13

590 75 3
                                        

Enjoy!

Selama beberapa hari bekerja bersama seungcheol tentunya membuat jeonghan lelah juga. Bagaimana tidak, klien yang datang terkadang melakukan kejahatan dengan alasan hanya ingin melakukan saja dan mereka harus membela agar dapat gaji atas pekerjaan mereka.

"Apa akan ada klien yang datang lagi?" tanya seungcheol.

"Masih satu orang lagi" jawab jeonghan sambil mengecek daftar yang ia pegang.

"Telpon dia untuk cepat datang, aku ingin cepat menyelesaikan ini" perintah seungcheol dan dilaksankan oleh jeonghan.

"Pengacara choi" panggil jeonghan sedangkan yang dipanggil hanya berdehem.

"Klien terakhir tidak jadi datang hari ini"

"Kenapa?"

"Entah, dia hanya bilang tidak bisa hari ini lain kali dia akan menghubungi lagi"

"Yasudah, bereskan semua dan kita makan di luar" perintah seungcheol lagi dan lagi hanya bisa dituruti oleh jeonghan walaupun dalam hatinya merutuki bosnya itu. Tapi setidaknya setiap diajak makan pasti seungcheol yang akan membayar.

"Kau tau kan kasus penculikkan akhir-akhir ini?" tanya seungcheol dan hanya diangguki oleh jeonghan. Ngomong-ngomong mereka sudah berada di restoran.

"Apa menurutmu itu tidak ada kaitannya dengan kasus pembunuhan yang kemarin?" hanya info jika kasus pembunuhan sudah ditutup dari pihak manapun karena media menyuarakan jika pelaku sudah tertangkap.

"Entahlah, tapi jika itu berkaitan kenapa daerahnya berbeda?"

"Memang berbeda tapi tidak jauh bukan?" lagi-lagi jeonghan mengangguk.

"Tapi, tadi malam aku kesana sudah tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan"

"Yak! Kau gila!? Kenapa malah kesana?" bentak seungcheol yang mengejutkan jeonghan.

"Hanya saja temanku mengajakku dan juga aku mengunjungi rumah temanku yang ada disana" jawab jeonghan, "Kenapa harus membentak" lanjutnya bergumam pelan.

"Tapi tetap saja kau seharusnya tidak kesana"

Tiba-tiba ponsel jeonghan berdering pertanda jika ada yang meneleponnya.

"Halo kwan, kenapa?

"Eonni liat minghao gak tadi pagi?"

"Minghao? Gak tau. Emang lo gak liat?"

"Gak eon, tadi pagi aku kira dia berangkat pagi karena dia ada kelas pagi tapi waktu aku ke kampus dia gak ada sampai sore ini tetep gak ketemu"

"Kok bisa? Gak lo telpon?"

"Kalo bisa ditelpon aku gak tanya ke eonni kali eon"

"Yaudah, bentar lagi gue pulang ntar kita cari" lalu panggilan itu terputus.

"Kenapa? Ada masalah?" tanya seungcheol.

"Minghao, temanku gak bisa dihubungi dari pagi" jawab jeonghan dengan wajah khawatirnya.

"Ayo pulang aku antar" Jeonghan tentu juga tidak menolak tawaran seungcheol. Tapi sebelumnya mereka menghabiskan makanan yang mereka pesan terlebih dahulu.

Sampai dirumah ternyata wonwoo dan seungkwan juga dilanda kekhawatiran di dalam sana.

"Eon, gimana nih minghao bener-bener gak bisa dihubungi" adu seungkwan saat melihat jeonghan datang.

"Tadi malem minghao pulang gak won? Lo liat gak?" tanya jeonghan ke wonwoo.

"Gak tau, eonni tau sendirilah aku seringnya di dalam kamar, keluar juga waktu tengah malam cari cemilan" jawab wonwoo. Sekedar info jika wonwoo memakai kamar single jadi hanya satu ranjang yang ada bukan seperti kamar minghao dan seungkwan.

START [SVT GS] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang