Damar melepas mantel abu kusam tipis yang terkena rintikan hujan tadi. Ia, Arya dan Changsub duduk berhadapan.
"Siapa orang ini?" Damar berbicara dengan bahasa Indonesia yang tak dimengerti Changsub. Arya hanya melirik cepat dan membuang pandangannya ke arah lain. Changsub tak bereaksi apa-apa karena bingung harus bagaimana.
Aliya keluar kamar dengan setelan piyama dan mengambil sebotol air serta beberapa gelas dari rak piring. Ia meletakkan benda-benda itu di atas meja. Mereka duduk melingkar.
"Kau hidup seperti ini selama ini?" Tanya Damar.
"Apa salahnya?" Aliya mendelik tajam.
Arya mengambil botol berisi air dan menuangnya ke dalam sebuah gelas. Ia meminumnya sedikit menghargai Aliya dan menaruh kembali gelas di atas meja. Mereka semua diam.
"Papa dan mama akan segera datang. Bersiap saja" kata Damar bangkit "orang itu Arya" Damar menunjuk Arya "berhenti buang-buang waktu, Aliya" kata Damar berlalu.
Arya tak bicara apapun. Ia bangkit hendak menyusul Damar yang pergi lebih dulu. Aliya menahannya.
"Mas, kita bisa sama-sama menolak" kata Aliya dengan mata berkaca-kaca. Ia bangkit dari duduknya. Arya berbalik.
"Andai aku punya pilihan seperti itu" ia berlalu.
Air mata Aliya tumpah. Ia beranjak ke kamarnya dan menenggelamkan wajahnya dibalik bantal. Changsub mengejarnya, naik ke atas tempat tidur Aliya dan memeluk wanita itu dengan erat. Membiarkannya menangis di pelukannya.
Ia tak mengerti arah pembicaraan ketiga orang ini. Tapi itu tak penting sekarang. Ia hanya membiarkan Aliya menangis pilu dipelukannya. Membelai rambut Aliya penuh kasih sayang.
"Gwenchana, Gwenchana Aliya" Changsub mengecup pelan puncak kepala Aliya.
....
"Maafkan Aliya" kata Damar menuang minuman keras ke gelas Arya.
"Apa kita berlebihan?" Tanya Arya
Damar menyerahkan sebuah amplop coklat pada Arya
"Namanya Changsub. Anggota grup idola baru. Mereka debut 3 tahun lalu"
Arya membuka amplop berisi data diri pribadi Changsub.
"Cube entertaiment?" Ia menyesap minuman kerasnya dan mengerenyitkan wajah "aku akan kesana kapan-kapan" katanya.
"Orang tua kami akan segera tiba di Korea" Damar melirik tajam pada Arya.
"Jangan terlalu menekannya, Damar"
"Aku angkat tangan jika papa ikut campur kali ini"
***
Changsub menggerakkan sedikit tubuhnya dan menyingkab sedikit rambut Aliya. Aliya menangis sampai tertidur dan ia harus kembali ke dorm. Aliya menggeliat dan menahannya. Changsub membeku.
"Aku tak akan kemana-mana" bisiknya pelan, mencoba memejamkan mata sambil memeluk wanita kesayangannya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
WHITE CAMELIA
FanfictionSINOPSIS "CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA ITU OMONG KOSONG!" Seru Changsub suatu ketika. Ia sedang duduk menyesap minuman kerasnya ketika seseorang yang hanya dilihatnya selama 7 detik menganggu setiap tidur malamnya. Mereka menyebutnya Camelia. Nama c...
