GENTLEMAN

86 17 11
                                        

Changsub gelisah. Ia tak bisa tidur. Ia berguling kesana dan kesini. Minhyuk menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Gerakanmu membuatku sulit tidur, Changsubaaaah!" Kata Minhyuk kesal. Changsub bangkit dan keluar kamar meninggalkan Minhyuk. Ia masuk ke kamar Peniel dan Sungjae lalu tidur diantara mereka berdua.

"Hyuuuung ..." Peniel yang belum memejamkan mata menggerutu. Sungjae yang kelelahan sudah mendengkur hebat.

"Peuni tidurlah di kamarku. Temani Minhyuk hyung. Aku akan tidur disini dengan Sungjae" kata Changsub. Peniel bangkit dan meninggalkan Changsub tidur berdua dengan Sungjae.

Changsub tidur menatap Sungjae.

"Yook sungjae" ia mencubit pelan pipi Sungjae "Sungjaeyaaaa" katanya gemas.

"Eeeeeeuummm berisik sekali" sungjae membelakangi Changsub

"Aku dicium seorang wanita Sungjaeyaaaaaa" kata Changsub. Sungjae terbangun dan menoleh ke arah Changsub dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya. Kemudian ia menepuk-nepuk kepala Changsub dan kembali tidur.

Changsub mendengus kesal. Ia benar-benar tak bisa melupakan kejadian yang berdurasi tak lebih dari satu menit itu. Ia tersenyum menatap langit-langit. Wajah Aliya terbayang-bayang. Dadanya seperti dipenuhi banyak kupu-kupu. Ia tak yakin harus bereaksi bagaimana jika bertemu Aliya lagi. Changsub memeluk erat bantal milik Peniel yang sedari tadi sudah dipeluknya.

***

Keesokan harinya Changsub bersikap tidak normal. Ia bangun pagi dengan wajah berseri-seri. Mandi pagi dan berdandan rapi padahal mereka tak punya jadwal apapun hari itu. Senyuman mengembang dari sudut bibir Changsub.

"Kenapa dia?" Tanya Ilhoon

"Gadis itu menciumnya" Sungjae yang masih berpiyama menjelaskan singkat

"Apa?" "Apa?" "Apa?" Kata Eunkwang, Hyunsik dan Minhyuk nyaris bersamaan.

"Ia menceritakannya padaku semalam" kata Sungjae

"Kau pasti mengigau" kata Minhyuk mengacak-acak rambut sungjae.

"Gadis itu mencium pipinya dengan cepat. Itu racauan Changsub semalaman" kata Sungjae sambil menguap.

"Pantas saja" Eunkwang menatap Minhyuk

"Rasanya pasti mendebarkan" kata Minhyuk "ah kalian jadi bepergian hari ini? Aku akan menjaga rumah. Aku malas kemana-mana, mungkin Noona akan menemaniku siang ini"

"Jangan bercinta diatas tempat tidur suciku" kata Eunkwang sambil berlalu.

Changsub hendak pergi. Semua menatapnya.

"Mau menemui wanita itu?" Tanya Hyunsik.

"Wanita lain" kata Changsub. Semua tampak terkejut "eommaku memintaku mengantarnya berbelanja ke supermarket hari ini" Changsub berlalu.

***

Siang itu terik, tenggorokan Changsub sangat kering. Ia memutuskan pulang ke dorm ketika urusannya dengan ibunya sudah selesai.

Ia baru saja masuk dengan perlahan dan tertegun melihat apa yang ada di hadapannya. Ia menelan ludah dan mengatupkan bibirnya. Ia ingin pergi tapi kakinya sulit melangkah dan tubuhnya tak mau berbalik.

Adegan dihadapannya biasa saja. Ia sering menyaksikan adegan serupa dalam film atau drama. Bahkan ia pernah melihat yang lebih vulgar.

Minhyuk dan Noona sedang berpagutan dengan mesra. Mereka saling melumat dan berpelukan. Baru kali ini Changsub melihat langsung adegan seperti itu terjadi di depan matanya. Terlebih pemerannya adalah hyung dan Noonanya sendiri.

"Saranghae" Minhyuk menatap wanita itu dengan lembut. Ia membelakangi Changsub. Noona yang menyadari kehadiran Changsub menengok padanya.

"Changsub?" Kata Noona. Minhyuk memutar pandangannya.

"Haruskah aku pergi? Mianhae" kata Changsub tersipu.

"Aaah, aku yang harusnya minta maaf" Noona tersenyum pada minhyuk "aku mau pulang, tapi laki-laki ini terus menahanku" kata Noona santai. Noona merapikan dirinya dan bersiap pulang "aku akan meneleponmu ketika sampai rumah" katanya mengecup Minhyuk. Ia tersenyum pada Changsub dan berlalu.

Changsub mendekati Minhyuk dan menaruh bungkusan minuman yang dibelinya. Ia mengambil sekaleng soda.

"Yang berciuman aku, kenapa wajahmu yang memerah?" Tanya Minhyuk. Changsub meneguk sodanya.

"Aku iri. Aku ingin tau rasanya" kata Changsub polos. Minhyuk terbahak.

"Aaaah kau menggemaskan Lee Changsub. Bahkan Sungjae sudah pernah melakukannya" Minhyuk menggodanya. Changsub mendengus sebal "pacari gadis itu, ajak ia bermalam. Aku berjanji tak akan mengganggumu" kata Minhyuk.

"Aku tak percaya diri, hyung"

"Inilah yang menyebalkan darimu. Sejak kita debut sampai detik ini. Kau menutup dirimu. Padahal melody menggilaimu. Kenapa masih tak percaya diri. Dia hanya seorang wanita biasa, changsub. Bukan anak seorang penting di negara kita" kata Minhyuk. Changsub menatapnya.

"Lihat aku hyung. Aku tak setampan dirimu. Aku bukan seorang yang sukses dan aku bukan anak orang ternama. Aku ingin memberikan yang terbaik untuk wanitaku kelak. Tapi aku belum berada disana" Changsub menatap kaleng sodanya.

Minhyuk menepuk nepuk bahu Changsub.

"Cobalah menjalin suatu hubungan. Kau akan tau kelak semua yang kau sebutkan itu tak lagi penting".

Changsub tau ia berlebihan. Bahkan wanita itu baru sebulan dikenalnya. Ia belum mengenalnya lebih dalam. Tapi ia sangat menghormati ibu dan adik perempuannya. Ia ingin menjadi seorang laki-laki yang bertanggung jawab untuk wanita-wanitanya kelak.

Ia hanya ingin wanitanya mendapat yang terbaik dari dirinya. Ia sendiri tak bisa memastikan perasaannya pada Aliya. Aliya seorang yang baik. Ia cerdas, ia cantik dan Changsub menaruh perhatian lebih padanya itu jelas. Tapi memintanya menjadi kekasih apa tak terlalu dini baginya?. Ia belum siap, ia ingin mengenalnya perlahan dan membiarkan perasaanya tumbuh pelan-pelan.

WHITE CAMELIACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang