Agracia Euna memang termasuk kategori orang aneh. Setelah mati tragis setengah bodoh karena menyebrang jalan sembari bermain ponsel, alih-alih bersedih, dia justru bahagia.
Memasuki tingkat kekonyolan baru, tidak cukup sebatas dikirim ke surga atau...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suara benda tajam terseret menggesek lantai memenuhi ruangan mencekam itu. Terduduk seorang pria dengan kedua kaki lemas bergetar hebat, dadanya naik turun sulit menggapai udara. Keringat dingin membasahi punggung, sang pria bahkan tidak mampu berpikir untuk kabur melainkan sebatas berharap mati cepat tanpa rasa sakit.
Louis terkekeh geli, berjongkok sembari mengasah pedangnya pada ubin yang ia pijak hingga menimbulkan bunyi memekakkan telinga. "Aku menggunakan pedang untuk bagian istrimu."
"Pangeran! Tolong ampuni saya, saya akan bersumpah memberikan apapun yang anda mau!!! Tolong lepaskan saya, panger---"
"Ssssssttttt!" Louis mendesis, menyorot datar. "Kau bukan Tuhan yang mampu memberikan apapun yang kumau."
"Saya akan berusaha---"
"Mampukah kau membuat hati seorang gadis jatuh cinta padaku?"
Baron Mourette terkesiap dengan mata terbelalak tepat setelah pangeran itu menyelesaikan kalimat---tidak, Louis sama sekali tidak sedang bercanda. Sorot tegasnya telah mengatakan segalanya, ia sungguh-sungguh menginginkan 'cinta' dari seseorang.
Ayah Stacy semakin memundurkan diri, sebisa mungkin menjaga jarak dari Louis yang tampak terdiam dengan seribu satu emosi terkumpul pada sorotnya. Gila, ini gila!!! Sebenarnya gadis sinting mana yang telah membuat pangeran tanpa hati itu meminta hal mustahil?! Jangakan jatuh cinta, Baron Mourette berani bertaruh tidak ada yang berani mendekat.
Kecuali satu, Irish Dé Eustacio---gadis yang Baron Mourette yakini terpaksa menerima proposal pertunangan Louis. Tidak perlu berharap banyak dengan status pasangan mereka, ia sedikit banyaknya tahu bagaimana Irish karena dirinya sendiri yang mendorong Stacy menempeli Keturunan Eustacio itu---Irish gadis lemah dan bodoh, haha! Sampai kiamat pun Baron Mourette tidak akan percaya dia yang membuat Louis jatuh cinta.
Jadi, pasti ada gadis lain... Ya, tentu saja mustahil Irish yang dimaksud..... Tapi siapa?
Andai saja pria itu tahu bila Louis menginginkan cinta bukan karena sekedar ingin. Meski masih menerka-nerka atas jenis perasaan apa yang kerap kali ia rasakan, Louis yakin akan satu hal, Irish jatuh cinta dengan orang lain jelas akan menjadi hal yang tidak menyenangkan---karena sejak awal Louis tidak pernah berniat melepaskannya.
Terlepas bagaimanapun yang Irish rasakan, sekalipun gadis itu bertunangan dengannya karena sebuah maksud, Louis tidak peduli.
Irish berani mengganggu hidupnya, maka konsekuensi yang gadis itu perlu tanggung adalah menjadi salah satu bagian di dalamnya.
"Kau masih sempat bertingkah menyebalkan meski tahu akan mati." Louis mendecak, mengeluarkan sebuah pena berujung tajam dari saku jubah hitamnya.
"Tolong ampuni apapun kesalahan yang telah saya perbuat, pangeran!! Sungguh, saya akan berjanji setia pada anda jika melepaskan saya."