Agracia Euna memang termasuk kategori orang aneh. Setelah mati tragis setengah bodoh karena menyebrang jalan sembari bermain ponsel, alih-alih bersedih, dia justru bahagia.
Memasuki tingkat kekonyolan baru, tidak cukup sebatas dikirim ke surga atau...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Irish mengamati kotak-kotak kecil dari kaca berisi tempera yang ia beli. Untunglah, ia pikir catnya sudah hancur karena terjatuh tadi.
"Apa nona akan melukis?" Chloe bertanya, mengintip penuh penasaran dari balik badan Irish.
"Malam-malam begini? Tidak, tubuhku masih lelah, Chloe. Aku hanya ingin mengecek." Irish kembali duduk di sofa, memangku kotak berisi keperluan melukisnya.
Irish sedikit terkejut karena baru mengetahui adanya ruang privat. Ia tidak ingat pernah membacanya di novel, atau mungkin memang tidak disebutkan? Well, jika memang tidak, Irish sendiri mewajarkan. Karena 'dirinya yang asli' lebih suka menghabiskan waktu mengekori Duke Cael atau menempeli Stacy.
Ruang privat mirip dengan ruang bermain di panti. Bedanya, masing-masing Irish dan Aries memilikinya, Duke Cael tanpa pengecualian. Sebuah ruangan yang bebas diisi pemiliknya dengan apapun.
Tapi berhubung 'Irish yang asli' sepertinya belum menjamah ruangan ini, hanya barang-barang dasar seperti sofa dan meja yang ada.
"Apa nona ingin mengisi ruangan ini dengan alat lukis?"
Irish tersenyum tipis, perubahan tingkah laku maidnya bergitu signifikan. Chloe yang awalnya canggung kini sering berinisiatif memulai percakapan, baguslah.
"Kalaupun iya, kurasa masih banyak ruang yang tersisa. Apa kau punya saran yang bagus, Chloe?"
"Bagaimana dengan rak buku, nona?"
"Sounds good, tapi tetap saja masih tersisa banyak."
Irish sendiri bingung mengapa private room-nya begitu luas-—3 kali lipat jika dibandingkan kamarnya di panti.
"Chloe, kau tahu dimana Aries?"
Singkirkan perkara isi ruangan, Irish kembali teringat kejadian siang tadi. Begitu adiknya kembali ke kereta, setiap kali ditanya pasti mengalihkan topik.
Irish penasaran atas kebungkaman Aries, memangnya siapa pria tadi sampai penerus satu-satunya Duke dengan kuasa terbesar di Xeothia Empire tutup mulut?
"Tuan muda sedang berada di ruang kerja Duke Cael, nona."
Sial! Kalau sudah begini sama saja pertanda dirinya tidak bisa menghindar. Irish tersenyum setengah hati, beranjak dari duduknya.
"Bisakah kau menemaniku ke dapur?"
"M-maaf? Jika nona butuh sesuatu, biar saya yang menyiapkan—"
"Tidak perlu, aku akan menyiapkannya sendiri."
"Tapi nona—"
"Kau tahu, Chloe? Aku senaaaang~ sekali ketika Aries mengajakku berbelanja. Bukankah hari ini menyenangkan? Setidaknya aku ingin membuatkan sesuatu khusus untuknya sebagai ucapan terima kasih."