3.2 Happy New Year

1.1K 135 8
                                        

Song Recommendations : Spring Time - Yiruma

----------------•▪︎▪︎Page of 365▪︎▪︎•----------------

"Joviiiiii"

"Gelangnya udah ketemu nih,"

"Jatoh di deket sa-

Langkah kakinya terhenti, netra tajamnya memandang beberapa orang di sekitar. Lalu ia terdiam sejenak di depan pintu, mematung disana.

Louis perlahan mendekat, berjalan menuju ranjang dimana seseorang tengah terbaring di atasnya, ditutup oleh kain putih bersih dan dikelilingi oleh orang-orang yang berteriak histeris, tak lupa dengan isak tangis yang terdengar amat memilukan. Mewakilkan sebuah awan kelabu yang datang layaknya pisau tajam penusuk ulu hati.

" LEPASIN KAIN PUTIHNYA ANJING! TEMEN GUE GABISA NAFAS KALO GITU!"

"LEPASIN TAM!"

" DAV LEPASINN!!!"

Ia geram, lantas mencoba membuka kain putih yang menutupi seluruh tubuh Jovi disana.

"Lou...." David menariknya perlahan, berusaha memeluk Louis yang masih termangu memandang kosong paras pucat itu.

Wajah tampan yang sangat damai, bahkan sama sekali tak terusik oleh kebisingan di sekitarnya. Jovi tertidur sangat tenang. Terlalu tenang bahkan enggan untuk kembali bangun.

"Jovi??"

" Oh gue tau Jov, lo sekarang lagi nepatin janji gue kan?"

Sebuah janji dimana ia akan melepas seluruh infus dan selang yang terpasang dalam tubuhnya saat Louis telah kembali.

Dan ya, ia tak mengingkari janji itu.

" Kalo gitu sekarang bangun, gue udah balik nih,"

Tangannya terulur untuk menautkan jari-jari besar itu pada tangan dingin milik Jovi. Seperti saat dimana mereka bersenda gurau dan tertawa lepas menyusuri jalanan kota kemarin malam.

"Heyy gue bahkan udah siapin makanan buat malem nanti,"

" Kita jadi ngrayain bareng kan Jov??"

Tama terisak hebat, ia masih mendekap Nana yang merintih tak berdaya dalam pelukannya.

"Tolong jangan ikut bapak kesana....."

Louis hancur, hatinya mati rasa. Ia menangis meraung-raung, sembari memeluk tubuh yang kian dingin itu. Mendekapnya sangat erat, sambil berbisik di telinganya, " Bangun Jov, gue maksa, gue mohon...."

Jovi telah pergi, namun tak untuk jejaknya yang masih tertinggal pada setiap ingatan Louis. Tentang sebuah kenangan indah dimana mereka selalu tertawa dan berbagi duka lara bersama.

Bahkan disisa hidupnya, Jovi terlalu baik untuk tak membiarkan Louis tahu saat dimana ia tengah berjuang melawan takdir.

Louis kembali, saat Jovi telah pergi.

Louis kembali, saat Jovi telah pergi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
PAGE of 365 Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang