Hari itu Changsub memastikan Aliya libur. Setelah kondisinya membaik dan ia kembali ke kantor. Changsub menjemputnya di hari minggu tanpa memberi tahu Aliya.
Ia mengetuk pintu rumah Aliya. Aliya membuka pintu dengan masih berpiyama.
"Kau baru bangun?" Tanya Changsub. Aliya menggeleng.
"Aku hanya belum mandi. Mandi di hari libur sudah pasti kesalahan besar di negaraku" kata Aliya mempersilahkan Changsub masuk.
"Mandi lah, ayo ikut aku ke suatu tempat"
"Baiklaaah" Aliya beranjak dengan malas. Changsub mengelilingkan pandangannya ketika Aliya mandi. Tak banyak yang bisa ia lihat di ruang tamu Aliya. Hanya sebuah rak dengan beberapa figura foto. Ia tersenyum dan menatapnya satu persatu.
"Kau pasti seorang yang cerdas" katanya mengambil sebuah figura dengan foto kelulusan Aliya di dalamnya. Ia meletakkannya kembali ke tempat semula. Aliya selesai berdandan sederhana. Ia hangan mengenakan pakaian casual dan menguncir rambutnya. Sesederhana itu saja membuat jantung Changsub berdebar.
"Kenapa menatapku seperti itu? Ayo!" Katanya bersemangat.
Hari ini Changsub berencana mengajak Aliya ke Cube. Ada latihan dan ia ingin menunjukannya pada Aliya.
Changsub menyadari bahwa nama BTOB mungkin tidak seterkenal grup lain di masa itu. Mereka bahkan baru mendapatkan piala pertama mereka beberapa waktu lalu. Ia sendiri tak yakin apakah Aliya menyukai grup idola atau tidak. Changsub merasa tak ada yang spesial dari dirinya selain kemampuannya bernyanyi. Ditambah lagi ia tak tau bagaimana caranya memikat hati wanita. Ia tak seberuntung hyung-hyungnya yang sudah punya pacar.
Changsub menuntun Aliya untuk mengikutinya.
"Kau bekerja disini? Sepertinya ini studio musik" kata Aliya yang tak tau menau soal Agensi.
"Ya, aku bekerja disini" Changsub tersenyum dan terus menuntun Aliya.
Mereka sampai di studio latihan menari. BTOB disana kecuali Sungjae yang harus Shooting variety show terbarunya.
Operator mematikan musik begitu Changsub dan Aliya datang. Eunkwang menghampiri Aliya. Aliya yang lebih dulu mengenalnya menundukkan kepala. Eunkwang membalasnya.
"Jadi ini nona Aliya yang kau ceritakan?" Tanya Minhyuk. Aliya memperhatikan wajah minhyuk dan merasa tak asing. Bukankah ia pernah melihatnya sekali atau dua kali di sebuah iklan televisi.
"Noona" Hyunsik mendekatinya.
"Ah Hyunsikssi juga disini?" Kata Aliya. Aliya memperhatikan laki-laki itu satu persatu dan berakhir menatap changsub.
"Apa kalian sekelompok penari?" Tanya Aliya.
Changsub tersenyum. Ia mengeluarkan sebuah album BTOB.
"Kami adalah grup idola. Kau tak pernah melihat kami?" Ia menyerahkan Album itu pada Aliya. Aliya memperhatikannya dengan seksama.
"Kau seorang penyanyi terkenal?" Tanya Aliya lagi.
"Jika aku terkenal, kau pasti sudah mengenalku dari awal" Changsub menjentikkan jari di kening Aliya dengan lembut. Aliya menatap member BTOB satu per satu.
"A .. aku .. masih belum paham" katanya.
"Waaaah, benar-benar. Duduklah disana biar kutunjukkan padamu" Changsub menunjuk sebuah kursi kosong agar Aliya duduk menyaksikan latihan mereka.
Musik diperdengarkan. Lagu baru BTOB. Aliya menyaksikan dengan seksama. Lee Changsub teman barunya, menyanyikan sebuah lagu indah yang membuat hatinya menghangat. Suara Changsub begitu lembut namun menusuk kalbunya. Changsub yang dikenalnya sebulan yang lalu. Changsub yang begitu manis dan menggemaskan saat bicara, menjadi Changsub yang bersuara seperti malaikat. Ia tampak gagah dan tampan. Tatapan matanya hangat dan menghujam.
