🦋 You are the main character of your life 🦋
- Kim Doyoung -
Happy Reading
Hampir selama 6 jam menempuh perjalanan, tak ada yang tidur sama sekali. Meskipun mengantuk ataupun sudah lelah duduk berjam-jam, mungkin tak terasa berkat hiburan yang mereka buat sendiri. Seperti stand up comedy Echan, Nana, juga Rendy, pertunjukan menyanyi, karaoke dengan suara fals, juga acara makan bersama bakso aci yang dibawa oleh Winwin.
Pukul 12 siang, barulah sampai di Villa. Villa besar milik keluarga Chen yang dilengkapi dengan kolam renang dan bioskop mini di dalamnya. Ada bar, kebun mini, juga banyak kamar yang tentunya sangat luas.
Di samping Villa hanya ada perkebunan besar dan jarang sekali rumah-rumah, sehingga kebisingan apapun di sana tidak akan terdengar sampai ke luar.
Saat memasuki Villa, sekali lagi mereka dibuat terkagum akan desain interior modern yang menghiasi segala sudut ruangan. Membuat Echan melongo dan tentu David mencemoohnya lagi, anak kampungan.
Meskipun di dalamnya ada 7 kamar kosong, dengan inisiatif sendiri mereka berencana tidur bersama di luar dengan memakai karpet dan memindahkan kasur yang ada di kamar ke ruang tamu. Agar bisa tidur bersama-sama nanti. Tentu itu ide Jovi, didukung oleh Nana yang memang penakut.
"Chen, ngga serem kan disini?" Nana menggandeng erat tangan Jovi, mengikutinya ke dapur, bersama Chen di sampingnya. Ingin memasak makanan tapi terlalu takut kalo sendirian.
"Serem apanya sih, ngga ada apa-apa disini" jawab Chen, tertawa kecil melihat Nana yang masih ketakutan tidak jelas.
"Pernah ada orang meninggal nggak disini?" Mungkin Nana trauma terlalu sering didatangi Mbah Irul, jadi takut kalo dianya ngikutin sampe ke Jogja.
"Ga pernah,"
Nana menghela nafas lega, melepaskan genggamannya pada Jovi.
"Palingan cuma orang gantung diri,"
"HEH!" Nana terlonjak kaget, mukanya pucat pasi, benar-benar percaya apa yang dikatakan Chen. Jovi yang sedang mengamati isi kulkas juga sama kagetnya mendengar Nana heboh sendiri, membuat tangannya terjepit pintu kulkas. Sedangkan Chen, dengan tidak berdosanya meninggalkan mereka berdua dengan tawanya yang menggelegar seisi ruangan. Puas juga mengerjai Nana.
" Positif thinking aja, pas bunuh diri pake benang sulam, jadi ga meninggal," ucap Jovi pada Nana lantas berlalu pergi meninggalkan Nana yang masih bergidik ngeri di dapur.
Tak lama kemudian, Tama datang. Berniat membantu Nana mengolah sayur dan juga daging yang dibawa Louis sebelum berangkat tadi. Rencananya, setelah makan mereka akan langsung pergi ke Borobudur, lalu melanjutkan pergi ke Malioboro.
Sedangkan yang lain, masih leseh-lesehan di ruang tamu menunggu makanan yang masih dimasak. Sebenarnya tanpa memasak pun sudah ada makanan. Baso aci Winwin. Tapi David menolaknya, di minibus tadi mereka sudah makan baso, jadi ingin makan yang sehat-sehat saja.
Setelah 1 jam berkutat di dapur, selesai juga masakan yang dibuat. Dengan melingkar di ruang tamu, mereka makan bersama-sama. Tak diragukan lagi, masakan Nana memang seenak itu membuat yang lain tak bosan menambah nasi juga lauk pauk.
"Berangkat sekarang yuk biar ga kemaleman nanti pulangnya," saran Mark yang diangguki setuju oleh yang lain.
Disupiri kembali oleh bapak thomas, mereka kembali melakukan perjalanan. Kali ini ke Candi Borobudur. Cuaca yang panas di teriknya siang ini, tak menghalangi niat mereka berkunjung ke salah satu keajaiban dunia itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
PAGE of 365
FanficNot a romantic story, just a story of a family and togetherness in it * * * * * * all picture in this story cr by pinterest
