Happy Reading !!
"Wahh, bedebah sialan itu!"
Hinata tidak bisa menahan mulutnya untuk tidak mengatakan itu, bahkan ketika suster kepala dan pastor Alfaro ada disana.
Memukul bahu Hinata, "Hushh .. jaga bicaramu." Suster kepala mengingatkan.
"Ini sangat keterlaluan, suster." Hinata membela diri.
Kiba datang bersama pastor Andrew, dengan setumpuk kertas berdebu yang mereka ambil dari gudang.
Hinata mengacak rambutnya, tubuhnya terasa panas dengan adanya lonjakan emosi yang kini bermain dalam dirinya.
Sunwoon sangat bermasalah, perusahaan seperti mereka sudah seharusnya di hancurkan.
Kemana saja polisi Guseon ini? Kenapa tidak ada yang bergerak sama sekali.
"Nah. Lihat saja, Hinata." Kiba bicara setelah menepuk tangannya yang berdebu.
"Aduan limbah pabrik, perlakuan semena-mena pada pekerja, kasus keracunan makanan. Apa semua ini?"
Hinata kembali histeris setelah melihat selebaran yang ada di hadapannya.
Setelah sebelumnya ia harus mengutuk pada Shimura Sai, lelaki sialan yang kini benar-benar jadi target buruannya.
Hinata tidak pernah tau jika pastor Alfaro melakukan semuanya sendiri, sebelum pastor Andrew datang ke gereja dan menjadi sekutunya.
"Kenapa aku tidak pernah tau, tentang anak yang keracunan itu? Dimana sekarang Himawari?" Hinata menuntut jawaban dalam suaranya.
"Dia masih di rawat di rumah sakit, suster Hinata."
Hinata memejamkan mata, menghela napas perlahan. "Syukurlah." Gumamnya.
Hinata nyaris tidak bisa berpikir sekarang, bagaimana bisa orang-orang itu begitu buta pada keadaan yang terjadi karena kesalahan mereka?
"Suster Hinata, boleh aku ikut misi ini?" Pastor Andrew bertanya dengan suara pelan.
Hinata mengerjap dua kali, "Hah?"
Pastor Andrew nampak salah tingkah saat Hinata menatapnya dengan tatapan menyelidik itu. "Aku sudah menyelidiki tempat itu sebelumnya. Jadi, aku tau rute-rute tersembunyi yang ada disana." Jelasnya.
"Pastor ini mantan detektif, Hinata." Kiba mengatakannya dengan sangat santai dan gamblang.
Hinata mengangguk paham, "Baiklah. Kau bisa bergabung bersama kami, pastor Andrew." Katanya.
Senyum lebar dengan wajah sumringah, lelaki muda dihadapannya ini terlihat sangat gigih, itulah kenapa Hinata mengijinkannya.
Lagipula, ia belum pernah memeriksa latar belakang pastor Andrew, karena Hinata pikir lelaki itu hanya seperti biasanya.
"Panggil aku Sasori, suster Hinata." Katanya.
"Jangan banyak gaya, bocah!" Kiba tertawa, memecah suasana tegang yang terjadi disana.
"Pastor Alfaro, anda sudah berusaha sangat keras selama ini."
Hinata respect pada pastor Alfaro yang melakukan semuanya sendiri, meskipun usahanya tidak pernah terlalu membuahkan hasil, dan malah membuat beliau terluka.
Hinata bisa membayangkan, betapa menyebalkannya saat semua usaha yang kau lakukan tidak terlalu membuahkan hasil yang baik.
Hinata sangat mengerti.
"Ini hanya sebagai usaha kecil untuk mempertahankan gereja ini, suster Hinata."
Sesuai dugaannya, pastor Alfaro memang pribadi yang sangat rendah hati.
"Kiba, Sasori. Ayo ikut aku."
Mengajak dua lelaki itu pergi darisana, sebenarnya ada beberapa hal yang ingin Hinata tanyakan pada Sasori terkait ini.
Terutama, kenapa lelaki itu ada disini? Apa yang diinginkannya?
Hinata sudah mengganti rok pendeknya yang ternyata sangat tidak nyaman, inilah resikonya bagi seorang perempuan yang sangat jarang berpakaian feminim.
KAMU SEDANG MEMBACA
MR. MAFIA
FanfictionHyuuga Hinata, si gadis biarawati mantan anggota agen CIA dengan keahlian khusus sebagai penembak jitu. Bagaimana jika ia harus dihadapkan pada mafia beriman sejenis Uchiha Sasuke yang bisa sangat merepotkan. "Tuhan tidak akan menghukum orang yang b...
