chapter 33

70 22 0
                                        

Jangan lupa vomments!♡

Harrys pov

Sudah hampir seminggu aku tidak menginap dirumah louis, kesibukkanku akhir akhir ini semakin menjadi. Hal itu mempersulitku untuk bertemu illyan, ia juga sibuk mengusut kasus ancaman itu bersama ayah luke.

Hari ini aku libur, lebih tepatnya meliburkan diri. Aku ingin mengajak illyan berjalan jalan atau mungkin hanya bersantai dirumahnya mengingat ibunya sedang berada dilondon. Baru saja hendak melangkah menuju ke kamar mandi ponselku berdering.

“harry, kau bisa pulang ke holmes chapel? Ada yang harus mum bicarakan denganmu harry” gagal sudah rencanaku, “ya mom, aku pulang sekarang.” Setelah mum mematikan sambungan ponselnya aku segera menghubungi illyan tentang kepulanganku yang mendadak.

***

“kau punya kekasih?” tanya dad dengan nada serius, kami sedang berkumpul diruang tamu sekarang. “ya, kenapa?” tanyaku, “aku dan dadmu sudah sepakat untuk menjodohkanmu dengan sahabat mum.” Tidak mungkin..

Aku tak sanggup mengeluarkan sepatah katapun, aku tak bisa menolak mereka disisi lain aku sangat mencintai illyan. “mereka akan datang 2 jam lagi, bersiaplah” ujar mum sembari melangkah pergi.

“gemma, bagaimana dengan kekasihku? Kumohon bicaralah!” gemma hanya menunduk mendengar teriakanku terhadapnya, “harry, sudahlah temui saja dulu” sama saja ternyata.

“lalu bagaimana dengan kekasihku? Aku mencintainya” ujarku pasrah, “kau temui saja dulu, jika kau tak suka kau bisa melanjutkan hubunganmu denga kekasihmu” jawab dad.
“beri aku waktu 2 jam untuk membawa kekasihku kemari dad, kumohon” pintaku, dad hanya menggeleng. “sudah terlanjur”.

Matilah aku, apa yang harus kulakukan dengan perjodohan ini sementara aku memiliki kekasih.

Illyans pov

Aku sangat kesepian hari ini, walaupun ini harry libur namun kakak kakakku hanya menghabiskan waktu mereka untuk tidur belum lagi harry yang pulang ke holmes chapel. “illyan, mana pacarmu?” tanya mom, “ia sedang pulang kekampung halamannya mom. Tidak jadi bertemu” ujarku pasrah.

“bagaimana jika kita berkunjung kerumah sahabat mom?” tanya nya antusias, “boleh, aku ajak yang lain juga ya” balasku, mom tampak bangga dengan jawabanku, ia tak henti hentinya tersenyum.

“sahabatmu yang mana mom?” tanya louis sembari mengemudi, “ada lah, kalian akan menyukai mereka. Terlebih illyan” pekiknya kegirangan. Apa yang sebenernya terjadi tuhan..

kami berangkat mengenakan 2 mobil, aku, louis, mom dan ash dimobil yang dikendarai louis, sedangkan zayn, gigi, luke dan mike dimobil yang zayn kendarai. Sangat ramai bukan?

Tak berselang lama harry menelponku, ia menelpon dengan nada sedikit cemas. Ia menutupi sesuatu dariku, ia hanya bertanya kabar dan meminta maaf tentang kepulangannya yang mendadak. Aku juga bercerita tentang kami yang akan berkunjung kerumah sahabat mom.

“uh-hum illyan..” lirihnya disebrang sana, “ya?” jawabku tenang. “apakah kau mencintaiku?” haruskah ia bertanya?. “tentu, ada apa?” tanyaku penassaran. “aku dijodohkan oleh kedua orangtuaku, semoga ia yang dijodohkan denganku menolak perjodohan ini”.

“aku sudah menolaknya, bahkan aku hendak membawamu kemari untuk bertemu orang tuaku. Tapi kau tak usah khawatir aku akan menemukan cara untuk mengagalkan ini. Kau percayakan padaku?” lanjutnya.

Aku tak kuasa menahan tangisku, dengan sigap aku memutuskan sambungan telponnya dan berakting normal kembali seperti tak ada yang terjadi dihadapan mom.

“kau kenapa?” tanya mom sembari mengelus rambutku yang tersandar pada bahunya, mendengar pertanyaan itu sontak louis dan ash menoleh kearahku, “aku hanya mengantuk mom” ujarku dengan suara parau.
“kau menangis illyan, ceritakan lah” ujar louis berbalik kebelakang, “tak apa louis, aku hanya merindukan dad..” lirihku sembari menangis, maafkan aku louis. Aku terpaksa berbohong.

Mereka semua hanya tersenyum pias, tak terkecuali mom. Ia mendekapku dengan hangat, tangannya mengusap rambutku tanpa henti, "dia baik baik saja illyan, kau berdoa terus ya?" Aku hanya mengangguk pasrah.

Tangisku kian pecah setelah sadar betapa hancurnya hidupku sekarang, "menangislah.." lirih mom sembari membenahi rambutku.

Dad belum kunjung ditemukan ditambah lagi dengan harry yang akan dijodohkan, well, welcome to my downfalls..


The Good And The Broken [HARBARA]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang