Agracia Euna memang termasuk kategori orang aneh. Setelah mati tragis setengah bodoh karena menyebrang jalan sembari bermain ponsel, alih-alih bersedih, dia justru bahagia.
Memasuki tingkat kekonyolan baru, tidak cukup sebatas dikirim ke surga atau...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tiga jam sebelum waktu yang ditentukan Irish telah terjebak di antara para pelayan yang sibuk mengotak-atik wajahnya.
"Nona, tolong tetap pejamkan mata anda."
Irish tersenyum paksa, jika begini terus bisa-bisa ia ketiduran. Lagipula bukankah ini sedikit berlebihan? Persiapan 4 jam sebelum acara, omong kosong macam apa ini?
Hampir saja ia dibuat jantungan ketika tiba-tiba disambut pelayan berjejer di depan kamarnya. Tanpa mampu mengeluh, Irish harus pasrah rambutnya, wajah, apapun itu dibuat sedemikian rupa.
Bicara soal gaun, Aries menepati janjinya. Semalam Irish kembali disadarkan oleh kekuatan uang, lemari gaun-khusus-acara-penting miliknya yang semula kosong dalam sekedipan mata langsung diisi gaun-gaun berbagai macam warna. Ugh, Irish bahkan merasa matanya bisa mati rasa karena permata-permata yang bersinar itu!
"Nona, gaun anda sudah sampai. Apa anda ingin mencobanya?" Chloe bertanya tanpa menghentikan gerakannya, menata rambutku.
"Selesaikan rambutku dulu"
Irish membuka mata. Entah sudah berapa lama, tapi kini hanya tersisa beberapa pelayan-pertanda persiapannya hampir selesai.
"Nona, saya telah menyelesaikan tatanan rambut anda. Mari, saya bantu memakai gaun."
Tak berniat berkomentar, Irish hanya mengangguk. Tolong segera selesaikan, atau kepalanya bisa meledak karena diperlakukan seperti robot.
Sebuah patung dengan gaun terpajang di sudut ruang ganti. Entah bagaimana, Irish sama sekali tidak bisa mengalihkan pandangannya.
Gaun berwarna biru beludru yang dipadu dengan aksen benang emas tipis dan pita dilengkapi permata senada di pinggang bagian belakang. Elegan namun tidak mengurangi kesan mewah, pakaian di zaman ini sama saja menggambarkan status keluarga, Irish mulai terbiasa dengan itu.
"Oh nona, orang-orang tidak akan mengenalimu setelah ini!" Chloe berseru antusias.
Kenapa jadi dia yang bahagia? Sejujurnya Irish kesal, moodnya jatuh ke bawah karena duduk tegak selama berjam-jam. Tapi ketika melihat wajahnya di pantulan kaca, ia berbalik ingin menangis, andai itu bukan dirinya sendiri, mungkin Irish sudah jatuh cinta.
"Whatever, Chloe. Tolong selesaikan dengan cepat. Kau tau... Bisa-bisa aku menua dengan cepat karena sakit punggung jika begini terus."
---
"Nona Eustacio, saya mendengar Duke Eustacio baru saja membeli sebuah pulau di ujung utara Xeothia? Astaga, Astuvega saja sudah sangat luas, Ayah anda memang sangat hebat."
"Haha~ saya juga mendengar rumornya, Nona Gretasha. Tapi mungkin Irish tidak tahu? Tolong dimaklumi, Irish tidak terlalu tertarik dengan rumor."