengaja.

Tapi maaf, aku tidak berniat kalah kali ini. Biarkan aku mengubah bagian ini untuk membuat kalian semua terdiam.

Aku melihat ke arah depan dan menemukan pangeran kedua yang mulai berjalan ke tengah sana.

Aku melepaskan genggaman tangan ku dan tersenyum sekali lagi kearah Aeleen sebelum iku maju kearah arena?

Entahlah, apa tempat yang sangat indah ini bisa disebut arena?

"Kalian diperbolehkan menggunakan teknik apapun selama tidak curang." Aku menoleh kearah wasit yang terus melirik kearah ku.

Sepertinya dia meremehkan ku jika dilihat dari tatapannya.

"Mulai."

Walau begitu. Aku maupun pangeran tidak maju sama sekali. Hanya diam ditempat dengan tangan yang menggenggam pedang masing-masing.

Pedang yang aku dan dia pegang adalah pedang biasa. Bukan pedang istimewa atau sebagainya.

"Kau ragu?"

Aku hanya diam tidak menjawab sebelum memutuskan untuk maju perlahan kearahnya.

Ck, dia benar-benar meremehkan ku.

Aaron pov end.

3rd pov.

Austyn yang melihat Aaron berjalan kearahnya dengan pelan mengernyit bingung.

"Apa yang ia lakukan?" Batinnya bertanya-tanya sebelum di kejutkan dengan Aaron yang tiba-tiba sudah berada dibelakangnya dan siap menebas dirinya.

"Apa."

Tang!

Namun berhasil diblok oleh Austyn.

"He, boleh juga kamu."

Lagi-lagi Aaron tidak meladeni ucapan pangeran kedua itu.

Tang!

Si Kembar Antagonis || The Antagonistic TwinsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang