Pulang sekolah Renjun seperti biasa ganti baju, makan, abis itu rebahan. Musimnya lagi ulangan tengah semester, jadi dia nggak berharap lebih sama kejutan ulang tahun dari temen-temennya.
Karena Renjun sendiri udah liat gimana stress-nya temen-temennya itu sama soal ulangan, jadi kecil kemungkinan buat mereka nyiapin kejutan. Apalagi sabtu kemarin mereka baru aja bikin kejutan buat Hyunjin.
Lagi asik main hape sambil rebahan, suara bunda Wendy mengalihkan fokus Renjun. "Ren anterin bunda yuk."
Renjun menoleh lalu mengubah posisinya dari rebahan jadi duduk menghadap bundanya. "Mau kemana bun?"
"Biasalah, belanja stok kulkas." Renjun mengangguk kemudian melangkah ngambil jaketnya yang ada di gantungan kamarnya.
Shuhua tadi juga bilang katanya mau nganterin kakaknya belanja juga, makanya Renjun nge-iyain ajakan bundanya daripada gabut.
"Naik mobil apa motor bun?" Tanya Renjun setelah pasangan ibu dan anak itu sampai di garasi rumah.
Bunda Wendy tampak berpikir sejenak, "Mobil aja Ren, mumpung ayah nggak ada."
"T-tapi kan Renjun belum punya SIM mobil bun. Kalo ada ladhu sing gimana?" Renjun deg-degan kalo harus pake mobil, bukannya nggak bisa. Tapi ya itu kan doi belum punya SIM, eh SIM sih punya–tapi kan i-itu SIM C.
"Terobos ae lah. Nanti bunda gantiin kamu nyetir." Ucap Bunda Wendy enteng kemudian masuk ke dalam mobil meninggalkan Renjun yang masih berdiri kaku di samping pintu masuk mobil.
"Mas Winwin tolong akuㅜㅜ" Jeritnya dalam hati.
"Ayok Ren keburu ayah pulang nanti." Suara bunda Wendy membuyarkan lamunan Renjun tentang dirinya yang ditilang bapak polisi berkumis tebal. Ngeri banget imajinasi Renjun.
Perjalanan pun dimulai, Renjun pelan-pelan lupa sama imajinasinya yang ditilang sama polisi. Jarak antara rumah sama pusat perbelanjaan kota memakan waktu sekitar 15-20 menit.
Jalanan siang itu juga nggak terlalu padat, cuma ya gitu. Renjun nyetirnya sengaja pelan, jaga-jaga kalo ada pakpol Renjun mau lompat biar bunda Wendy aja yang gantiin dia nyetir.
"Ren ambil troli dong!" Perintah bunda Wendy–Renjun ngangguk patuh lalu melangkah mendekati tempat dimana troli-troli berjejeran.
Renjun ngambil satu terus jalan nyusulin bunda-nya dari belakang. "Ren ambilin itu dong, bunda nggak nyampek."
Renjun ngangguk terus tangannya ngambil sekotak susu coklat tanpa banyak nanya buat apa bunda Wendy beli susu coklat segede itu.
"Bun udah ini aja?" Tanya Renjun memastikan setelah melihat banyak barang yang terumpuk di atas troli. Capek juga nemenin emak belanja, pantesan Hyunjin ngeluh mulu di GC kalo diajak maknya belanja.
"Bentar, kayaknya ada yang kelupaan deh. Tapi bunda lupa." Mendengar itu Renjun membuang napas lelah. Terhitung udah hampir dua jam Renjun keliling supermarket segede gedung waiji ini sambil dorong troli yang isinya bejibun kaya member NCT.
"Aku mana tau sih bun." Dengus Renjun.
"Yaudah kalo gitu. Entar kamu balik lagi kesini kalo ada yang kelupaan." Kata bunda Wendy, rasanya Renjun pengen menghilang sekarang.
Pada akhirnya Renjun tetep ngikutin bunda Wendy jalan menuju kasir dari belakang, tentu saja sambil dorong troli yang seberat dosa ini.
🦊🦊🦊
Renjun dan bunda Wendy sampai rumah sekitar pukul 06 sore waktu setempat. Udah mau magrib tapi mbak-nya kok nggak nyalain lampu ruang tengah? Renjun sedikit heran dengan keanehan rumahnya hari ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝚞𝚗𝚕𝚒𝚖𝚒𝚝𝚎𝚍 𝚜𝚚𝚞𝚊𝚍 •𝟎𝟎𝐋•
Random[Completed] 00liners random daily life Beserta kisah cinta abu-abu mereka🥴 Dimulai publish pada tgl 09042020 Direvisi pada tgl 20082021 Selesai 03022022
