28

82 25 116
                                        

Sudah pasti aku menerima pertemanannya, kini Mira sudah jadi teman facebook ku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah pasti aku menerima pertemanannya, kini Mira sudah jadi teman facebook ku. Tidak hanya diam sampai disitu saja, Aku lanjut klik profilnya untuk mulai stalking facebook-nya. Ternyata ia juga baru gabung di facebook, yang ada hanya satu foto profil dan foto sampul.

Hoaaam...  aku menguap lalu mengucek mataku yang ngantu, kulihat jam dinding rumahku, ternyata sudah jam sebelas malam.

"Bah, udah jam sebelas aja, tidur deh," ucapku menepuk jidat.

Aku menarik selimutku lalu mencoba menutup rapat kedua kelopak mataku, tapi tak lama kemudian....

Kau hancurkan aku dengan sikapmu... tak sadarkah kau telah menyakitiku...
Lelah hati ini meyakinkankanmu...
Cinta ini... membunuhku...

suara nada dering handphone-ku membuatku kembali membukakan mata, penasaran siapa yang menelponku malam-malam begini.

Aku tatap kembali layar handphone, ternyata itu panggilan via facebook dari Mira, tak menyangka dia menelponku semalam ini, apakah ia menungguku ?

Ingin Aku mengangkat telponnya, tapi Menapa rasa gugup ini membuatku takut berbicara dengannya ?

Nada dering masih terus berbunyi, perlahan aku mengangkat telponnya, mendekatkan handphone ke telingaku.

Halo Ben...  sapa Mira

"Ha... Halo Mira," sahutku gugup

Kamu kemana aja... ?

"Aku sudah pergi jauh Mira, Aku di Bandung."

Kenapa pergi sejauh itu ?

"Mau gimana lagi, keadaan membuatku pergi sejauh itu," tanpa aku sadari kini mataku sudah membendung air mata.

Aku rindu sama kamu Benjol.

"Hehe, aku juga. Rasanya seperti mau lari aja dari tempat ini untuk ketemu kamu."

Jangan lari dong, kamu harus berusaha untuk memajukan kehidupanmu dulu, baru setelah temui aku disini, ok ?.

"Hmm, ok," ucapku dengan senyuman

Semangat Benjol... kita harus ketemu setelah tamat sekolah.

"Siap Mira hehe," ucapku semangat.

Percakapan lpun berlangsung lama sampai waktu yang tidak ditentukan.

****

Setelah berbicara dengan Mira semalam, rasanya seperti semangat telah datang kembali dalam diriku.

Walau tidak bisa bertemu lagi dengannya, setidaknya kami bisa saling memberi kabar lewat facebook.

Usai mandi, aku berjalan ke ruang tamu, tak lama setelah itu...

"Ben," panggil Ibu.

"Iya bu," sahutku.

"Wiih anak ibu wangi amat baru siap mandi," puji Ibu.

"Hehehe iya bu bisa aja," aku salah tingkah sambil mengacak rambut.

"Sebentar lagi kamu pergi belanja ke pasar ya, naik sepeda aja," pinta Ibu.

"Baik bu," turutku

"Ini daftar belanjanya ya," kata Ibu memberi catatan kertas berisi daftar belanjaan.

"Baik bu, Ben langsung aja pergi ya," pamitku

"Baik nak, hati-hati ya," ucap Ibu

"Siap bu," ucapku lalu berjalan pergi keluar Rumah.

Aku mengeluarkan sepedaku dari Rumah lalu mulai mengayuhnya menuju Pasar. Setelah sekian lama dalam perjalanan, Akhirnya aku sampai juga di Pasar.

Aku memarkirkan sepeda di parkiran lalu berjalan memasuki Pasar. Suasana di pasar ini sangat ramai, harus mengantri panjang setiap membeli satu macam barang belanjaan. Namun pada akhirnya semua belanjaan berhasil terbeli olehku setelah melewati perjuangan yang panjang untuk mengantri.

Ketika Aku hendak berjalan keluar dari Pasar dengan membawa semua barang belanjaan, tiba-tiba saja ada yang menepuk pundakku lalu memegangnya.

Rasa penasaran bercampur takut aku rasakan pada diriku, karena sampai saat ini belum ada yang aku kenal disini.

Perlahan aku menoleh ke belakang, melihat sosok seorang yang memegang pundakku.

.
.
.

Hai Guys... Distance update lagiii... 😂

Sengaja ni gercep update-nya mau ngejar Target DISTANCE READING CHALLENGE BATCH 2 tanggal 5 Juni nanti hehe,

Save the date ya, 5 Juni 😁

Ikutin terus kelanjutan cerita Distance ya...

Terima kasih Sudah membaca ❤

Ardnerus Nomis

DISTANCE [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang