Enjoy!
Jihoon terbiasa bangun pagi, tentunya untuk mempersiapkan keperluan restorannya dan anaknya juga. Jihoon benar-benar merasa aman dan nyaman tinggal disini karena memang berada di dekat seungkwan dan minghao saja sudah aman baginya apalagi sekarang mereka tinggal bersama.
Tapi di jam masih menunjukkan angka 6 ini ada yang membuka pintu rumah dengan tidak santainya. Jihoon terkejut dan langsung mengecek ke arah pintu takut-takut jika itu maling atau sejenisnya.
"S-siapa?" tanya jihoon sambil menengadahkan solet yang ia pegang untuk berhati-hati jika itu orang jahat. Perempuan itu juga sedikit terkejut melihat jihoon seperti itu.
"Lo yang siapa!? Dimana jeonghan eonni?" balas wonwoo dengan nada ngegasnya. Ya itu wonwoo. Wonwoo datang dengan gaun putih selutut yang lusuh dan kotor.
"Eh eh ada apa?" jeonghan yang ternyata sedang mandi mendengar suara wonwoo dan ia cepat memakai handuknya untuk menutupi tubuh polosnya.
"Eon gimana penuntutannya, bisa?" tanya wonwoo tanpa basa-basi.
"Eh won bentar, astaga lo baru pulang tapi langsung ngurus kayak gini" jeonghan yang melihat wonwoo rasanya terharu, bangga dan kasihan. Jeonghan bangga wonwoo bisa kabur dan membawa bukti tapi juga merasa kasihan melihat keadaannya.
"Eon udah gak ada waktu lagi" balas wonwoo yang ingin cepat-cepat menyelesaikan ini.
"Tenang, lo udah di rumah dan sekarang mending lo mandi dulu. Lo inget gak mandi berapa hari? Bau banget"
"Iihh eon tapi ini serius"
"Iya gue tau, gue udah hubungi jun tinggal nunggu kabarnya lagi dan lo mandi dulu habis itu kasih tau ke gue bukti yang lo dapet"
"Iya iya eon" akhirnya wonwoo menurut dengan perintah jeonghan sedangkan jihoon hanya bisa mematung dan tidak mengerti percakapan antara kedua orang itu.
"Yak, jihoon-ah" panggil jeonghan pada jihoon dan hanya mendapat tengokan dari jihoon.
"Dia wonwoo yang diculik itu, kamu gak usah khawatirin tentang itu, kunci semua pintu sama jendela dulu terus gak usah ke restoran dulu ya? Masak buat kita aja hehe" antisipasi jeonghan untuk mencegah jihoon tidak keluar rumah. Hari ini juga hari minggu untungnya yang membuat seungkwan tidak harus pergi ke kampusnya.
"Iya eon" balas jihoon menurut saja karena dia tau jika ini dalam situasi mengkhawatirkan.
"Kamu tenang aja ya, gak akan ada apa-apa. Yaudah aku minta tolong buat masakin sarapan ya, nanti mungkin banyak yang aku ajak kesini"
"Iya eon, yaudah eonni pake baju dulu gih gak dingin apa?" memang jeonghan dari tadi hanya berpegang teguh dengan sehelai handuk yang menutupi tubuhnya.
"Hehe iya, makasih hoon" jeonghan lalu pergi ke kamarnya.
Setelah mandi wonwoo langsung menuju kamarnya. Wonwoo sangat merindukan komputernya kali ini. Dia langsung membuka situs web miliknya dan mendownload semua foto-foto tadi yang ia kirimkan lewat ponsel soonyoung.
"Yes, berhasil" sorak wonwoo. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan terlihat dua orang yang sepertinya baru bangun tidur tapi dengan senyum cerahnya.
"Wonwoo eonni!!" teriak mereka berdua langsung berlari ke arah wonwoo dan memeluknya erat.
"Astaga, minghao seungkwan" wonwoo mau tak mau harus mendapat serangan pelukan dari dua orang yang lebih muda darinya ini.
"Wahh eonni keren banget bisa kabur" kagum minghao.
"Eonni bisa bela diri ya?" ini seungkwan.
"Udah udah susah nafas gue" wonwoo yang mencoba melepas pelukan dari dua maknae itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
START [SVT GS]
FanfictionAwal dari semester baru. Waktu yang dipenuhi dengan kegugupan, semangat dan awal yang baru. Ada satu hal yang penting untuk selalu dibawa kemanapun kita pergi yaitu kepercayaan diri. Pelaku pembunuhan dan penculikan yang tidak di ketahui identitasny...