Hyuuga Hinata, si gadis biarawati mantan anggota agen CIA dengan keahlian khusus sebagai penembak jitu.
Bagaimana jika ia harus dihadapkan pada mafia beriman sejenis Uchiha Sasuke yang bisa sangat merepotkan.
"Tuhan tidak akan menghukum orang yang b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
* * Happy Reading !!
Hinata menggaruk hidungnya yang gatal. Tetiba, pengen ngupil setelah mendengar ucapan Sasuke tentang Gaara.
"Jadi, uhmm.. dia mafia juga?"
Mereka masih berada di dalam mobil, setelah Sasuke menariknya dan membawanya pergi darisana. Sebelum itu, Hinata menoleh untuk yang terakhir kali dan mendapati Gaara menyeringai ke arahnya.
Hinata tau jika Gaara menyembunyikan sesuatu, tapi tidak menduga akan sebesar ini. Hinata mati rasa, seperti ia tidak tau apa yang akan dilakukannya untuk penghianat seperti itu.
Matanya masih menatap lurus ke depan. "Kenapa banyak mafia berkeliaran di sekitarku?" Gumamnya, tidak menyembunyikan wajah bingungnya.
Sasuke terkekeh melihat wajah Hinata dengan ekspresi itu, terlihat depresi tapi juga tampak konyol.
Tangannya terulur untuk menepuk kepala Hinata, mengusapnya dengan tatapan melembut setelah memastikan bahwa Hinata baik-baik saja.
Mengerling dengan heran, "Apa yang kau lakukan?" Tatapannya fokus pada Sasuke yang masih menampilkan senyum tipis seadanya.
Mengangkat bahu ringan, "Mengusap kepala pacarku." Ekspresinya santai saat mengatakan itu.
Berkedip dua kali, Hinata mendadak malu saat mengingat apa-apa saja yang pernah dilakukannya dengan Sasuke, saat Sasuke menyentuhnya. Berdehem, Hinata membuang mukanya yang memerah. Rasanya memalukan.
"Jangan bicara sembarangan." Ketusnya.
Sasuke terkekeh melihat Hinata yang menyembunyikan wajah manisnya. Hyuuga Hinata memang begitu.
Hinata masih diam, kepalanya mendadak kosong. Jujur, mengetahui bahwa Gaara adalah seorang pemimpin mafia, tidak membuatnya takut ataupun terkejut. Hinata merasa biasa saja. Yang lebih membuatnya penasaran adalah, apa tujuan Gaara bergabung dengan agensi. Apa untuk memata-matai pergerakan agensi? Atau yang lainnya?
Sasuke tidak suka diabaikan, terlebih saat mereka hanya berdua saja. Seharusnya Hinata paham itu sejak pertama kali mereka bertemu. Jadi, saat Hinata sibuk dengan pikirannya, Sasuke tidak senang dengan itu.
Dengan gerakan cepat, Sasuke menarik pinggang Hinata hingga membuatnya terpekik keras. Mendudukkan tubuh kecil itu di pangkuannya, membuat Hinata mengerutkan keningnya dalam karena posisi mereka.