Jantung Aliya berdebar. Bait demi bait. Gerakan demi gerakan. Sampai selesai. Aliya diam terperangah. Secara reflek bertepuk tangan dan berdiri dari kursinya.
"Nona Aliya menyukainya?" Tanya minhyuk "kau sangat special karena mendengarkan lagu comeback kami yang baru akan dirilis bulan depan"
Aliya terpaku. Matanya tak berpaling dari Changsub.
Changsub mendekatinya.
"Suaramu indah sekali" kata Aliya tak berhenti menatap Changsub.
"Kau menyukainya?" Tanya Changsub. Aliya mengangguk cepat.
"Aku tak pernah mengatakannya padamu. Maafkan aku"
"Kenapa minta maaf? Aku bersyukur karena kau memberitahukannya padaku. Aku pasti membuat iri banyak orang sekarang. Fansmu akan marah padaku"
"Ah itulah yang sebetulnya kutakutkan. Tapi fansku tak banyak. BTOB tak seterkenal itu. Usia kami baru tiga tahun. Lagipula Melody sangat baik" Changsub menyeka keringatnya.
"Melody?" Aliya tak mengerti siapa itu melody.
"Sebutan untuk fans kami. Jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan fans EXO. Mereka debut menjadi grup idol setelah kami, dan mereka mendapat banyak pujian" kata Changsub.
"Suaramu indah. Kau pasti akan sukses dan terkenal di masa depan Changsub" kata Aliya. Changsub menatap dirinya sendiri di cermin.
"Aku tak percaya diri" katanya. Aliya terkekeh
"Kalian akan bersinar. Aku akan menantikannya. Kau akan hidup lebih baik dari hari ini".
***
Sepulang latihan Changsub tak langsung mengajak Aliya pulang.
"Ayo kita makan Hotdog" kata Changsub.
"Aku akan menteraktirmu hari ini" Aliya bersemangat.
"Apa itu? Aku laki-laki. Lagipula aku seorang calon selebritis" kata Changsub angkuh.
"Aaaah, aku mau membalas budi karena kau merawatku kemarin. Jadi aku akan mentraktirmu hari ini ya? Kau tak boleh menolak"
"Baiklah, apakah setelah itu bisa sekalian menonton film dan berjalan-jalan di taman?" Pinta Changsub. Aliya tersenyum saja. Rasanya seperti orang kencan saja.
***
Waktu berlalu dengan cepat. Tapi Changsub sangat bahagia. Entah karena suasana hatinya sedanh bagus atau karena ada Aliya yang menemaninya. Mereka menghabiskan waktu seharian. Benar-benar seharian sampai Changsub mengantar Aliya pulang.
Mereka berdiri diambang pintu abu kusam apartemen Aliya.
"Masuklah" kata Changsub
"Terima kasih Changsub. Hari ini menyenangkan sekali. Selama aku tinggal di korea, aku jadi orang yang introvert. Tak punya teman dan tak banyak menghabiskan waktu diluar rumah. Tapi hari ini menyenangkan" kata Aliya.
"Syukurlah. Aku akan mengajakmu ke tempat lebih seru kapan-kapan. Istirahatlah"
Aliya bergeming. Ia membuka pintu rumahnya dan tenggelam dibalik pintu. Changsub berdiri menatap pintu abu kusam itu dengan senyuman. Ia menatap langit-langit. Merasa bersyukur karena hari yang indah itu. Ia berbalik meninggalkan rumah Aliya. Tapi baru beberapa langkah. Pintu rumah Aliya terbuka lagi
"Lee Changsub!" Aliya memanggilnya. Changsub berbalik dan terkejut ketika Aliya berlari ke arahnya dan mengecup pipi Changsub dengan kecepatan Cahaya. Kemudian Aliya balik berlari lagi ke rumahnya dan menghilang dibalik pintu.
Changsub yang tak siap hanya bisa diam. Dunianya seakan berhenti berputar. Ia mengangkat tangan dan memegangi pipinya. Jantungnya berdegup kencang.
"Apa itu tadi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
WHITE CAMELIA
FanfictionSINOPSIS "CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA ITU OMONG KOSONG!" Seru Changsub suatu ketika. Ia sedang duduk menyesap minuman kerasnya ketika seseorang yang hanya dilihatnya selama 7 detik menganggu setiap tidur malamnya. Mereka menyebutnya Camelia. Nama c...
