Dua perempuan yang menyukai satu laki-laki yang sama, Ayana dan juga Ella. Mereka bersahabat, namun persahabatan itu tidak berlangsung lama setelah mengetahui perasaan keduanya.
Salah satu dari mereka berkhianat, membuat satunya lagi terluka, terkad...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mari kita persingkat saja, saya mencintai mu kamu mencintainya"
Flasback on....
"Lo tau kan apa yang harus lo lakuin?"tanya ella pada revan, hari ini mereka berdua akan merencanakan sesuatu untuk membuat ayana terkejut.
Revan mengangguk ragu"tapi lo yakin kan?"tanya revan memastikan
"Iya lah yakin, btw gue udah chat ayana pake nomer baru, ntar siap siap aja kita"
Beberapa menit kemudian ayana sampai ditaman, ia mencari tempat yang dijanjikan oleh orang itu. Ayana tidak kenal, tapi tadi ayana dapat pesan begini"dateng ke taman ×××× revan mau ngasih sesuatu"
Samar samar ayana mendengar, suara seseorang dibalik pohon rindang, ternyata itu ella dan revan
"Gue cinta sama lo la, lo mau jadi pacar gue?"tanya revan, revan sudah memulai rencananya saat ayana sudah berada didekat pohon.
"gue juga cinta sama lo van, tapi gue gamau buat ayana makin jauh karna nerima lo jadi pacar gue"kata ella menunduk, menyembunyikan matanya yang berkaca kaca dengan rambut panjangnya"gu--gue sayang lo, tapi gue gamau sahabat gue dari kecil malah pergi ninggalin gue, gu--gue bingung, aya orang yang selalu ada buat gue, gue gatau lagi kalau dia pergi"tangis ella pecah menginggat betapa baiknya sahabat satunya itu.
"lo bisa biarin dia pergi, lo bisa. ada gue la, ada gue, lo gaperlu aya, lo perlu gue"tekan revan membuat ella menatap revan penuh kekecewaan
"kita cuma perlu sama sama, lo gausah terlalu pikirin aya"ujar revan mengenggam kedua tangan ella
"egois lo van"ella menyentak tangan revan dari tangannya
tiba-tiba ayana muncul dari balik pohon, ia tak menyangka bahwa revan begitu jahat terhadapnya. Apa yang ayana pikirkan sampai ia menjadi malu seperti ini
"bener kata revan la, lo gaperlu dan gausah repot repot pikirin perasaan gue! gue aja gaperduli sama diri gue sendiri, lo tau kan la, gue gabisa liat orang natap gue dengan rasa kasian"ayana menjeda ucapannya sebentar"puncak mencintai seseorang adalah melepaskannya kan?......gue lepasin lo van"
"walau belum pernah gue gapai"lanjutnya
Ayana pulang dengan menahan air matanya, ia tidak boleh menangis dan menunjukannya didepan semua orang, ayana tidak boleh!!!!!
Setelah ayana pergi, revan merosotkan bahunya, kenapa jahat banget jadi orang? Pikir nya
Ella tersenyum"kita berhasil, lo jadi pacar gue, dan gue jadi pacar lo"kata ella