21. Together With Aries Pt. 2

16.9K 2.3K 382
                                        

Selain menguji ketahanan mental, tinggal di istana juga sangat melatih kesabaran

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Selain menguji ketahanan mental, tinggal di istana juga sangat melatih kesabaran. Setiap hari ada saja kelakuan Orion yang sengaja ingin membuat rumor buruk mengenai Irish---untunglah gadis itu mampu mengatasinya.

Seperti pagi ini, berita mengenai kunjungan Aries secara resmi sampai di telinga Irish dengan cepat---sontak saja gadis itu tidak ingin menunda waktu dan bergegas menyambut sang adik.

Namun tampaknya nasib baik sedang tidak berpihak pada Irish, suasana hatinya jatuh meluncur begitu saja ketika ia tidak sengaja bertatapan dengan Orion yang tengah berlatih pedang bersama para ksatria. Dan detik itu pula, Irish tahu si pangeran sialan tidak akan melepaskannya dengan mudah---Orion langsung memanggilnya ketika hendak kabur.

"Kakak ipar!!" Orion melambai dari kejauhan dengan pedang tajamnya, setengah berlari pelan menghampiri Irish.

Astaga, dia pasti sudah gila!

Irish memijat pelipis, menghela napas panjang. Dengan gerakan ogah-ogahan, ia melakukan courtesy. "Greetings, His Highness, Prince Orion De Alger."

"Eh? Kau bisa courtesy juga ternyata, kak? Kupikir kau tidak tahu cara melakukannya---karena terakhir kali kau menanggapiku dengan santai."

Sialan! Mulai sudah 'serangan-serangan' halus Orion, jelas sekali pria itu sengaja mengeraskan suara agar ksatria kekaisaran yang ada mendengarnya---berakhir tersebarnya rumor mengenai calon permaisuri Xeothia tidak tahu tata krama.

Kalau saja bukan karena status pangerannya, Irish tidak sudi bahkan sekedar untuk melirik Orion---Demi Tuhan! Pria itu terlalu menyebalkan, lebih dari Louis. Hidupnya hampir tidak pernah tenang karena diganggu.

Terkekeh geli, Irish memasang senyum palsu andalannya. "Bukankah itu adalah hal yang wajar, pangeran? Sebagai seseorang yang nantinya menjadi permaisuri, mebungkuk untuk orang yang pantas adalah hal penting."

Orion menyerahkan pedangnya pada salah satu ksatria yang lewat, mengerutkan alis tidak suka. "Apa maksudmu, kak? Aku tidak pantas?"

"Jangan terlalu merasa rendah diri, pangeran. Saya tidak pernah mengatakan anda tidak pantas---maksud saya, bukankah keluarga yang saling menyayangi dan menghargai tidak perlu melakukan hal-hal formal?"

"Lalu kenapa kau berbicara formal padaku, kak?"

"Karena aku tidak menyayangimu tapi kita adalah keluarga, mungkin?"

".........."

Baru sedetik Irish merasakan puas karena berhasil membungkam mulut Orion, nalurinya mengatakan untuk kabur ketika sorot terselubung pria itu terlihat kian jelas.

"Hmm? Kalau begitu, sebagai keluarga, kenapa kau tidak gabung bersenang-senang denganku, kak? Berlatih pedang bersama---bagaimana? Terdengar menyenangkan 'kan? Sebagai calon permaisuri masa depan, kau harus tangguh bukan?"

Her Pathetic FateCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang