Enjoy!
"Apa? Mengapa tiba-tiba?"
"Kakakmu sudah memenuhi syarat, dia sangat berambisi untuk meneruskan perusahaan ini, papa tidak bisa menolaknya mentah-mentah lagi"
Ya itu ayah jun meneleponnya membahas tentang penerus perusahaan yang dikelolanya.
"Tidak, tapi taeil hyung benar-benar tidak boleh memimpin perusahaan walaupun hanya 3 tahun kedepan" cegah jun.
"Papa tau, kau pasti berpikir kau lebih bisa diandalkan dari kakakmu tapi kita harus memberinya kesempatan, setelah 3 tahun itu papa akan mencabutnya lagi dan menunggumu"
"Tidak pa, taeil hyung bisa merusak perusahaan papa selama 3 tahun itu" jun benar-benar berusaha mencegah terjadinya taeil menjadi pemimpin perusahaan ayahnya karena bisa-bisa dia akan serakah dan yang terjadi perusahaan itu akan menjadi miliknya selamanya.
"Jangan berbicara seperti itu tentang kakakmu jun! Jika kau ada waktu, kemarilah kita bicarakan bersama dan papa harap kau membawa calonmu juga"
"Pa! Aku bisa akhir pekan ini kesana tapi untuk calon kenapa sekarang?"
"Itu dibutuhkan bukan, untuk mendampingi kau menjadi pemimpin jika kau benar-benar menolak kakakmu" jun menghela napasnya mendengar itu.
"Baik, begitu saja. Jaga dirimu baik-baik dan kabari jika kau mau kesini"
"Baik pa" akhir percakapan mereka.
Jun baru saja menyelesaikan masalah soonyoung yang membuatnya sakit kepala dan sekarang malah ada masalah lagi yang harus ia hadapi.
"Bagaimana dengan seungcheol, apa dia akan baik-baik saja" gumam jun yang melihat berita yang sedang ramai-ramainya dibicarakan.
"Kenapa hidup penuh dengan masalah yang tidak terduga datangnya darimana" gumamnya lagi memejamkan matanya untuk meredam pikirannya yang terasa penuh.
•_•
Mingyu hari ini benar-benar berusaha mencari tahu seluk beluk vernon dan kino, bahkan dia mengikuti kemanapun vernon dan kino pergi hari ini guna mencari petunjuk. Tentunya dengan diam-diam mingyu mengawasi mereka.
"Tempat apa ini?" pertanyaan yang terlontar begitu saja dari mulut mingyu.
Vernon dan kino turun dari mobilnya dan ingin memasuki bangunan yang ada di depannya. Bangunan itu bukan seperti rumah karena terlalu besar untuk disebut rumah tapi juga terlalu kecil untuk disebut gedung.
Mingyu yang ragu untuk meneruskan penelusurannya pun sempat berpikir karena dia benar-benar hanya sendiri. Jika ada bahaya yang menimpanya saat ikut masuk ke bangunan itu hanya ada kemungkinan kecil ia selamat seorang diri.
"Iya, ada apa?" mingyu mendapat telepon dari seokmin. Mereka kenal beberapa hari lalu dan tentunya karena mereka juga mencari tahu kasus yang sama dan kenal dengan teman wonwoo.
"Kau dimana? Aku mencarimu di kantor"
"Aku sedang mengikuti pelaku"
"Hah? Yang benar saja, kau sendirian?"
"Ya, tapi aku ragu untuk mengikutinya ke dalam"
"Kirim alamat padaku, aku akan menemanimu"
"Sebenarnya tidak usah karena kau hanya wartawan tapi karena sudah kuanggap teman baiklah"
"Kau hanya perlu menerima saja tidak usah basa-basi"
Mingyu benar-benar mengirim alamat dia berada kepada seokmin. Karena mereka berdua seumuran itu membuat mereka cepat akrab.
KAMU SEDANG MEMBACA
START [SVT GS]
FanfictionAwal dari semester baru. Waktu yang dipenuhi dengan kegugupan, semangat dan awal yang baru. Ada satu hal yang penting untuk selalu dibawa kemanapun kita pergi yaitu kepercayaan diri. Pelaku pembunuhan dan penculikan yang tidak di ketahui identitasny...
![START [SVT GS]](https://img.wattpad.com/cover/258648743-64-k401180.jpg)