WAKTU UNTUK CHANGSUB

50 6 6
                                        

Aliya menatap makanannya dengan Enggan. Mereka sekeluarga akan kembali ke Indonesia. Damar menyendokkan sesendok nasi goreng di piring Aliya. Sudah beberapa hari sejak ia berpisah dengan Changsub dan tak tau keberadaannya lagi.

Arya bangkit dan hendak pergi.

"Buru-buru sekali" kata Damar

"Aku harus menyelesaikan sesuatu" katanya berlalu.

Aliya merasa sangat bersalah pada Arya. Mereka berteman lama tanpa tau perasaan Arya padanya. Perasaan Arya juga pasti terluka karena hati Aliya tak memilihnya. Walau Aliya tau di masa depan Arya mungkin tetap akan jadi pasangannya, tapi apakah ia mampu bertahan lama dan Jatuh cinta pada Arya, sementara ia begitu mencintai Changsub?.

Mobil itu melaju tenang. Arya turun meniti sedikit anak tangga pendek di depan gedung Cube Entertaiment. Ia datang untuk menemui Changsub.

Changsub dan member yang sedang bersiap latihan terkejut terlebih mereka tau siapa Arya dan siapa ayahnya.

"Luangkan waktumu sebentar" katanya pada Changsub dan berlalu. Changsub diam saja. Eunkwang menepuk bahunya dan menatapnya tanpa berkata-kata. Ia mengisyaratkan Changsub untuk menemui Arya.

***

Mereka duduk di cafe dekat studio latihan. Berhadapan. Arya tak memesan apapun selain kopi dingin yang bahkan tak diminumnya.

"Aku tau perpisahan pasti menyakitkan untukmu, Changsub" kata Arya. "Kami akan kembali ke Indonesia dan mereka akan membicarakan pertunangan serta pernikahan kami."

Tentu saja, Arya datang kesini untuk menambah sakit hati Changsub.

"Pergilah kalau sudah selesai" kata Changsub dingin sambil bangkit hendak pergi.

"Aku ..." Arya terdiam. "Menyukainya sejak kami kecil. Kupikir dia punya perasaan yang sama setelah selama ini kami berteman dekat. Kukira posisiku, keluargaku akan membuatnya menikah denganku tak hanya soal bisnis, tapi juga karena cinta" Arya terdiam. Changsub duduk lagi dan menatapnya. "Semua yang ia katakan padaku, keinginannya, aku mendukungnya. Aku disana saat ia membutuhkanku. Wanita itu membuatku hangat dan menolak untuk jatuh cinta pada wanita lain sampai aku setua ini" katanya lagi.

Sekarang ada rasa bersalah bergelayut di dada Changsub.

"Tapi hatinya bukan untukku". Arya menunduk dan mengaduk es kopi yang masih tak diminumnya. "Aku mungkin pecundang karena tak akan keras kepala untuk tetap mengejarnya  Changsub. Anggap saja aku akan menjaganya untukmu. Soal pernikahan, aku akan mengulur waktu sambil melanjutkan pendidikanku di Amerika Serikat. Di saat itu, pantaskanlah dirimu untuk kusuma wijaya. 4 tahun changsub!, 4 tahun dari sekarang" Arya bangkit. Ia menatap Changsub dengan mata berkaca-kaca.

"Aku lebih memilih Cameliaku bahagia walau itu bukan denganku."

Kalimat itu menutup pertemuan Arya dan Changsub. Arya hanya ingin bicara tanpa memberi kesempatan pada Changsub untuk bertanya. Ia pergi meninggalkan Changsub yang masih melamun dan meresapi tiap kata-kata Arya. Ia bimbang.

***

Tahun berlalu, sejak hari itu di cafe dekat Cube. Sudah 7 tahun berlalu. Inilah BTOB dengan segala ketenaran yang mereka dapatkan.

Changsub turun dari BMW silvernya dengan penampilan necis dan rambut tertata rapi. Ia menggendong Yuri turun dan meletakan tubuh tak berdaya itu di kursi roda. Minhyuk ikut turun dari mobil.

"Hari ini kita kencan bertiga dan biarkan si bodoh Eunkwang menikmati waktunya dirumah" kata Changsub sembarangan.

"Aaaaah aku tak sempat berkencan di namsan tower bersama oppaku" kata Yuri riang.

"Makanya ku ajak kesini, supaya Yuriku senang" kata Minhyuk mendorong pelan Kursi roda Yuri.

Saat itu musim semi, semua bunga terlihat cantik bermekaran dan mengeluarkan aroma harum yang sedap.

Mereka berjalan beriringan sambil mendorong kursi roda.

"Oppa, dekatkan aku kesana" kata Yuri meminta Minhyuk mendorong kursi rodanya ke sebuah area terbuka yang indah. Dengan senang hati Minhyuk menurutinya. Changsub ijin sebentar membeli hotdog hangat untuk disantap bertiga dk sebuah kedai kecil.

***

"Buatkan aku 3 buah hotdoh ekstra keju" kata Changsub kepada penjual Hotdog.

"Paman, buatkan aku 2 hotdog ekstra keju" seru sebuah suara. Suara itu terdengar sekali dan samar, tapi Changsub mengenalnya dengan jelas. Ia menoleh cepat.

"Camelia" katanya berbisik. Dunia Changsub nyaris berhenti. Jantungnya berdegub kencang. Wajah itu, rambut itu, mata itu, suara itu, Camelia. Ia disana.

"Sayang, tambahkan ekstra mayonaise untuk hotdogku" Sebuah suara menghampiri Aliya. Itu Arya. Aliya menoleh dan tersenyum manis pada Arya. Ia tak menyadari Changsub ada disana.

"Hotdogmu, tuan" kata penjual hotdog kepada Changsub. Changsub mengambilnya dan memberikan sejumlah uang. Ia menghampiri Aliya dan Arya.

"Aliya" katanya pelan. Aliya dan Arya menoleh bersamaan.

"Chang ... sub".

***

WHITE CAMELIACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang