18

728 88 29
                                        


Author POV

Beberapa hari ini Krystal terlihat tersenyum sepanjang jalan, bahkan dia memberikan senyuman pada orang-orang sekitar yang berhasil membuat pagi mereka begitu indah berkat senyuman seorang Krystal Claire Frost. Beberapa murid terlihat heran dengan Krystal yang terlihat senang, padahal kejadian semalam cukup membuat heboh satu sekolah. Krystal menatap lurus, berjalan begitu gembira layaknya anak kecil yang memakan permen kapas, mood Krystal pagi ini luar biasa baik. Hari ini Krystal mengenakan Sweater biru muda, jaket kulit, syal coklat yang selalu ia kenakan, celana panjang dan sepatu boots hitam. Rambut coklat kemerahan terurai indah, serta riasan make up Krystal yang terlihat sederhana namun sempurna di wajahnya.

Kejadian semalam tak membuat reputasi Krystal lekas menjadi turun, para murid SMA Curtis masih menganggumi Krystal sebagai murid tercantik dan terpopuler di sekolah. Bahkan para penganggum rahasia Krystal merasa heran karena bunga ataupun surat yang berada di loker tidak dibuang olehnya. "Krystal!" Nilam memeluk Krystal erat. Di susul oleh Mara, Jarl dan Sven yang terlihat marah,khawatir dan sedih. Mereka semua menatap Krystal. "Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Nilam khawatir. 

Krystal masih terdiam tidak tahu harus mengatakan apa kepada mereka. "Kami mencarimu kemana-mana. Kami semua mencoba menelfon, tetapi ponselmu tidak aktif. Mereka semua mengatakan... mereka semua mengatakan Amber membawamu pergi. Hal tersebut semakin membuat kami semua khawatir!" tatap Jarl sambil menceritakan prihal mereka yang mencari Krystal semalaman. Krystal masih terdiam, mengigit bibir bawah. Mara memegang lengan Krystal, lalu berkata, "Krystal, apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan? aku tahu kejadian semalam pasti akan membuatmu gelisah, membuatmu marah dan sedih. Jika kamu tidak ingin berbicara sekarang tidak apa, kami ada disini untukmu. Tetapi jangan menghindar seperti ini." Senyum Mara. 

Nilam masih menatap Krystal, menghela napas. "Kemana Amber membawamu pergi semalam?" tanya Nilam dengan suara yang rendah dan dingin. Dari semua kalimat yang mereka semua lontarkan, hanya kalimat ini yang berhasil membuat Krystal menoleh. Nilam menatap Krystal, begitupun sebaliknya tanpa memperdulikan bel yang sedang berdering. "Jawab, Krystal. Kemana Amber membawamu pergi? apa yang kalian lakukan? apa kamu tidak memikirkan kami semua yang mencarimu, mengkhawatirkanmu, memikirkanmu semalaman?" Suasana diantara mereka menjadi tak baik karena Nilam yang terlihat marah.

Krystal tak bisa mengatakan apapun selain diam. "Bisa kita bicarakan hal ini nanti? aku tidak ingin kita semua telat masuk kelas. Lagipula, Krystal saat ini terlihat baik-baik saja, dia bukan anak kecil yang harus selalu kita pantau terus, Nilam. Dia tahu yang terbaik." Sven dan Nilam saling bertatapan satu sama lain hingga akhirnya Nilam berjalan meninggalkan mereka semua dan satu persatu meninggalkan Krystal yang kini berdiri bersama Sven.

Sven menghela napas, menyenderkan tubuhnya di loker. "Aku senang kamu terlihat baik-baik saja. Apalagi, pagi ini kamu terlihat begitu ceria." Sven menatap Krystal, melipat kedua tangan dengan mata yang menggoda. "Apa yang kalian lakukan semalam hingga kamu terlihat ceria? sepertinya ada kejadian yang luar biasa." Goda Sven membuat pipi Krystal memerah. "Lihat dirimu, mudah sekali ketebak." Krystal melihat sekitar, lorong menjadi sepi. "Kamu tahu apa yang kupikirkan?" Sven tersenyum, mengeluarkan kunci mobil dari saku celana. "Let's go!"

~

Pagi ini terasa dingin, salju masih turun menyelimuti Kota New York. Cahaya di dalam ruang makan begitu minim, begitu juga penghangatnya. Walaupun seperti itu, wajah Amber terlihat bahagia. Biasanya, Amber akan memberikan wajah yang kesal di pagi hari. Namun pagi ini, membuat Jules dan Elena menjadi heran melihat Amber yang membuat roti panggang untuk mereka semua. "Apa ada sesuatu yang terjadi? mengapa dia terlihat berbeda pagi ini. Ibu harap bisa melihatnya seperti ini setiap hari." ucap Elena sembari meneguk kopi hangat. 

The Night We MetTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang