07: crystal flower

2.7K 353 14
                                        

Sudah lebih dari 7 bulan semenjak kami tinggal di rumah kaca ini. Berkat bantuan kedua ksatria pribadi kami, kami bisa memperbaiki rumah kaca itu.

Kini rumah kaca ini sudah mencapai 76 persen perbaikan. Dibandingkan waktu itu yang hanya mencapai 47 persen saja.

Kami tidak tau apa yang mereka berdua katakan kepada kaisar hingga ia mau memperbaiki rumah kaca ini. Ya, walau tidak sampai selesai.

Dan saat ini, kami sedang ada di halaman belakang rumah kaca. Aku sedang berlatih pedang bersama dengan (•name•) sementara Aeleen sedang berlatih sihir nya dengan Aeolabi.

Pertama kali latihan pedang dan sihir. Entah kenapa tubuhku rasanya ringan dan sihir kami juga entah kenapa sangat mudah kami kontrol. Seolah-olah ... Kami memang sudah sangat akrab dengan kedua hal ini.

Mereka berdua juga sudah mengetahui soal kami yang memiliki semua elemen yang ada di dunia ini karena kami di tes sihir oleh keduanya dengan bola kaca pengukur untuk pemula.

Kalian pasti menebak bahwa bola itu pecah kan? Ya, itu memang pecah. Terutama pecahan bola yang ada di tangan Aeleen lebih besar yang menandakan bahwa kapasitas mana yang di miliki oleh Aeleen sedikit lebih besar dari diriku.

Ya, itu memang faktanya sih jadi aku gak terlalu terkejut.

Karena itulah aku di fokuskan dalam hal berpedang sementara Aeleen dalam hal sihir.

Tang!

Tang!

Tapi serius. Susah sekali mengenai (•name•) sudah dari 1 bulan lebih ini aku mencoba mengalahkan nya.

Tapi percuma. Jangankan mengalahkannya, melukainya sekali saja aku tidak bisa.

"Semangat yang bagus pangeran." Walau itu pujian. Tapi di telinga ku itu seperti sindiran tau!

Aku bahkan sudah mulai kelelahan. Tetapi (•name•) tampak biasa-biasa saja. Itu membuat aku iri dengan staminanya.

"Apa pangeran ingin menyerah?"

Aku kembali menegakkan tubuhku, "Tidak! Aku tidak akan menyerah!" Bentakku sambil berlari kearahnya.

Kali ini aku harus teliti. Tidak boleh lengah dan juga yang terpenting adalah hemat tenaga ku.

Kali ini. Aku pasti akan mengenai mu walau hanya sekali (•name•)!

Aaron POV end

.

3rd POV.

Dallas yang melihat gerakan Aaron yang semakin teratur dan menutup semua celah yang ia punya pun akhirnya menampilkan senyumannya.

Beberapa menit yang lalu. Gerakan Aaron masih tampak tidak beraturan dan masih cukup banyak celah dari dirinya.

Namun sekarang? Dallas bahkan cukup kesulitan hanya untuk mencari celah dari serangan Aaron.

Cukup lama keduanya saling beradu pedang sebelum akhirnya pedang yang berada di tangah Dallas terlempar jauh dan sebuah ujung pedang berada sangat tipis dengan lehernya.

Aaron berhasil memojokkan nya.

Dallas tersenyum, "kerja bagus yang mulia."

Aaron tersenyum bahagia dengan nafas yang masih tak beraturan. Nampaknya Aaron benar-benar memaksakan dirinya karena sedetik kemudian ia jatuh terduduk.

"A-aku.." bahkan tampaknya Aaron terlalu lelah hanya untuk berucap.

Dallas mendekat dan mengangkat Aaron untuk ia gendong, "anda sudah bekerja keras yang mulia. Beristirahatlah." Aaron hanya bisa memeluk leher Dallas dan menyembunyikan wajahnya di leher sang ksatria.

Si Kembar Antagonis || The Antagonistic TwinsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang