20• MENJAUH

5.7K 895 441
                                    

Happy reading guys!

Play mulmed di atas!

Jangan lupa vote, komen, dan share ke teman-teman kalian semua! ❤

***

20. MENJAUH

Jepang, tokyo. Terlihat sesosok pria dengan jas hijau tua melekat ditubuhnya baru keluar dari restoran dan langsung disambut hormat oleh anggota Gladius yang menunggunya.

"Bagaimana kabarmu, Enlai?" tanya Kavi, anggota Gladius no 1.

Enlai Gao. Serial killer milik Gladius. Penumpas yang ditakuti para mafia sekaligus tangan kanan pemimpin besar. Genius.

"Aku sudah mendengar beritanya." Enlai tergelak. "Katanya lima muridku dihabisi oleh satu gadis biasa, wah! wah!" ujarnya membuat Kavi terdiam.

"Saya minta maaf." ujar Kavi membungkuk.

"Haha, untuk apa? Ini bukan salahmu. Mereka itu muridku kalau mereka kalah itu artinya aku tidak becus mengajari mereka." balas Enlai santai.

Padahal semua anggota Gladius saat ini tengah tegang olehnya. Beberapa dari mereka bahkan penasaran dengan gadis yang menghabisi lima anggota yang langsung diajari oleh Enlai, serial killernya Gladius.

Lalu tak lama sebuah mobil hitam berhenti di depannya. Dengan sigap anggota Gladius membukakan pintu padanya. Kini Enlai dan Kavi duduk dibelakang bersama.

"Tapi aku penasaran siapa gadis yang sudah menghabisi lima muridku itu?" tanya Enlai serius.

"Dia kekasih tuan muda Jendral." jawabnya.

Lagi-lagi Enlai tertawa terbahak-bahak. "Wah! Ini sungguh menarik!" katanya.

"Kami akan membereskan secepatnya." ujar Kavi lebih dulu.

"Tidak perlu. Kekasih tuan muda kita tidak boleh lecet sama sekali nanti tuan muda bisa mengamuk." balas Enlai dengan nada dibuat-buat.

"Tapi gadis itu adalah anak dari Ti-"

Enlai mengangkat tangannya, abai. "Aku tahu, aku tahu. Tidak perlu kau jelaskan aku sudah mengerti tapi Kavi tuan muda kita itu masih remaja. Sejak kecil dia tidak pernah memiliki teman lalu kalau kau menyingkirkan kekasihnya, apa kau siap dengan amukannya?"

Kavi terdiam. Jendral, bukan hanya pewaris MG Group. Cowok itu juga penerus Gladius. Pemimpin besar juga kelihatannya tidak ingin gegabah menyentuh kekasih Jendral itu. Kerena tahu resikonya.

"Aku tertarik dengannya." ujar Enlai tersenyum memandangi jalanan. "Kemampuannya yang berhasil mengalahkan muridku."

"Siapa nama kekasih tuan muda kita itu?" tanya Enlai.

"Scarlett Marshall."

"Iya dia. Dia mengingatkanku pada gadis kecil yang pernah mengalahkan ku dulu." ujar Enlai berhasil membuat Kavi membeku.

Dia tidak salah dengarkan? Sejak dulu pemimpin besar selalu membanggakan Enlai kepada klan lain. Yang katanya serial killer, penumpas yang ditakuti mafia. Ia baru saja mengaku pernah kalah dengan seorang gadis kecil?!

"Sayangnya dulu dia tidak membalas tawaranku. Padahal dia satu-satunya lawan yang membuatku kecanduan untuk bertarung dengannya lagi."

"Gadis kecil berbakat dan sejenis dengan monster. Terakhir kudengar dia berpacaran dengan cucu konglomerat juga, haha. Kalau saja umur kami setara sudah kunikahi dia."

"Memangnya umur berapa gadis itu saat bertarung?" tanya Kavi sangat penasaran.

"Kau tidak akan percaya. Saat itu umurnya baru 13 tahun tapi dia sudah bisa membaca dan mengikuti teknik bertarungku. Haha!" jawab Enlai lalu tertawa. Membuat Kavi berpikir sejenak. Menakutkan, pikirnya.

JENDRAL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang