Yoongi agaknya dibuat khawatir untuk kali ini.
Sudah tiga hari lamanya, Jungkook tak lagi datang bekerja dengan alasan sakit. Well, Yoongi cukup tahu jika Jungkook adalah pria kuat yang jarang terkena penyakit.
Terlebih ini sudah terhitung tiga hari sejak dia melihat Jungkook terakhir kali. Sialnya lagi, pria itu bahkan tak lagi menghubungi Yoongi sekedar untuk mengusik atau semacamnya.
"Lihat saja jika dia ketahuan berbohong dengan alasan sakit," gumam Yoongi kala matanya sibuk mencermati tiap data yang diterimanya pagi ini.
Yah, bagaimanapun, Jungkook adalah temannya. Dan dia punya tanggung jawab untuk mengurus pria itu, karena Jungkook tak lagi dipedulikan oleh keluarganya. Well, malang sekali memang nasibnya.
"Yoon, dia tidak datang lagi hari ini. Kurasa Jungkook betulan sakit," kata Ketua sambil berlalu dimejanya.
Pemuda Min itu balas mengangguk, "Yeah, sepertinya begitu. Jungkook punya imun yang cukup kuat," balasnya tanpa minat, kemudian kembali berkutat pada berkas kasus yang akan ditangani olehnya.
Tak selang beberapa menit, sang Ketua kembali keluar dari ruangannya dengan amat terburu-buru. Yoongi mendadak bangkit, kala namanya dipanggil.
"Detektif Yoon! Segera kerahkan semua petugas kepolisian yang berada di tempat untuk menuju Stasiun Kereta bawah tanah," katanya dengan agak semrawutan.
Yoongi mengangguk cepat, "Baiklah," katanya cepat tanggap dan segera berkemas menuju tempat yang dimaksud oleh sang Ketua.
Well, sepertinya dia harus mengesampingkan urusan Jungkook terlebih dahulu.
●●●
"Pasien nomor 1079, Han In Ok, penderita Multiple sclerosis. Dia sudah mulai kehilangan fungsi indra penglihatannya," jelas Suster Im yang berjalan disisinya sedari tadi.
Jimin termangu. Ibunya juga pernah menderita penyakit yang sama, sebelum akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.
Multiple sclerosis adalah penyakit yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang selaput pelindung saraf (mielin) dalam otak dan saraf tulang belakang.
Pada tahap lanjutan, penderita penyakit ini biasanya mengalami kesulitan bergerak dan menurun kecepatan berjalannya.
Kenangan menyedihkan itu kembali terngiang dikepalanya, manakala sang Ayah memilih untuk tak acuh dengan keadaan Ibunya saat itu. Belum lagi gangguan pada kejiwaan Ibunya akibat rasa frustasi yang dialami. Jimin benar-benar membenci masa lalunya.
Ponsel disakunya berdering, Jimin memberikan kode pada Suster Im untuk menghentikan penjelasannya sejenak, sementara dia akan mengangkat telpon dari sang Ayah terlebih dahulu.
"Ada apa?"
Nada suara Jimin tak terdengar ramah sama sekali. Akhir-akhir ini, hubungannya dengan sang Ayah kembali memburuk. Belum lagi perihal Ayahnya yang begitu memaksa Jimin untuk segera menikah dengan Jaehyun.
Karena dia tahu fakta itu, bahwa Jaehyun dan dia tak saling mencintai dan hanya terjebak dalam sebuah ikatan pertunangan yang penuh omong kosong.
[Ayah sedang berada di dalam kereta. Akan mengunjungimu di Seoul.]
Pun Ayahnya mengetahui rasa tidak suka Jimin atas sikapnya, namun Tuan Park tak mau ambil pusing. Karena dia tahu yang terbaik untuk Jimin, putranya.
Pemuda Park itu merotasikan kedua bola matanya, "111111, password apartemenku, jika Ayah tidak tahu."
Well, ini kali pertama sang Ayah datang berkunjung ke Apartemen Jimin. Sehabis kematian sang Ibu, Dokter muda itu memilih untuk hidup sendiri tanpa sang Ayah. Yeah, biasanya Tuan Park itu juga tak ada di rumah bersamanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love Maze [KM]
Fanfiction●|Trapped in a maze of decisions. Exhausted by all the different chaos. We've wandered around, looking for the answer. Lost in the maze, in the darkness|●