12. Hot Rumor

23.1K 2.9K 91
                                        


Terhitung 3 bulan berlalu semenjak Astuvega dipimpin Aries, laki-laki itu bahkan satu tahun lebih muda dari Irish yang belum menginjak usia dewasa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Terhitung 3 bulan berlalu semenjak Astuvega dipimpin Aries, laki-laki itu bahkan satu tahun lebih muda dari Irish yang belum menginjak usia dewasa. Tanggung jawab yang besar membuatnya jarang terlihat, entah karena tumpukan berkas yang perlu disetujui hingga Aries mendekam di ruang kerja ayahnya-atau keperluan yang mengharuskannya melakukan perjalanan jauh.

Kesendirian membuat Irish hampir muak. Untungnya semenjak debutante Darice satu bulan yang lalu, keduanya semakin dekat. Dalam jangka waktu itu pula perlahan Irish benar-benar menganggap Darice temannya-bukan lagi perantara untuk mencari koneksi.

"Kau membuat apa lagi kali ini, Irish?" tanya Darice seraya melirik keranjang kayu yang dibawa Chloe.

"Hm? Aku akan memberitahumu nanti."

"Ah, kau tidak asik~"

"Hahaha~ bersabarlah, aku takut kau akan mencomot pizza yang kubawa sebelum piknik."

"Kau membawa pizza?"

"Tidak hanya itu."

Chloe tersenyum tipis melihat interaksi nona mudanya yang masih sempat menggoda Darice meski sibuk melukis.

Ketiganya tengah duduk di gazebo mansion Samantha, lebih tepatnya diantara hamparan bunga lily. Pada awalnya Irish ragu pasalnya ini kali pertama gadis itu mengunjungi mansion bangsawan selain Stacy. Tapi siapa sangka tidak ada sedikitpun kecanggungan ketika Irish disambut temannya itu.

Darice yang tengah membordir, terkekeh geli. Jelas sekali kebahagiaan terpancar di wajahnya. "Baik, ayo selesaikan ini dengan cepat."

"Kau terdengar tidak sabar~"

"Tapi kau juga terdengar menguji pertahananku, nona Irish~"

Keduanya kembali menyemburkan tawa kecil. Kicauan burung dan sapuan lembut angin sejuk di pagi hari membuat suasana kian nyaman. Kedekatan yang telah didasari kepercayaan dan kepedulian satu sama lain-sampai di titik dimana formalitas diabaikan.

"Irish, jika aku membuat tagliatelle yang terakhir kali kau kirim untukku, apa menurutmu... Eummnn," Darice membasahi bibir, ragu. "Dia akan menyukainya?"

Oh jangan ditanya bagaimana Irish tahu cara membuat makanan sejenis pasta-yang jelas termasuk mewah bagi anak panti sepertinya. Jawaban yang cukup mudah sebenarnya, berbekal ingatan acara masak-masak yang sering ia tonton di kehidupan lamanya dan keterampilan alami dari tangan ajaib serba telaten milik Irish.

"Dia?" Irish menaikkan sebelah alis. "Ah! Maksudmu Darius? Tentu saja, aku memang tidak dekat dengannya, tapi yang kutahu tunanganmu bukan tipe orang yang tidak bisa menghargai orang lain. Aku yakin apapun yang kau buat pasti akan diterima."

"Kau yakin?"

Irish mengangguk. "Sangat. Tapi aku tidak menyarankan kau menyelinap ke dapur, datanglah ke Astuvega, aku akan membantumu."

Her Pathetic FateCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang