30. Pinky Promise

3.1K 244 55
                                    

Jungkook mengendarai mobilnya sembari bersenandung. Terlebih lagi, bibirnya sedari tadi tak berhenti mengukir senyum lebar sebab hari yang dinantinya pun akhirnya tiba.

"Aku masih ingin bermain dengan oppa," ujar Haru yang duduk di pangkuan Jimin sembari memberengut. "Apa nanti oppa akan sering berkunjung?" Tanyanya lagi.

Sudah seminggu sejak kakak serta kakak iparnya pergi honeymoon. Pagi tadi Junghyun memberi kabar jika dia telah tiba di Seoul. Oleh karena itu, untuk menghibur Haru yang tengah bersedih sebab harus berpisah dengan Jimin, Jungkook membawa keluarga kecilnya untuk menghabiskan weekend di salah satu taman hiburan.

"Oppa jangan lupakan aku, eoh?" Kata Haru seraya mengajak Jimin untuk berjanji jari kelingking. Pemuda Park itu tersenyum, seraya mengangguk.

Lain halnya dengan Jungkook yang mendengus sebal, karena sedari tadi tak dihiraukan oleh keluarga kecilnya.

"Jimin oppa akan sering datang ke rumah nenek, kau tenang saja." Balas Jungkook sembari melirik sekilas ke arah Jimin.

Agaknya sudah lima belas menit perjalanan mereka, namun Jimin tampak tak bergairah sama sekali. Hal ini tentunya membuat Jungkook sedikit takut jika Jimin merasa tidak nyaman dengannya akibat insiden tadi pagi.

"Aku serius tidak melihat apapun," kata Jungkook pada akhirnya kala mereka tiba di taman hiburan yang kelewat ramai pagi itu.

Jimin menoleh kearahnya sembari berdeham tak semangat, kemudian tubuhnya melepas sabuk pengaman dan berlalu pergi dari dalam mobil.

Jungkook termenung selang beberapa detik. Hari ini dia harus bisa mengembalikan tawa Jimin yang tak pernah ia lihat sejak mereka berpacaran. Yeah, Jungkook memiliki misi yang besar sekarang.

"Yah! Tunggu aku," teriak Jungkook seraya berlari kecil mengikuti langkah Jimin yang mendahuluinya.

Pemuda Jeon itu bergerak cepat untuk memindahkan Haru ke dalam gendongannya, sementara tangan yang satunya merangkul Jimin dengan kelewat erat.

"Jangan jauh-jauh dariku," katanya. Pemuda Park itu bersiap protes sebelum Jungkook kembali melanjutkan, "Kau itu pendek. Akan susah mencarimu nanti kalau kau hilang." Jimin yang mendengarnya dengan reflek mencubit perut Jungkook sebab dikatai pendek, namun ia tak dapat menampik jika pipinya merona hebat hanya karena Jungkook merangkulnya.

Pemuda Jeon itu tersenyum senang sebab Jimin kelihatan malu-malu walaupun ia bertingkah seolah enggan.

"Ayo keluarga kecilku kita main disini seharian!" Serunya riang, hingga Jimin mendelik tajam kearahnya sebab mereka kini dipelototi oleh beberapa orang pengunjung.

●●●

"Kau lelah?"

Jungkook berjalan menghampiri Jimin yang terduduk di salah satu bangku panjang disana. Sementara Haru kini tengah menikmati harinya dengan bermain komedi putar untuk kali kelima.

Tangannya terulur memberikan sebotol air mineral pada Jimin, kemudian sedikit membungkuk untuk memijat pergelangan kaki Jimin yang terlihat agak merah.

"Tunggu disini sebentar," ucapnya seraya berlalu dari hadapan Jimin.

Pemuda Park itu tak bergeming di tempatnya. Sehabis menuntaskan rasa hausnya, Jimin memilih bersandar pada bangku kemudian memejamkan matanya barang sejenak.

Akhir-akhir ini Jimin sedikit disibukan dengan pekerjaannya. Terlebih, ia sesekali ikut membantu di unit gawat darurat sebab pasien yang datang cenderung lebih banyak daripada biasanya. Belum lagi, kondisi hatinya yang masih berduka atas kepergian Ayah sekaligus keluarga satu-satunya. Hal itu membuat tubuh Jimin jadi mudah kelelahan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 13, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Love Maze [KM]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang