Nyesek banget tau, udh ngetik banyak banyak tapi keapus. Manahan lupa lagi pas mau ngetik ulang, jarinya tiba tiba keseleo. Dahla males.
........
"Hai ya, gimana enak kan masakan gue?"tanya revan melepas celemek dari tubuhnya. Ayana mengangguk, ia berbohong sebenernya. Masakan revan sangat manis, padahal ia memasak nasi goreng bukan kue ulang tahun.
Senyuman revan selalu membuat ayana terpesona, ayana menatap revan tanpa berkedip, ia melihat sambil memasukan nasi kedalam mulutnya, sadar gak sadar, nasi rasa manis itu lama kelamaan habis. Revan melihat takjub piring kosong ayana.
"Mau gue tambahin ya?"tanya revan
Ayana menggeleng panik"udah kenyang van"kata ayana
Revan mengangguk kemudian mengambil tisu untuk mengelap sudut bibir ayana yang sedikit belepotan dengan minyak.
Ayana terpaku melihat perlakuan revan padanya, nafasnya berhenti sebentar, revan langsung menepuk bahu ayana pelan
"Nafas ya"
...........
"Ya kok ngelamun?"suara gilang menyadarkan ayana pada kenyataan lagi
Ayana menggeleng"gilang juga tadi ngelamun"ujar ayana tak mau kalah
"Gue ngelamunin lo, lo lamunin gue nggak?"pancing gilang
"Enggak, lamunin revan"jawab ayana sekenanya, gilang menghela nafasnya berat.
Lagi lagi gilang merasa tidak suka ketika ayana menyebutkan nama revan.
"Lang, aya ada salah apa sih sampe papi giniin aya?"tanya ayana
Gilang menatap ayana"gaada yang salah ya, mungkin lo cuma butuh waktu buat terima kenyataanya"jawaban gilang membuat ayana tersenyum tipis
"Tapi kenapa harus ella lang?"tanya ayana lirih
"Takdir"
"Bisa nggak gue minta sama tuhan buat ikut mami aja?"tanya ayana
Gilang bangkit dari duduknya, menarik ayana masuk kedalam dekapannya"sekali lagi lo ngomong kaya gitu, gue gamau nemenin lo lagi"ancam gilang
Ayana menatap gilang heran, kapan dirinya meminta gilang untuk ditemani?
"Gak salah lang? Kan gilang yang mau temenin aya"kilah ayana
Gilang berdecak, melepaskan pelukannya lalu kembali duduk"gak asik lo!"gerutu gilang
"Emang aya ayu ting ting"
Mata gilang melebar, tak pernah terbayang dengan jawaban ayana"sejak kapan lo ngelawak?"tanya gilang
"Sejak kapan lo nanya nanya mulu?"tanya ayana balik
"Ngeselin lo"dengus gilang
Ayana menjulurkan lidahnya"bafferrr, gilang bafferrr"ejeknya
Gilang memutar bola matanya malas 'untung sayang' dalam hatinya.
........
Revan terdiam ditempat tidurnya, ia baru saja pulang dari rumah sakit, entah apa yang membuat revan tiba tiba pergi dan melihat keaadan ayana. Awalnya revan hanya memikirkan bagaimana keadaan ayana namun lama kelamaan hatinya merasa gelisah, seperti ada dorongan untuk bertemu dengan ayana.
Revan memegang dadanya yang berdebar, tidak seperti biasanya, saat bersama dengan ella saja jantungnya tak sekencang ini, bagaimana bisa dengan membayangkan wajah ayana saja bisa menimbulkan dampak seperti ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
BJK REVISI
Novela JuvenilDua perempuan yang menyukai satu laki-laki yang sama, Ayana dan juga Ella. Mereka bersahabat, namun persahabatan itu tidak berlangsung lama setelah mengetahui perasaan keduanya. Salah satu dari mereka berkhianat, membuat satunya lagi terluka, terkad...
