E M P A T B E L A S : gak perlu lo minta

2K 106 10
                                        

Bun, hidup berjalan seperti bajingan
Seperti landak yang tak punya teman
Ia menggonggong bak suara hujan
Dan kau pangeranku, mengambil peran
Bun, kalau saat hancur ku disayang
Apalagi saat ku jadi juara
Saat tak tahu arah kau di sana
Menjadi gagah saat ku tak bisa
Sedikit kujelaskan tentangku dan kamu
Agar seisi dunia tahu
Keras kepalaku sama denganmu
Caraku marah, caraku tersenyum
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
Aku masih ada sampai di sini
Melihatmu kuat setengah mati
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
Bun, aku masih tak mengerti banyak hal
Semuanya berenang di kepala
Dan kau dan semua yang kau tahu tentangnya
Menjadi jawab saat ku bertanya
Sedikit kujelaskan tentangku dan kamu
Agar seisi dunia tahu
Keras kepalaku sama denganmu
Caraku marah, caraku tersenyum
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
Aku masih ada sampai di sini
Melihatmu kuat setengah mati
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
Semoga lama hidupmu di sini
Melihatku berjuang sampai akhir
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu

HAPPY READING MUACH..
JANGAN LUPA VOTMEN YAAAA
Lagu diatas gaada hubungannya
sama cerita dibawah
......

Irham menyambut ayana dengan senyuman mengembang, tentu saja dengan ghita yang selalu berada didekatnya.

"Selamat datang kembali sayang"suara berat irham menyapa indra pendengarannya.

Ayana yang berada diatas kursi roda pun menatap papinya dengan senyuman tipis, ayana tak sengaja melihat kalung yang dipakai oleh ella. Kalung itu seperti kalung yang diberikan mami nya dulu.

"Selamet ayaaaaa"kata ella memeluk ayana, ayana membalasnya dan tak lama melepaskannya

"Maaf la, aya sesak"kata ayana

Ella membulatkan matanya"maaf aya, maaf, ella gak sengaja"

Kadang ayana dibuat bingung dengan sifat ella. Kemarin ella marah marah padanya kemudian meminta maaf, tapi tak lama membuat hati ayana lagi lagi merasa tak nyaman.

"Aya gapapa kan?"tanya ghita khawatir"tante udah masakin kamu udang saustiram loh, katanya itu kesukaan kamu"lanjut ghita

Ayana mengerutkan keningnya"kata siapa ya tante?"tanya ayana"aya alergi seafood"lanjutnya

Ghita terkejut"loh bukannya kamu suka itu?"tanya ghita, ayana menggeleng

"Mah, itu kesukaan ella"sela ella pada ghita

"Yaampun mama lupa, maaf ya aya, tante lupa"kata ghita

Ayana tersenyum tipis"gapapa"

Ayana menoleh kearah belakang, gilang tengah menatapnya, jadi gilang itu yang mendorong kursi roda ayana.
"Anter aya kedalam ya lang"kata ayana yang diangguki gilang.

Ayana masuk kedalam rumahnya dibantu oleh gilang, ghita menunduk menyesal"harusnya aku tanya dulu sama kamu mas"kata ghita pada irham

"Sudah, jangan terlalu difikirkan, makanan kesukaan ayana ayam kecap, aya gak suka makanan yang ada saus nya, saus apapun itu"jelas irham

Ghita mengangguk mengerti"apa aku masakin lagi aja?"tawar ghita

Irham menggeleng"gaperlu, biar bibi aja nanti"

BJK REVISITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang