19. Home

3.7K 473 54
                                    

"Yah! Park Jimin!"

Pemuda mungil itu mendesis sebal, kala ia baru saja menginjakan kakinya di bandara Incheon, teman idiotnya satu itu telah menyambut kepulangan Jimin dengan membawa sebuah papan yang bertuliskan Jiminku sayang sudah kembali. Mohon beri jalan! Tubuhnya kelewat mungil, hingga aku susah melihat keberadaannya.

Jimin menghampiri sembari menghentakan kakinya penuh rasa jengkel. "Jangan membuatku malu!" Serunya dengan nada tertahan sebab masih tahu kondisi jika banyak makhluk hidup yang berlalu lalang disini.

Taehyung tersenyum lebar. Tak mau menanggapi ocehan Jimin, ia memilih untuk mendekap tubuh mungil itu, hingga mengangkat Jimin keatas layaknya pesawat terbang.

Sialan.

Jimin benar-benar tidak punya muka lagi.

"Ya! Ya! Ya! Jangan gila!" Teriaknya malu sekaligus rasa takut yang menghampiri.

Dan Taehyung balas cengengesan sebagai jawaban. Gosh, ingatkan Jimin mengenai sikap temannya satu ini yang tidak pernah berubah. Terlalu bar-bar dan kelewat narsis, hingga Jimin tak lagi paham jalan pikirannya.

"Well, tenang saja. Tidak masalah jika aku melakukan hal bodoh, jika aku tampan. Benar, kan?" Katanya menggebu-gebu dengan penuh percaya diri hingga Jimin tak punya kalimat sanggahan.

Yah, itu memang kenyataannya.

Taehyung punya wajah rupawan. Teramat banyak gadis yang tergila-gila padanya, namun tak satupun yang berhasil memikat hatinya. Dia punya sikap baik dan sulit jatuh cinta disatu waktu.

"Ayo, kita makan siang!" Serunya antusias sembari menggantikan tugas Jimin dalam membawa ransel dan koper ditangannya.

Tipikal pria idaman sekali, kan?

Keduanya kini melangkah bersamaan menuju mobil Taehyung. Disisi pemuda Kim itu, tubuh Jimin terlihat amat mungil.

Yah, meskipun tubuhnya itu tidak terlalu pendek juga. Salahkan hormon Taehyung yang menggebu-gebu, hingga dia bisa memiliki tubuh raksasa begitu.

"Bagaimana liburanmu?" Candanya saat Jimin akan menaiki kendaraan milik Taehyung. Si mungil mendelik tajam, sama sekali tak tertawa akan lelucon yang baru saja dilontarkan oleh temannya.

Heol, berlibur dari mananya jika tugas Jimin kian menumpuk tanpa henti begitu. Belum lagi Rumah Sakit tempat Jimin bekerja hanya memberikan si mungil waktu tiga hari untuk beristirahat. Benar-benar menyebalkan sekali.

"Kau, punya hadiah buatku tidak? Aku menantinya sejak lama loh," kini Taehyung mengendarai mobilnya dengan tenang. Sementara Jimin duduk manis disisinya sembari bermain ponsel milik Taehyung dalam genggaman.

Jimin mencibir, "Disana tidak ada barang bagus, Pun, aku hanya bisa melihat kembaranmu disana." Katanya seraya menyeringai penuh arti.

Dahi Taehyung mengernyit, tanda tak paham akan kalimat yang baru saja dilontarkan oleh Jimin. "Siapa? Sejak kapan Ibuku memiliki anak lain selain aku?"

"Tentu saja monyet," dan Jimin tertawa terpingkal-pingkal didalam mobil akibat guyonan yang ia sendiri lontarkan. Lain halnya dengan Taehyung yang merasa tersakiti sebab wajah rupawannya disamakan dengan makhluk bar-bar begitu.

⸰⸰⸰

"Serius ingin diet?" Taehyung kembali bertanya sehabis memotong steak dihadapannya.

Jimin balas mengangguk dengan semangat, diiringi tawa lebar yang menurut Taehyung teramat bodoh.

"Dengan tubuh semungil pororo itu?"

Love Maze [KM]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang