Enjoy!
Jihoon yang harus bekerja keras mengelola restoran sederhananya sendiri. Ya dia memang tidak membutuhkan pekerja lain alasannya dia tidak ada pekerjaan lain yang harus ia kerjakan selain untuk restoran sederhananya ini. Pikirnya lebih baik mengerjakan sendiri selagi bisa dan itu akan mendapat lebih banyak keuntungan daripada harus memberi upah ke perkerja lain.
"Terima kasih, silahkan datang kembali" ucap jihoon kepada pelanggan terakhirnya karena ini sudah hampir jam 10 waktunya tutup. Tempat itu buka dari jam 10 pagi sampai 10 malam.
Melelahkan memang tapi dia harus bertahan untuk pengobatan neneknya yang sakit-sakitan dan kakeknya yang juga selalu menuntut jihoon untuk menjadi orang yang sukses nanti setelah mereka tidak ada. Restoran ini sebenarnya diwariskan oleh kakeknya untuknya karena hanya harta ini yang dimiliki kakeknya.
"Hahh kenapa pikiran itu tidak mau hilang dari pikiranku. Itu semakin membuatku lelah" monolog jihoon sambil merebahkan tubuhnya ke kursi.
"Aku ingin menikmati masa mudaku walaupun hanya sebentar tapi mengapa begitu sulit?" jihoon melipat tangannya diatas meja dan manaruh kepalanya diatasnya lalu memejamkan matanya untuk sekedar mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.
Tapi tidak lama, seperti ada yang membuka pintu untuk masuk.
"Maaf kami sudah tutup" jihoon membuka matanya dan berdiri lalu melihat ke arah siapa yang datang.
Melihat siapa yang ada di depannya sekarang membuat dadanya sesak. Matanya memanas menahan air mata yang mendesak ingin keluar. Bibirnya yang kelu untuk sekedar membuka dan menyuarakan apa yang ingin ia katakan.
Hening yang ada di antara mereka membuat jihoon geram tapi dia juga tidak berdaya untuk mengusir atau menerimanya. Mereka hanya bertatapan tanpa membuka suara sampai beberapa saat.
"A-apa yang k-kau lakukan disini?" tanya jihoom membuka suara.
"Aku mencarimu jihoon-ah, bukan hanya aku tapi chan juga" balas pria itu dengan mata memohonnya.
"A-apa yang kau mau?! Kenapa kau disini?!" teriak jihoon.
"Aku merindukanmu, maafkan aku. Maafkan aku yang dulu meninggalkanmu" ucap lelaki itu berjalan mendekat mengikis jarak diantara mereka.
"Menjauh! Aku tidak sudi melihatmu lagi!" tapi bukannya menurut malah tetap melangkahkan kakinya mendekat ke arah jihoon yang juga melangkah mundur.
"Maafkan aku, kembalilah bersamaku, chan juga merindukanmu"
"Tidak! Aku tidak mau!" teriak jihoon tapi lelaki itu malah memeluk jihoon.
"Lepaskan aku! Lepaskan!" berontak jihoon yang sia-sia tentunya karena badannya yang kecil harus berusaha lepas dari badan besar milik lelaki itu.
"Kembalilah jihoon kembalilah"
"Lepaskan! Tolong! Lepaskan aku!!"
"Eon! Eonni! Jihoon eonni bangun!!" itu minghao yang mengguncang-guncang tubuh jihoon.
"Eon bangun eon!" ini seungkwan yang juga ikut menepuk pipi jihoon.
"Lepaskaaaannn!!" diiringi teriakan itu jihoon pun bangun. Ternyata itu semua hanyalah mimpi. Dia tertidur di dalam pikirannya yang masih memikirkan orang yang sangat ia benci, kwon soonyoung.
"Eonni, apa eonni gapapa?"
"Minghao? Seungkwan?" jihoon linglung sebentar melihat kedua gadis itu di depannya "Aku gapapa".

KAMU SEDANG MEMBACA
START [SVT GS]
ФанфикAwal dari semester baru. Waktu yang dipenuhi dengan kegugupan, semangat dan awal yang baru. Ada satu hal yang penting untuk selalu dibawa kemanapun kita pergi yaitu kepercayaan diri. Pelaku pembunuhan dan penculikan yang tidak di ketahui identitasny...