"Buat apa si lo nungguin yang gak pasti, padahal ada yang udah menanti"
Gilang, laki laki itu semakin gencar mendekati ayana, semikin bersemangat jika semua tentang ayana. Gilang menatap ayana tanpa berkedip, terlihat wajah cantik ayana yang sedang tertidur pulas.
Lebih dari tiga puluh menit gilang menatap ayana, sampai sampai membuat ayana terbangun karna tangan gilang yang luar biasa kurang ajar nya mengelus pipi ayana.
"Enngggggghhh"ayana bergumam, mata nya perlahan terbuka, gilang yang tak mau tertangkap basah pun menarik tangannya.
"Jam berapa?"tanya ayana dengan suara khas orang baru bangun tidur
Gilang melihat arloji ditangannya,kemudian menjawab"jam tujuh"
"Lang aya pengen banget makann martabakk"pinta ayana
"Ya lo hamil ya?"
PLAK
"Sembarangan!!"sergah ayana tak terima"anak siapa bego?"ngegas aya
Gilang mengangga"siapa yang ajarin ngomong bego?"Tanya gilang
"Orang belajar sendiri"jawab ayana dengan tampang polosnya.
Gilang menyentil bibir milik ayana"gaboleh, dosa"peringat gilang
"Lagian mana ada hamil, buat nya gimana coba?"tanya ayana heran
"Anak kecil gaboleh tau"
.........
"Pelan pelan anjir, martabaknya punya lo semua"jengah gilang ketika melihat ayana memakan martabak dengan sangat lahap
"Gilwang gwamau?"tanya ayana dengan wajah penuh
Gilang mengeleng"enggak, gue kenyang liat lo makan"jawab gilang
Ayana mengangguk"emang gilang itu harus diet gak boleh makan malem mal---hok hokk"
Tiba tiba saja ayana tersedak martabak itu
PANIK GAK?
PANIK GAK?
PANIK LAH MASA ENGGAK!!!
"Yah lo kenapa ya?"panik gilang ketar ketir
Ayana memukul dadanya kencang"anjir jangan dipukul, itu lo geter"ujar gilang ambigu
Ayana memukul tangan gilang"mi....hokkk...mhinum...."
"Ohh minum, bentar gue beli ke kantin dulu"
Mana sempet keburu mati si aya.
"Ehh kalo gitu ntr kelamaan, bentar gua ambil air keran dlu"gilang berlari kearah kamar mandi. Ayana jengah sendiri melihatnya. Dengan susah payah ayana mengambil gelas yang berada dinakas lalu meminumnya hingga abis.
Tak lama gilang datang membawa gayung berbentuk hati, dengan antusias gilang memberikan nya pada ayana"nih ya minum dulu"kata gilang
"Kalo kaki gue gak sakit, gue tendang lo lang!"
"Salah gue apa?maen tendang tendang aja?"tanya gilang sewot.
"Serah lo lang serahhh"
......
Ella bersandar di sofa kamarnya"kenapa gue ngerasa gue berubah ya?"tanya ella merenung
Ella melirik ponselnya, melihat terakhir dilihat nomer ayana, ternyata sebulan lalu, selama itu mereka tidak berkomunikasi.
Ella menaruh ponselnya disembarang tempat, ia berjalan kearah kasurnya, dan kemudian berbaring.
"Kok gue kangen ya sama revan"ujar ella senyum senyum sendiri
KAMU SEDANG MEMBACA
BJK REVISI
Teen FictionDua perempuan yang menyukai satu laki-laki yang sama, Ayana dan juga Ella. Mereka bersahabat, namun persahabatan itu tidak berlangsung lama setelah mengetahui perasaan keduanya. Salah satu dari mereka berkhianat, membuat satunya lagi terluka, terkad...
