Bab 7

88 6 3
                                        

Kyuhyun memandang gedung Majelis Nasional dengan penuh antisipasi.

Ini adalah hari pertamanya resmi menjadi team liputan khusus. Walaupun sejujurnya, Kyuhyun tidak terlalu mengharapkan. Setidaknya, ia berpikir kalau masih harus menunggu beberapa tahun lagi sampai CB Net menugaskannya ke dalam team liputan khusus. Dan ketika ia mendengar dari Changmin kalau Senior Kim memintanya untuk ikut bergabung dalam teamnya, Kyuhyun merasa bangga.

Kyuhyun menghembuskan nafas lalu berjalan menuju gedung besar di hadapannya sembari memakai kartu persnya. Ia setengah berlari saat menaiki anak tangga ketika melihat beberapa rekan jurnalis dari CB Net lainnya sudah berkumpul.

Kyuhyun membungkuk memberi salam, terutama pada dua seniornya. Irene kemudian menyodorkan satu id khusus dengan logo lambang Majelis Nasional pada Kyuhyun.

"Kartu id itu harus selalu dibawa setiap kali kalian datang ke Majelis Nasional. Jangan sampai hilang atau disalah-gunakan," tutur Senior Moon.

Kyuhyun dan ketiga rekannya mengangguk. Dengan cepat, Kyuhyun memasangkan kartu id tersebut menjadi satu dengan tanda pengenal pers-nya.

Tak lama, ada seorang pegawai yang memakai kartu id serupa menghampiri mereka. Pengawai itu mengenalkan diri sebagai Hwang Myeon yang bertugas di department publikasi. Pria itu mengajak mereka menuju ruangan khusus pers yang akan digunakan tiap kali mereka bertugas di Majelis Nasional.

Kyuhyun dan Irene berjalan paling belakang di antara rombongan mereka. Ini memang bukan pertama-kali Kyuhyun memasuki gedung Majelis Nasional. Pertama-kali, saat Kyuhyun masih mahasiswa karena kunjungan universitasnya. Sekarang, Kyuhyun memasuki gedung yang sama sebagai jurnalis.

Baginya, ini seperti mimpi yang jadi nyata.

"Jadi, ingat kunjungan dulu, ya," gumam Irene pelan.

Kyuhyun menatap rekannya dan mengangguk. Dia dan Irene memang satu almamater, hanya saja Irene adalah adik tingkatnya. Kyuhyun juga tidak menyangka saat bertemu dengan Irene di CB Net. Pasalnya, ada kabar yang mengatakan kalau Irene mendapatkan tawaran dari CNN.

Mereka kini sedang berjalan di sebuah lorong di mana ada banyak pigura dari Speaker dan dua Deputy Speaker dari periode terdahulu hingga Speaker yang masih memangku jabatan tersebut yakni Senator Yeon Jung Ah dan dua Deputy Speakernya, Jung Yunho dan Kang Im Hyun.

Kyuhyun mendengus pelan ketika melihat foto Jung Yunho tersebut.

******

Siwon tengah mempelajari draft RUU ketika Song kembali setelah ia mengantarkan dokumen ke ruangan senator lainnya. Siwon melirik Song yang kembali pada mejanya dan berfokus pada pekerjaan yang sempat ditinggalkannya. Terhitung mulai hari ini, Seungwoo sudah tidak bekerja sebagai PA-nya. Jadi, Song menjadi sedikit keteteran dengan pekerjaan hari ini.

"Song..." panggil Siwon.

Pemuda itu menoleh dan menatap sang senator. "Ya, Pak?"

"Kalau kamu merasa tidak mampu mengerjakan sendiri, tolong beritahu saya. Biasanya, kamu dan Han membagi tugas berdua. Saya melihat kamu yang sibuk mondar-mandir, jadi iba."

Song tersenyum tipis. "Tidak apa-apa, Pak. Saya masih bisa mengatasinya. Tapi nanti kalau memang terlalu banyak, saya pasti bilang pada Pak Choi."

Siwon mengangguk dan hendak kembali pada draft RUU. Tapi ia kembali memandang Song yang sibuk dengan laptopnya. Pemuda itu tengah mengecek tulisan dari dokumen yang harus dikirimkan ke kantor Senator Park sebagai laporan harian.

Siwon menimang apakah dia bisa meminta tolong pada Song. Tapi dengan tumpukan dokumen di meja kerjanya, Siwon tidak bisa menambah beban pekerjaan Song. Apalagi bantuan yang dimaksud oleh Siwon di luar dari deskripsi pekerjaan yang harus ditangani oleh Song.

The Great Deity - PART 1Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang