09. Doctor Park

4.9K 600 21
                                    

Cahaya matahari kelewat terik siang itu. Yah, meskipun sebelumnya juga tak kalah panas. Namun, agaknya hari itu sedikit berbeda. Jimin seolah enggan untuk berdiam diri di tenda, dan dia punya rencana untuk berjalan-jalan disekitar permukiman.

Pun, tatkala dia baru saja melangkah keluar dari dalam tenda, cahaya matahari secara langsung menampar wajahnya.

Oh, berada disini membuat Jimin teramat sering membasuh tubuhnya. Pun, dengan dia yang kerap kali bertukar pakaian sebab peluh yang membanjiri badannya.

Kadang kala, Jimin harus berlapang dada untuk tidak mandi seharian, sebab petugas yang lain terlampau sulit untuk mencari sumber mata air.

Well, dia sudah cukup bersyukur diberi tempat tinggal dan Jimin jelas tak sejahat itu untuk menyulitkan petugas yang lain.

"Oh! Dokter Park!" Seorang petugas menyapa riang padanya manakala mendapati Jimin keluar tanpa berbalut jubah kebesarannya.

Jimin mengulas senyum, lalu menunduk sedikit untuk memberi hormat. "Mau kemana?" Petugas itu berlari kecil menghampirinya.

Yang ditanya sedikit bingung untuk menjawab. Dia memang punya niatan untuk berjalan-jalan, hanya saja Jimin tak hafal betul jalan disini. "Mau mencari udara segar. Yah, sedikit berjalan-jalan," jawabnya.

Petugas itu mengangguk, "Kau harus berhati-hati. Ingat, ranjau ada dimana saja," kepala Jimin hanya mengangguk, agaknya nasihat itu sedikit menakutinya.

"Baiklah, jaga dirimu. Oke?" Dan Jimin kembali mengangguk dengan hati yang menghangat.

Sudah begitu lama sejak seseorang memperhatikannya. Dia jadi merindukan sosok Taehyung di Seoul sana.

Langkah kaki Jimin menuntunnya menuju padang rumput yang luas namun gersang. Manik cokelatnya menelisik kesegala penjuru, agaknya ingin menemukan seseorang yang bisa dia ajak untuk berinteraksi.

Kondisi di Afrika Selatan memang sedikit mengkhawatirkan. Jimin tidak tahu masalahnya, hanya saja dia pernah curi-curi dengar pembicaraan dari petugas lain mengenai konflik rasis diwilayah ini.

Oleh sebab itu, angkatan militer Korea Selatan membentuk pasukan khusus guna melindungi warga diwilayah ini. Begitu banyak problematika yang ditemuinya kala bertugas disini. Mulai dari listrik, keterbatasan air, ranjau, serta hewan buas yang berkeliaran secara bebas disini.

"Sial," bibir mungil itu mengumpat tatkala maniknya mendapati seekor singa betina yang berlari kearahnya.

Jimin mendadak takut. Tak tahu apa yang harus dilakukannya, kala hewan itu kian mendekat. Jimin ingin berlari, hanya saja dia khawatir jika singa itu malah semakin bersemangat untuk menangkapnya.

Peluh membanjiri seluruh permukaan wajahnya. Dia sibuk melamun mengenai apa yang kiranya akan terjadi selepas hewan itu mencengkeramnya. Lalu, sebuah suara mengagetkannya.

Seorang bocah laki-laki berteriak dari kejauhan, namun Jimin tak tahu pasti apa yang dikatakannya. Namun, kala melihat tangan anak itu bergerak ke kiri dan ke kanan, membuat Jimin berpikir jika bocah itu menginginkannya untuk menepi.

Jimin mengambil langkah lebarnya menuju ke sisi kanan, hingga membuat tubuhnya berguling dan berbenturan dengan sebatang pohon.

"Lia!" Anak itu berseru, lalu melompat untuk memeluk tubuh singa betina itu.

Jimin ternganga atas apa yang baru saja dilihatnya.

Bocah itu terbaring diatas tanah, dengan tubuh sibuk bergelut dengan hewan buas itu.

Itu adalah hal yang biasa disini.

●●●

●●●

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Are u two dating?" Hehehe:v

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Are u two dating?" Hehehe:v

Bosan~~~

Ada yang bisa kasih rekomendasi Ff Kookmin?

Cloudie🐳

Love Maze [KM]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang