Raungan alarm peringatan yang menyebar nyaring ke seluruh penjuru gedung menjadi penyebab mengapa hampir seluruh awak mansion lari tunggang-langgang. Raut panik tercetak jelas pada masing-masing wajah, beberapa diantaranya sudah sibuk memeriksa monitor dan ear zoom, bahkan ada yang langsung mempersiapkan senjata. Penyebabnya tak lain tak bukan adalah hilangnya si anak baru, membuat petinggi Shizuragi langsung memberi perintah untuk mencarinya. Sedikit banyak menyalahkan kelalaian para agen, sebab karenanya misi mereka terancam gagal.
"SHIZURAGI ARTHUR!"
Yang merasa terpanggil lantas menegakkan tubuhnya, lalu berlari pontang-panting menuju sumber suara teriakan yang menggema. Itu suara komandan Shizuragi Jeffrey, pria tegas dengan kemampuan bertarung yang tidak main-main. Tak urung menghadirkan rasa takut pada diri Arthur, terlebih ketika panggilan itu menyebut nama lengkapnya---kode siaga satu untuknya.
Sepanjang perjalanannya---atau pelarian?---ke ruang besar komandan Jeffrey, si tampan Shizuragi tidak luput dari pandangan kasihan yang asalnya dari rekan-rekan sesama agennya, mereka seolah tahu apa yang bisa saja terjadi kalau sudah berurusan dengan komandan mereka. Pun dengan Arthur yang tidak sekalipun berhenti mengucap doa, setidaknya berharap agar setelah ini dirinya masih bisa hidup tenang, meskipun kedengarannya terkesan agak mustahil. Mengingat sikap tegas Jeffrey bukanlah sesuatu yang bisa ditoleransi.
"Excuse me, Mr. Shizuragi." ucapnya setelah dipersilakan memasuki ruangan.
Jeffrey tak menggubris sedikitpun, pria dengan bahu kokoh itu lebih memilih memutar tubuhnya. Beralih menatap lekat kedua bola mata Arthur yang bergeming di tempatnya berdiri dengan sikap tubuh tegang. Komandan Shizuragi itu menaikkan sebelah alis, lalu melemparkan kertas berisi cetak biru yang tengah digenggamnya tepat ke wajah paripurna milik Arthur. Menyisakan raut terkejut yang tidak bisa dihindarkan, walau setelahnya dapat Arthur kuasai kembali.
"Pakai strategi itu untuk dapatkan Joanne." perintahnya mutlak, menunjuk cetak biru yang sudah berpindah tangan pada Arthur.
Arthur terlihat tidak setuju setelah menilik baik-baik apa yang diberikan padanya, "Tapi, Sir, bukankah ini terlalu berlebihan? Maksud saya, tidak perlu sampai mengerahkan seluruh awak pasukan, bukan?"
Alis Jeffrey beralih menukik tajam, "Berlebihan katamu!? Gadis itu berharga, dia kunci dari semua kunci yang harus kita gunakan sebaik-baiknya. Kusuruh kau dapatkan dia untuk dijaga! Bukannya dibiarkan sampai terlepas, bodoh!"
Nyali Arthur kembali menciut setelah teriakan komandannya itu menggelegar sampai rasanya dinding ruangan ini bergetar. Mau tak mau, pemuda itu mengangguk sekilas sebelum membungkuk dalam, memberi hormat dengan tangan berkeringat dingin. Diam-diam merutuki mulutnya yang sering berucap diluar kendali.
"Shizuragi Arthur." panggil Jeffrey dengan suaranya yang dalam, memancing Arthur untuk kembali menatapnya sebelum benar-benar berpamit menjalankan perintah. "Pastikan kau dapatkan dia kembali. Kalau sampai gagal, jangan salahkan aku kalau Raxen mengukir mahakarya di jantungmu yang berdetak."
Raxen itu ..., ialah nama belati kesayangan yang sudah menjadi senjata andalan sang komandan selama bertahun-tahun. Sudah ramai nyawa yang terenggut karena kombinasi mematikan antara tajamnya bilah juga racun yang sengaja dipoles, serta kemampuan Jeffrey semasa menjadi agen sepertinya.
Arthur mengangguk kaku sebelum membungkuk sekali lagi, "Y-yes, Sir."
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Something Unexpected ; AsaRyu [On Going]
ActionPerihal sesuatu yang sering digaungkan, sesuatu yang sulit dipahami, namun kerap kali bersangkutan. Romance | Thriller | Mystery | Fantasy | Adventure Hamada Asahi x Shin Ryujin Fanfiction ©acathmoy's own story, 2021.
![Something Unexpected ; AsaRyu [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/269394841-64-k549729.jpg)