Agracia Euna memang termasuk kategori orang aneh. Setelah mati tragis setengah bodoh karena menyebrang jalan sembari bermain ponsel, alih-alih bersedih, dia justru bahagia.
Memasuki tingkat kekonyolan baru, tidak cukup sebatas dikirim ke surga atau...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cekleekk...
Baru saja hendak tenggelam dalam dunia mimpi, Irish spontan membuka matanya ketika mendengar pintu kamar dibuka perlahan. Dengan posisi memunggungi asal suara, ia mengucek mata seraya berucap, "Chloe? Apa itu kau?"
Aneh, tidak biasanya Chloe langsung masuk tanpa mengetuk pintu jika tidak darurat. Apalagi larut malam begini, bukannya gadis itu sudah pamit pergi tadi setelah Louis mengusirnya?
Langkah sepatu menapaki lantai terdengar kian jelas. Irish bergerak sesuai insting, mengubah posisi hingga mendapati seorang perempuan berseragam pelayan dengan wajah separuh tertutupi kain. Ia mendekatkan punggung pada sandaran kasur, merasa waspada karena sadar betul tidak pernah melihat maid satu itu sebelumnya.
Sial sekali kakinya harus terkilir dalam keadaan seperti ini---tidak, tidak, lebih pentingnya siapa pelayan itu? Orang baru? Mengapa harus datang malam-malam?
Irish terbelalak kaget tatkala kain hitam yang menutupi separuh wajah gadis itu dilepaskan. Terpampang dengan jelas dalam kegelapan surai merah terang bersama pahatan wajah yang begitu Irish kenali.
Stacy Mourette! Ular itu---tidak, apa yang lintah darat itu lakukan?!
"Apa kau tidak tahu memasuki kamar Putri Mahkota tanpa izin dapat membuatmu masuk penjara?"
Stacy tidak menggubris, ia tetap melangkah pelan seraya menyorot penuh amarah pada Irish yang terbaring tak berdaya di atas kasur.
"Hei! Apa bangkrut saja kurang sulit untukmu?? Perlukah kubuat masuk penjara agar otakmu sehat kembali?!" Irish bersiap meraih gelas yang terletak di atas nakas dekat tempat tidur.
"......apa kau sebegitu yakin masih dapat bernapas setelah ini?"
DAMN!
Demi Tuhan, Irish selalu menanti saat-saat dimana penjilat itu kehilangan akal dan berbuat nekat agar dapat langsung menyingkirkannya melalui jalur hukum kekaisaran---tapi ia juga jelas tidak mengharapkan hal tersebut akan terjadi disaat kakinya terkilir!!!
Jangankan melawan, berjalan saja sudah seperti siksaan bagi Irish.
Tidak, ini sama sekali tidak bagus.
Stacy tersenyum miring, menaikkan lengan panjang seragamnya. "Bagus, pasanglah ekspresi pengecutmu dengan benar---inilah Irish yang aku kenal." ia mencengkram kedua pipi Irish. "Aku benci orang sepertimu, jadi berhentilah bersikap sok."
Irish menyipitkan mata tajam, menepis kasar tangan Stacy seolah jijik. Ujung maniknya berkeliling ruangan, mencari celah yang dapat digunakan untuk kabur bila memang situasi tidak dapat diatasi.
Bukankah ini terlewat aneh? Irish tahu jika mayoritas ksatria pasti akan memusatkan perhatian pada keamanan tempat pesta, tapi jika sampai Stacy mampu menembus begini, apa yang sebenarnya gadis itu telah lakukan? Dan DARIMANA dia mendapatkan seragam pelayan?!