Jangan lupa vomments!♡
Authors pov
Setelah makan malam bersama illyan, gigi dan gemma memilih untuk mengobrol dikamar illyan, sedangkan para lelaki lebih memilih untuk bernyanyi distudio kecil milik keluarga tomlinson yang terletak dibagian paling belakang rumah.
“untunglah studio dirumahmu menggunakan peredam suara, jika tidak bisa hancur telingaku mendengarnya” keluh gigi, illyan dan gemma hanya mengangguk mantap.
“bagaimana jika menonton film atau series saja?”
“ide bagus, sepertinya series locke and key cocok” balas gemma sembari meraih remot, aku dan gigi sudah siap pada posisi nyaman kami dengan beberapa toples makanan dipangkuan.
hampir 2 jam mereka menonton dengan sedikit argumen tentang series tersebut tanpa lelah, “jika aku mempunyai salah satu kuncinya aku ingin kunci yang dapat membuka pintu kemana saja” ucap gigi dengan beberapa keripik kentang dimulutnya.
“aku sepertinya ingin kunci yang dapat membuatku menjadi hantu, agar aku bisa terbang tanpa pesawat” lanjut gemma, “aku ingin kunci yang dapat dipakai dileher saja, sepertinya seru melihat diriku sendiri kaku” ucap illyan.
Ditengah tengah keheningan mereka mendengar suara dari arah balkon illyan, seperti aktivitas orang yang tengah berjalan disana. Derap kakinya terdengar jelas ditambah dengan ketukan ketukan pada kaca jendela illyan.
Sontak mereka semua menoleh kearah balkon bersamaan, “kupikir para lelaki masih distudio?” tanya gigi memastikan, “sepertinya juga begitu, akses menuju balkonku hanya ada dua jika tidak dari kamarku maka dari kamar sebelah yang biasa dipakai harry” ujar illyan sembari membuka selimut yang ia pakai.
Dengan ragu illyan, gigi dan gemma mulai melangkah turun dari ranjang illyan, mereka berjalan menuju bakon dengan saling bergandengan. “aku saja yang buka balkon, jika ada apa apa ku mohon jangan berteriak, kalian cukup pergi keruang studio saja ya?” pinta illyan, gigi dan gemma hanya mengangguk setuju.
Perlahan illyan membuka pintu menuju balkon tersebut, gigi dan gemma tampak cemas mereka mencengkram kaos yang illyan kenakan lebih keras. “siapa kau!?” pekik illyan sembari mengepalkan kedua tangannya.
Lelaki berbadan tegap itu tampak memunggunginya, ia tak menoleh sedikitpun kebelakang membuat mereka lebih cemas. Lelaki tersebut tampak menjatuhkan rokok miliknya kelantai disusul dengan menginjaknya.
Perlahan ia mulai berbalik sembari mengenggam sebuah pistol ditangannya, “gemma, run” ucap illyan pelan, gemma mulai berlari setenang mungkin. Tapi usahanya gagal, ia mulai menangis dan seluruh badannya mulai bergetar ditambah wajahnya yang memucat.
“carikan tongkat baseball dekat ranjangku” gigi mulai memasuki kembali kamar illyan, ia tampak lebih tenang dibanding gemma. Gigi mulai menelusuri pinggiran ranjang dan bagian bawahnya.
Dari arah balkon illyan tampak sedang beradu tinju dengan lelaki tersebut, hidung dan dahi illyan mulai mengeluarkan darah segar, dengan geram illyan membalas pukulan lelaki tersebut hingga membuatnya tersungkur.
Dengan sigap illyan menginjak tangan lelaki tersebut guna membuat pistolnya terlepas dari genggamannya, “gi, ambil pistolnya!” pekik illyan sembari menendang pistol itu kearah gigi yang sedang mematung sembari memegang tongkat baseball.
“illyan tangkap!” ujar gigi melemparkan tongkat baseball, “bergerak sedikit saja, kepalamu hancur” ujar illyan pada lelaki yang tengah tersungkur itu.
Illyan menginjak punggung lelaki tersebut dengan satu kakinya, sedangkan kedua tangannya mengenggam tongkat baseball kearah kepala lelaki tersebut. Dari dalam kamar illyan terdengar suara pintu yang dibuka secara paksa, disana tampak louis dan harry dengan wajah cemasnya. Disusul dengan zayn yang memeluk gigi sembari mengambil alih pistol itu dari tangannya.
“illyan, tetap disana..” ucap louis hati hati, lelaki misterius itu tampak menyeringai senang dengan kedatangan mereka. “tahan kaki dan tanganmu tetap disitu” ucap harry sembari meraih kedua tangan lelaki tersebut dan melilitnya kebelakang.
“menjauhlah illyan..” ucap louis mendekati harry yang tengah membantu lelaki itu bangun. Disisi lain luke, mike dan calum tampak merentangkan tangan mereka untuk memeluk illyan dan merebut tongkat baseball yang masih bersih tersebut.
Gemma masih terkejut atas apa yang terjadi, sedari tadi ia tak melepas pelukan ashton. “pastikan ditubuhnya tak ada senjata” ujar ash dengan gemma dipelukannya, “ya, ditubuhnya tak ada senjata lagi. Aku akan membawanya kekantor polisi, kalian jaga illyan, gigi dan gemma” ujar louis.
“kau denganku saja, sisanya tetap dirumah dan obati illyan” ujar zayn sembari melepaskan pelukannya dari gigi.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Good And The Broken [HARBARA]
Fiksi Penggemar[Finished] Illyan Reign Tomlinson adalah gadis rapuh dengan seribu masalah tak berujung, ia menghabiskan waktunya untuk mengusut kasus yang terjadi padanya, ayahnya dan kakak sebapaknya. Illyan hidup dikerumuni kakak dan saudara saudara lelakinya ya...
![The Good And The Broken [HARBARA]](https://img.wattpad.com/cover/262267226-64-k527093.jpg)