Agracia Euna memang termasuk kategori orang aneh. Setelah mati tragis setengah bodoh karena menyebrang jalan sembari bermain ponsel, alih-alih bersedih, dia justru bahagia.
Memasuki tingkat kekonyolan baru, tidak cukup sebatas dikirim ke surga atau...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dear Irish,
How have you been doing? Aku harap kau baik-baik saja, Irish.
Aku tidak akan menulis banyak, karena surat ini kukirim sebatas untuk mengabarimu jika aku kebetulan sedang berada di kapital.
Apa kau punya sedikit waktu, Irish? Kupikir ini kesempatan yang bagus untuk bertemu. Aku sungguh berharap kau dapat menyempatkan diri.
Akhir-akhir ini lebih membosankan tanpamu, Irish. Aku tidak memiliki teman yang bisa kuajak memasak bersama, bahkan aku tidak bisa berkunjung ke dapurmu lagi, menyedihkan sekali bukan? :(
Aku akan berada di Magnolia Café sekitar pukul sembilan. Tidak perlu membalas surat ini, aku akan memenunggumu sampai tengah hari, jika kau belum datang juga, aku akan menganggapmu tidak datang. Lagipula aku juga sedang berniat menghabiskan waktu berjalan-jalan di sekitar kapital.
Ah dan ya, aku datang bersama Darius dan Tessa-kau percaya 'kan? Aku sedang tidak berbohong. Aku benar-benar datang satu kereta kuda dengan Darius≧∇≦
See you soon!
Your friend, Darice Samantha
💐💐
Tanpa berpikir dua kali Irish---yang awalnya bersantai di taman seperti biasa---berlari antusias menuju kamarnya untuk mengganti pakaian bersama satu amplop berwarna ungu di genggaman.
Namun warna wajahnya seketika mendung, menyadari Louis berjalan dari arah berlawanan. Sial, mengapa pula keduanya harus berpapasan disaat seperti ini? Irish mendengus, hendak berputar arah---malas sekali jika ia harus berurusan dengan orang yang selalu menambah beban pikirannya itu.
Keberuntungan berkata lain, Louis telah menyadari keberadaan Irish. Entah sengaja atau tidak, pria itu menggumam setengah dikeraskan.p "What a clumsy lady."
Bak disambar petir, Irish menghentikan langkah dengan alis mengerut tak suka. Ayolah, bukankah ini sedikit keterlaluan? Irish sama sekali tidak berharap pangeran sinting itu memanggil namanya dengan benar, tetapi memanggilnya dengan sebutan aneh juga jelas tidak benar. Louis bahkan kerap kali memanggilnya pencuri---ah, andai Irish mampu memberinya sedikit pelajaran.
"Greetings, His Highness, Prince Alejandro Louis De Alger."
Louis tak menjawab, ia berjalan normal dengan wajah seperti biasa. Bahkan ketika pria itu satu langkah melewati Irish yang tengah melakukan courtesy-mulutnya tetap terkunci.
"Pangeran!" Irish sedikit berlari menyamai langkah tunangannya itu. "Bisakah anda mengulangi ucapan anda sebelumnya?"