Hwang Yunseong merasakan keganjalan dalam hati kecilnya. Selepas kepergian Minhee ia mengecek melalui ponselnya dimana letak pasangan tercintanya itu. Ternyata mereka bertemu di sebuah pelabuhan. Awalnya ia bingung mengapa mereka harus bertemu di sana. Pada akhirnya dia memutuskan untuk menyusul ke lokasi. Tetapi di tengah jalan, tiba-tiba ponsel Minhee hilang dari jangkauan. Karena panik Yunseong mencoba menelpon Minhee namun tak mendapatkan jawaban apapun. Bahkan saat sampai di pelabuhan pun tak ada siapapun di sana. Semuanya kosong, hanya ada beberapa pekerja yang lewat. Yunseong mengusak rambutnya kasar. Dia segera meminta bantuan pada Minseo untuk mencari keberadaan Minhee.
"Aku tidak peduli bagaimana caranya! Kau harus segera menemukan Kang Minhee! Secepatnya!" Tegas Yunseong sebelum mematikan sambungan.
Dia tampak gusar sekali, firasatnya sudah tidak enak semenjak ibu tiri Minhee mengajaknya bertemu.
"Sialan!" Marahnya sambil memukul setir bundar mobilnya.
Tak lama kemudian dia mendapatkan lokasi Minhee melalui cctv yang mendapati kendaraan jika Minhee dimasukkan ke dalam sana. Sesuai hasil dari cctv jalan juga, mereka dapat menemukan kemana mobil itu pergi. Tanpa pikir panjang ia langsung menuju tempat.
Minhee ternyata disekap dalam sebuah ruangan gelap dan minim akan pencahayaan. Setelah beberapa saat tersadar dari pingsannya ia terkejut. Apalagi tubuhnya diikat cukup kencang. Dia terus bergerak acak mencoba melepaskan ikatan pada tangannya yang mulai lecet akibat gesekan yang terjadi. Raut wajah penuh peluh dan basahnya rambut terlihat sedikit meringis saat merasakan kesakitan pada pergelangannya.
Tak jauh di sebelah kanan, ada sebuah pecahan kaca dari sebuah botol berwarna hijau. Minhee menggeser tubuhnya ke sana dan diambil. Jari-jarinya terus bergerak ke atas dan ke bawah untuk mencoba melepaskan ikatan tali. Namun pintu terbuka dan tampak dua orang lelaki berbadan besar mendatanginya. Minhee meronta tidak mau disentuh, diiringi tatapan tajam dari sorot matanya.
Lelaki itupun mendudukkan badannya agar sejajar. Wajah mereka tampak dekat. "Kau manis juga" Ujarnya.
Tanpa disangka Minhee meludah tepat di wajah orang itu hingga si empu kesal. Saat tangannya akan memukul, Minhee dengan cepat melepaskan ikatan talinya dan menyayat leher lelaki bertato matahari di bagian leher menggunakan pecahan kaca tadi. Darah segar mulai bercucuran, satu temannya terkejut dan berusaha menolong. Kesempatan tersebut digunakan olehnya untuk melepaskan ikatan tali pada kakinya. Tetapi pria tadi menyadarinya dan akan menerjang Minhee.
Minhee memutarkan tubuhnya ke samping menghindar, posisi tubuhnya terlentang dan menaikkan kakinya untuk menendang dada lawan dengan kuat. Terbukti, dengan jatuhnya si penculik. Minhee segera menaikkan tubuhnya berdiri, dia kini berhadapan dengan lawannya yang memiliki tubuh jauh lebih besar darinya. Ditambah kondisinya yang sudah tak karuan membuat siapapun khawatir.
"Kau tidak akan mendapatkan apapun dariku!" Ujar Minhee tangannya masih memegang pecahan botol dengan kuat hingga berdarah.
Lelaki itu langsung menerjang dan Minhee berlari menghindar tetapi baju belakangnya ditarik. Dia dilempar hingga punggungnya harus terkena dinding, pecahan kaca di tangannya terlepas. Belum sempat bergerak lebih, tubuhnya dibawa berdiri dan lehernya dicekik hingga membuatnya sulit bernapas. Minhee meronta dan memukul-mukul lawannya saat dirasa tenggorokannya begitu sakit, dadanya terasa sesak karena tak ada pasokan oksigen.
Matanya melirik dan ada botol soju yang masih utuh di samping. Tangannya terulur untuk mengambilnya, jari-jarinya bergerak berusaha menggapainya. Dengan sisa tenaga yang ada, Minhee berhasil mendapatkannya dan langsung memukulkan ke kepala botak lelaki itu.
Badan Minhee terjatuh lagi, ia terbatuk sembari memegang lehernya yang memerah padam. Pria yang dipukul kepalanya tadi masih bisa bergerak walau agak sedikit limpung, Minhee pun ketakutan dan mengambil sebuah pisau di dekat kakinya. Tanpa aba-aba lagi, ia menghujamkan tusukan pada perut lelaki itu. Setelahnya ia bergegas pergi dari sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blind - Hwangmini
FanfictionKang Minhee adalah seorang anak pemilik perusahaan ternama di Korea Selatan. Dia anak yang hidup dengan bergelimang harta. Namun, selama itu dia tidak pernah hidup bahagia. Minhee memiliki sifat yang dingin. Dia kehilangan penglihatannya sejak umurn...
