Akash melipat kedua tangan di depan dada saat melihat motor Langit yang baru saja memasuki garasi rumahnya. Senja yang duduk di belakang Langit mulai turun dan mencoba melepas helm yang melekat di kepalanya. Tangan Langit terjulur membantu Senja seperti biasa dan setelahnya mereka tertawa karena candaan mereka yang Akash tak tahu sama sekali.
Akash melihat semuanya dari depan rumahnya. Menatap kedua temannya yang seperti tidak menyadari keberadaan dirinya yang sedang memperhatikan mereka. Beberapa saat kemudian Senja membalikkan badan dan melihat Akash yang tengah menatap dirinya dengan sebuah senyuman. Lalu Akash mulai melangkahkan kakinya menuju Senja dan Langit yang menanti dirinya.
"Dari mana?" Tanya Akash pada keduanya.
"Jalan lah, kalo nge-BEM itu 'kan lo." Ucap Langit dengan candanya.
"Udah pulang, Kash?" Tanya Senja pada Akash.
Akash tersenyum, "Udah dari tadi. Jadi mau party 'kan?"
"Emang pengumumannya udah keluar?" Kini Senja bertanya kaget dan langsung beralih menatap Langit yang masih duduk diatas motornya.
"Udah, gue liat di instagram." Ucap Akash.
Senja kemudian berteriak senang seraya memukuli pundak Langit saat laki-laki itu mengangguk dengan pasti menyetujui ucapan Akash.
"Bisa ga sih lo ngelakuin hal lain, selain mukulin gue?" Protes Langit seraya memegang lengan Senja.
"Ga!" Jawab Senja dengan tawanya, "Gila ya, lo jadi member Schemer anjir, Lang."
"Gue ga gila, pinter berarti gue kalo bisa jadi member Schemer."
Senja mengangguk setuju, "Tapi sayangnya lo paling gila diantara kita bertiga."
Langit tertawa seraya mencubit pipi Senja, "Gila gue ketularan lo ya, Jaja."
Senja kemudian kembali memukuli Langit. Laki-laki itu hanya tertawa menanggapi perlakuan Senja seraya sedikit beradu mulut dengannya. Akash yang melihat keduanya kini memilih menyandarkan badannya pada motor Langit dan melipat kedua tangan.
"Udah anjir, diem. Kasian Akash kita cuekin mulu." Ucap Senja dengan matanya yang melebar.
Langit merenggangkan tangannya mencoba merangkul Akash, "Oke, nanti malem berarti ke kamar gue ya?"
"Oke." Jawab Akash.
"Yok dah Kash kita pulang. Gue mau melunturkan najis-najis yang menempel dibadan gue gara-gara seharian pergi sama Langit."
Langit menepuk puncak kepala Senja, "Kalo gue ga ngajak lo keluar, lo udah ngomel-ngomel ya gara-gara di rumah doang."
"Diem. Gue mau mandi. Bye." Ucap Senja seraya berjalan menjauhi rumah Langit.
"Pulang ya, Lang." Kini Akash yang berpamitan dan mulai menyusul Senja lalu menyamakan langkah.
"Ja," Panggil Akash saat mereka berdua sudah berada di depan rumah Senja.
Senja yang terpanggil pun menoleh dan menatap tanya pada Akash. Dalam beberapa saat Akash hanya tersenyum menatap Senja hingga membuat Senja tak mengerti maksud dari laki-laki ini.
"Apa, Kash? Jangan bilang lo ketularan ga jelasnya Langit ya?" Ucap Senja yang malah ditertawai oleh Akash.
"Aruna Elok Senja.."
"Apa? Udah dua kali lo manggil gue ya, Kash. Cepet, mau ngomong apa?"
Tangan Akash kini terjulur menyentuh puncak kepala Senja dengan lembut. Mengusap rambut milik perempuan itu dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya. "Gue seneng kalo lo seneng, Ja."
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit Senja
Roman pour AdolescentsKepada Senja yang paling cantik di alam semesta, kutitip doa pada-Nya agar kamu selalu baik-baik saja. Kepada Senja paling baik di alam semesta, beri aku senyummu maka akan kubuat kau jatuh cinta. Kepada Senja yang selalu ku sayang sepanjang masa, m...
